papaku seorang idola

papaku seorang idola
chap 1 (bayi tampan, eeeehhhh....)


__ADS_3

Suasana sepi di sebuah vila bergaya eropa milik pribadi keluarga hans.


Saat itu waktu menunjukan pukul 7 malam.


Para pembantu sedang sibuk menyiapkan makan malam.


Seorang pria paruh baya berusia 50 tahun dengan wajah dingin sedang sibuk diruangan kerja saat wanita paruh baya berusia 45 tahun yang terlihat cantik masuk.


"suamiku, sudah waktunya makan malam. Hei, bukankah sudah ku bilang untuk tidak selalu didalam ruang kerja. Pagi diruang kerja, siang diruang kerja, malam juga diruang kerja. Apakah kamu takut ruang kerja hilang dibawa semut"


Keluh ibu hans saat melihat suami tercinta menghadap setumpuk dokumen.


"baik"


Saat melihat istrinya masuk, raut wajah pak hans melembut. Sambil melepas kacamata, ia berdiri dan menghampiri istrinya.


"jangan hanya didengarkan saat aku baru bicara dan besok mulai lupa, bukankah sudah ku bilang untuk menyerahkan pekerjaan pada anak-anak"


"hei, mereka masih muda dan butuh bimbingan"


"baiklah baiklah terserah saja. Tapi jangan lupakan janjimu padaku dulu"


"hei bukankah aku dirumah saja sekarang"


"mana ada kamu dirumah, tepatnya diruang ini! Huh"


"..."


"sudahlah, ayo kita turun. Sebelum makanan dingin"


"baik"


"haihh.. " desah ibu hans


"kenapa? "


"anak-anak sekarang semakin susah untuk makan malam bersama, apakah harus menunggu ibu tua ini marah dulu baru ingat untuk pulang. T.T"


"hei, mereka sudah dewasa"


"itu karena mereka sudah dewasa, yang tertua hanya sibuk bekerja. Usianya sekarang sudah 26 tahun. Bahkan anaknya temanku sudah ada yang punya anak dua, yang nomor dua sangat penurut pada pacarnya. Kapan aku akan menimang cucuku"


"..."


Setelah mengeluh panjang, ayah hans dan ibu hans akhirnya untuk turun makan malam.


"bibi, panggil anak-anak.."


"tuan muda pertama dan kedua belum pulang, hanya ada tuan muda ketiga tadi sudah saya panggil dan sebentar lagi akan turun"


"baik"


Seorang pemuda berusia 19tahun bernama kevin hans mengenakan kaos longgar dan celana olahraga dengan wajah tampan terlihat turun dari lantai dua.


"hi mom dad"


"hi sayang, duduk kita makan"


"..." pria batu es


Kedua pasangan dan putranya itu makan dalam suasana hening.


"waaaawaaaawaaaa... T.T"


Saat hening makan malam terdengar suara bayi menangis diluar rumah keluarga hans.


"sebentar, mom periksa"


Ibu hans berdiri lalu menuju luar rumah saat seorang pria berusia 30tahun berdiri diluar gerbang dengan bingung dan membawa keranjang bayi besar dengan suara tangisan bayi.


"penjaga ali, apa yang terjadi? "

__ADS_1


"nyonya, tadi saat saya sedang di pos, saya mendengar tangis bayi. Saat saya periksa ternyata saya menemukan ini. "


Ibu hans bergerak maju untuk mengambil bayi itu, Seketika tangis bayi berhenti.


Bayi itu sangat lucu dengan wajah bulat, rambut tipis, alis tipis, mata bulat, bulu mata lentik, pipi kemerah-merahan, hidung kecil mancung, bibir seperti buah ceri.


Dia menghisap jempol saat berada dipelukan ibu hans dan tidur.


Saat melihat itu ibu hans sangat tersentuh, bayi yang sangat tampan. Dan mirip anak-anak nya saat masih bayi.


Saat melihat kemiripan bayi dengan anaknya, mata ibu hans berbinar.


"apa kamu melihat orang yang menaruh bayi? "


"tidak nyonya"


"baiklah bawa keranjang bayi masuk, dingin di luar"


Dengan berseri ibu hans membawa bayi itu masuk.


Kedua pria yang sedang makan terkejut melihat ibu hans membawa bayi gemuk.


"hei mom, apakah ada temanmu yang menitipkan bayi"


"apa yang kamu bicarakan. Lihat, ini cucuku"


"apa!"


"..."


