papaku seorang idola

papaku seorang idola
chap 7 (pergi...)


__ADS_3

Pada keesokan hari nya. Ibu hans masuk ke kamar cucu tercinta.


Melihat besar dan kecil yang masih tidur, ibu hans hanya menggelengkan kepala tanpa daya.


Haiss.. Apakah gen sama dan kebiasaan buruk sama.


Tapi melihat dua harta berharga yang sedang pelukan, ibu hans menjadi lega.


Kemarin khawatir bahwa putranya tidak mencintai cucu bayi nya lagi.


Uuhhh... Membuat takut.


Cassy masih sangat kecil dan sudah di tinggalkan ibu nya. Apa yang akan dia lakukan jika ayah nya meninggalkan dia.


Cucu bayi begitu manis. Bagaimana mungkin ada yang membenci dia.


Karena sebentar lagi sarapan bersama, ibu hans harus membangunkan dua kucing malas ini.


"kevin sayang, bangunlah. Hei nak, kasih contoh yang baik untuk putri malas mu"


Ibu hans mengguncang kevin dengan lembut.


"uhh.. Ya mom. "


Saat ibu hans mengatakan putri nya. Kevin jadi terbangun.


Hei bagaimana jika citra ayah hebat ku tercoreng gara-gara bangun siang -_-


"bangunkan juga kucing kecil ku yang manis. Mom akan menunggu di ruang makan. "


"oke."


Setelah ibu hans pergi, kevin menatap bayi nya yang masih tidur.


Kevin meremas pipi berlemak bayi nya.


Uuhhhhh..... Tidak tahan, sangat manis.


Ingin ku sembunyikan agar tidak ada ******** yang mengambil putri ku.


Akhirnya menghujani dengan ciuman gemas.


Bayi malas bangun dengan marah dan menangis.


"uuhhh.. Hiks.. Hiks.. Waaaaawaaaaaa.. "


"hei. Ini papa sayang. Jangan menangis oke. "


Kevin menjadi terkejut dan takut.


"waaaaaa.... Nenek.. "


"oke oke.. Papa bawa nenek segera. "


Sebelum kevin beranjak dari tempat tidur, ibu hans dengan tergesa datang.


"apa yang terjadi. Ohh.. Cucu nenek. Kenapa sayang ku. Hei jangan menangis. Hati nenek sakit mendengar nya. "


Bukan hanya hati nya yang sakit, telinga nya juga sakit.


Bahkan burung menjauh dari kediaman.


"papa menindas bayi. Huhuhuuuu... "


Baby cassy mengeluh sambil terisak di pelukan nenek.


"kevin, apa yang kamu lakukan. "


Ibu hans melotot pada putra yang sedang menggaruk rambut nya.

__ADS_1


"hehe.. Sayang, papa hanya gemas saja. Bayi papa begitu cantik. Papa tidak tahan untuk tidak mencium bayi. Hei.. jangan menangis, hati papa juga sakit melihat air mata bayi. Papa salah, maafkan papa oke. Papa pasti akan melakukan lagi lain kali. "


Melihat bayi nya menangis, kevin pura-pura menyedihkan.


"oke, nenek papa jangan sakit. Bayi tiup agar tidak sakit. Hufff..hufff... "


Akhirnya cassie mengahpus air mata dan ingus nya dengan tangan mungil.


Lalu bergantian mengelus dan meniup dada nenek dan papa nya.


Hati ibu hans dan kevin pun tersentuh dengan tingkah konyol baby cassie.


Satu bulan berlalu dengan cepat.


"kejutan.. Lihat, papa membawa tiket taman bermain. Ayo kita pergi. Ayo ayo.. "


Kevin yang entah dari mana teriak, baby cassy yang malang terkejut. Tapi melihat itu papa konyol membawa hadiah, baby sangat bahagia.


"oke. Ayo"


Dua ayah dan anak pun pergi kencan.


Cassy yang baru pergi ke taman bermain penuh rasa ingin tau.


Walau tidak banyak bicara, setiap apa yang cassie lihat pasti akan di penuhi oleh sang papa.


"papa, baby mau makan. "


"oh benar, kita belum makan. Ayo makan. "


"papa, ngantuk. "


"hei, makan dulu baru tidur oke. "


Saat kevin akan menuju ke restoran, langkahnya berhenti.


Di depan nya adalah wanita yang sedang meneteskan air mata dengan tubuh bergetar.


"lala."


"dia.. Dia memanggil kamu papa. Aku pasti salah dengar, benar kan? "


Fiola berbicara dengan gemetar.


"..." kevin menatap dengan rasa bersalah kepada wanita yang menjadi kekasih nya sebulan lalu.


"dia keponakan kamu, benar kan? Tapi tidak benar, dia memanggil kamu papa. Di pesta juga tidak di sebutkan dengan jelas ayah nya. Dan ibu nya tidak ada. Apakah dia anak haram kamu atau kakak mu. "


Fiola menjadi kehilangan akal dan berteriak. Menyebabkan orang yang lewat menatap sinis ke arah kevin.


"cukup! "


Kevin berteriak dengan wajah hitam.


"kamu. Kamu.. . Kamu membentak aku. Jadi benar dia anak haram yang kamu miliki. Kenapa.. Kenapa kamu bohong. Kamu bilang kamu tidak akan menghianati ku. Kamu akan mencintai ku. Hiks.. "


"lala, ayo cari tempat. Akan ku jelas kan semua. Oke. "


Kevin tidak bisa menceritakan keadaan khusus baby cassy di depan banyak orang, sehingga dia melembutkan suara nya.


"tidak perlu di jelas kan. Kamu hanya perlu beri tau aku, apakah dia anak mu? "


"iya. "


Fiola pun seperti tersambar petir, dengan gemetar melangkah mundur.


Lalu tangan hangat merangkul dan memeluk fiola.


"kakak sean, aku terima lamaran kamu. Ayo kita menikah. "

__ADS_1


"baik. "


Sean pun sedikit menyunggingkan bibir nya.


"lala, ini tidak seperti yang kamu pikir. Aku bisa jelaskan. "


Kevin ingin meraih tangan fiola. Tapi di tangkap oleh sean.


Fiola segera pergi.


Kevin saat ini penuh kemarahan. Baby cassie sangat takut sejak melihat kakak perempuan menangis dan marah. Sekarang papa juga terlihat sangat marah.


"papa.. "


"..." kevin menatap bayi nya. Saat ini dia tidak bisa mengendalikan diri. Tidak bisa melembutkan sikap. Baby cassie semakin takut dan akhirnya mengeluarkan air mata tanpa suara.


"kak, aku di taman bermain. Tolong jemput cassie. "


Tanpa menunggu cavier menjawab, kevin mematikan ponsel. Berjalan menuju gerbang taman bermain menunggu kakak nya.


Sepuluh menit kemudian cavier datang bersama sopir dan asisten pribadinya.


Melihat adik nya marah, cavier melihat keponakan yang berlinang air mata.


Dia langsung merebut baby casie, menyerahkan ke asisten dan menyuruh nya pergi ke mobil.


"bukk... "


Tiba-tiba memukul kevin hingga berdarah.


"********, jangan libatkan keponakan ku dengan urusan konyol mu itu. "


Setelah itu dia pergi meninggalkan kevin termenung sendiri.


Cavier mengantar cassie kembali ke rumah. Saat sampai, cassie telah tidur di pelukan paman nya.


Ibu hans keluar untuk menyambut mereka. Melihat bekas air mata pada cucu bayi nya dan tidak melihat putra bungsu nya, jantung ibu hans hampir copot.


"ini tidak seperti yang mom bayangkan. Aku akan membawa cassie ke kamar lalu menceritakan ke mom."


"oke. Cepat bawa ke kamar. "


Setelah meletakan baby cassie di kamar, cavier dan ibu hans menuju ruang kerja ayah hans.


Cavier pun menceritakan semua kejadian di taman bermain.


Ibu hans sangat marah. Berani nya wanita itu menindas cucu nya.


Bahkan ayah hans menjadi lebih dingin.


"hufttt.... Sebenarnya daddy dan mommy telah memutuskan untuk pindah ke luar negeri. Lagi pula bisnis di sini telah di serahkan pada mu. Kamu tau sendiri, perusahaan kita di sana berkembang pesat. Daddy mu mungkin harus memusatkan kekuatan kita di sana. Awal nya mommy tidak yakin membawa baby cassy. Tapi sekarang mommy yakin."


"tapi mom."


Cavier cukup terkejut. Tapi memang perusahaan di sana lebih rumit. Hanya daddy nya yang bisa mengatur untuk saat ini.


"mommy dan daddy akan berangkat 3 hari lagi. Kamu kabari adik-adik mu untuk pulang."


"baik. "


Setelah mendengar kabar kakak nya, calvin langsung pulang.


Merengek seperti anak kecil agar ibu nya tidak pergi.


Sedangkan kevin tidak bisa di hubungi sampai hari ke tiga. Ibu hans terpaksa mengundur jadwal penerbangan.


Ternyata hingga satu bulan kevin tidak bisa di hubungi.


Membuat keluarga sangat marah dan kecewa.

__ADS_1


Ibu hans bahkan sempat sakit.


Akhirnya ayah hans tidak tahan lagi dan membawa istri serta cucu nya pergi.


__ADS_2