"hei lihat bukankah dia mirip kamu, cepat panggil kakakmu. Katakan apapun yang terjadi harus pulang. Mom ingin tau siapa yang tidak bertanggung jawab meninggalkan cucuku diluar"


"baiklah"


Ibu hans sibuk mencubit pipi gemuk bayi itu, ayah dan anak melihat dengan tanpa daya. Tapi melihat dia bahagia, tentu mereka senang.


Bukan sekali dua kali ibu hans mengeluh akan cucu saat pulang berkumpul dengan teman-temannya.


Mereka berlima satu wanita dan empat pria duduk di ruang keluarga. Bayi masih dalam pelukan ibu hans.


"mom apa kamu tidak akan meletakan dia, dia terlihat gendut dan berat"


Kata anak kedua tanpa daya.


"apa yang kamu tahu, dia sangat menggemaskan"


"baiklah, kenapa mom meminta kami pulang?"


Putra sulung tidak tahan lagi dan bertanya sambil melirik jam tangan.


"apa yang kamu maksud dengan melihat jam. Yang kamu tahu hanya kerja kerja sampai tidak sadar bahwa seseorang melahirkan benihmu"


"mom, apa yang kamu bicarakan"


"lihat, bukankah dia sangat mirip kamu saat masih bayi. Bagaimana kamu menjelaskan pada mom? "


"bagaimana bisa kamu meninggalkan cucuku yang tampan di luar"


"tidak mungkin aku punya anak"


"apa yang kamu maksud tidak mungkin, bukti ada sekarang. Tidak mungkin dia ditinggalkan disini kalau tidak ada hubungan dengan kita, belum lagi dia sangat mirip denganmu"


"apa mom yakin hanya mirip denganku?"


"maksudmu calvin? "


"...."


"bukan aku. Hei kenapa curiga hanya pada kita"


Seketika semua melihat pria paruh baya dingin yang sedang membaca koran dengan curiga.

__ADS_1


"..."


"bukan aku"


"mom tahu ayahmu, itu tidak mungkin. Cavier dan calvin jujur pada mom"


"errr... itu pasti bukan aku" kata cavier dengan canggung


"kenapa kamu bilang begitu, bukankah kamu pernah punya pacar, hanya katakan pada mom dimana mantan pacarmu. Kita harus bertanggung jawab padanya"


"mom berhenti bicara tentang dia, aku belum pernah begituan. Dia sudah menikah"


"wow... kamu masih perawan"


"...." WTF


"lalu calvin bagaimana denganmu"


"itu tidak mungkin aku. Aku hanya punya satu pacar dan dia tidak hamil.."


"benar juga, kamu sangat takut padanya"


"..." apakah harus diperjelas –_–


"hei pikirkan lagi apakah kalian pernah mabuk atau melupakan sesuatu. Mungkin dibius lalu pagi hari kalian lupa atau gimana"


Saat mendengar keributan, sang bayi bangun dan menangis dengan jengkel.


"waaawaaawaaa.... "


"..."


"..."


"..."


"..."


"sttttt... Kalian bicara pelan-pelan, lihat dia bangun dan marah.. "


"..." siapa yang suaranya paling kencang, bukankah anda –_– (pikir empat pria)


Tapi tentu saja mereka hanya bisa mengeluh dihati sendiri. Atau harimau betina akan bangun.


"mom, apakah dia lapar"


tanya kevin saat melihat muka merah menangis bayi. Terlihat menyedihkan T_T


"ya ampun mom lupa, hei bagaimana ini tidak ada susu.."


"kalau begitu aku pergi membeli"


Putra sulung dengan dewasa mengajukan diri.


"pergilah cepat.. Uh cup cupp sayangku jangan menangis. Hei lihat pap.. Emm paman mu akan membeli susu. Tunggu sebentar ya. "


Ibu hans sangat tertekan melihat tangis cucu bayinya.


Saat sedang melihat wajah memyedihkan bayi, tiba-tiba kevin mengalihkan pandangan pada kernjang besar. Terlihat sebuah botol susu dan satu kaleng bubuk putih.


"mom apakah ini susu? "


"oh.. benar. Cepat buat. 3 sendok bubuk susu untuk setengah botol. Pakai sedikit air panas.."


Kevin pun berlari dan membuat sebotol susu dengan cepat.


Saat susu sudah siap, ibu hans memeteskan di jari untuk mengukur suhu, lalu memberikan pada cucu bayi.


seketika bayi itu diam dandengan rakus meminum susu.


"anak baik pelan-pelan, tidak ada yang merebut darimu"

__ADS_1


__ADS_2