papaku seorang idola

papaku seorang idola
chap 6 (rasa takut......)


__ADS_3

Untuk waktu yang agak lama, kevin memandang oran itu dari belakang. Dia berdiri sendirian di balkon mengenakan gaun putih tanpa lengan. Terlihat anggun dari belakang.


Dia adalah seorang gadis di kampus yang kevin perhatikan beberapa bulan ini.


Awal nya kevin hanya penasaran dan mendekati nya.


Karena hanya gadis yang selalu menolak dan menghindari kevin, sehingga kevin semakin penasaran.


Satu bulan yang lalu mereka sudah mulai dekat, dan bahkan makan bersama.


Sampai hari ini ketika dia melihat gadis itu menggandeng pria lain, ternyata dia meremehkan perasaan nya sendiri.


Entah kenapa dia merasa tidak nyaman, marah dan cemburu.


Dan yang membuat dia lebih marah lagi karena dia tidak bisa mengakui cassy sebagai putri nya.


Dia takut jika gadis itu menjauh.


Setelah beberapa saat, gadis itu menoleh. Saat melihat bahwa yang di belakang nya adalah kevin, dia tersenyum manis.


Gadis itu cantik, rambut di sanggul, wajah kecil dengan make up tipis.


Namanya fiola, adik junior kevin di kampus.


"kenapa kamu di luar, sangat dingin di sini. "


Kevin maju dan melepas jas nya untuk di pakai fiola.


"senior, kamu tidak cerita mempunyai keponakan yang sangat imut."


"lala, apakah itu kekasih mu? "


Saat mendengar fiola menyebut cassy, jantung kevin pun berdetak cepat dengan rasa sakit.


Kevin tidak mampu menjawab dan hanya tersenyum. Lalu mengalihkan pembicaraan.


"bukan, kita hanya teman."


Fiola pun menjawab tanpa curiga.


"kamu cantik malam ini."


Pujian ini tulus dari hati kevin.


"hei, jangan menggoda ku"


Fiola pun senyum malu, sesekali melirik pria di samping nya.


"kenapa kamu hanya berdiri sendiri di luar? "


"aku tidak kenal siapapun. Kakak sean sedang bersama mitra bisnis nya. "


Fiola menggigit bibir bawah dan menunduk.


"william sean. Putra pertama keluarga william. Dan sekarang telah menjadi manajer umum di perusahaan nya. Bukankah perusahaan nya di luar negeri? "


"kata nya ada beberapa kerja sama dengan hans group."


Kevin tidak menyangkal. Bagaimanapun hans group yang di dirikan oleh kakek nya sudah lebih dari setengah abad dengan pondasi yang kuat.


Hanya masalah waktu sebelum menjadi salah satu terbesar di dunia.

__ADS_1


Lihat saja kakak dan ayah nya yang gila kerja. Akan aneh jika perusahaan ini tidak maju.


Saat kevin dan fiola sedang berbincang, seorang pria tampan campuran asia - amerika masuk. Fitur wajah seperti orang asia, tapi mata berwarna biru. Sangat tampan, rambut ikal, dia sedikit lebih tinggi dari kevin.


Membuat kevin sangat tidak bahagia.


Usia sekitar kakak nya, cavier.


"fio, aku sudah lama mencari kamu. "


Pria itu mempunyai tatapan tajam.


"maaf kakak sean, aku hanya mencari udara segar. "


"halo tuan william, senang bertemu dengan anda. "


"tuan kevin, saya mendengar banyak tentang anda. "


"ahahahahaa... Tuan william juga muda dan berbakat, kevin sangat mengagumi anda. "


"terimakasih, bagaimana bisa di bandingkan dengan tuan kevin yang sangat di sayang ceo hans. "


Ke dua pria itu pun melakukan serangan pujian. Tentu saja hanya mereka yang tahu arti sebenarnya.


"maaf tuan kevin, karena saya telah berjanji pada pasangan saya untuk tidak terlalu lama jadi saya akan membawa pasangan saya kembali dulu. "


"oh tuan william tidak menunggu jamuan? "


"saya masih ada pekerjaan yang dilakukan jadi kami pergi dulu. "


"baiklah, kalau begitu saya tidak menahan lagi. "


Saat sean membawa fiola pergi. Rasanya kevin menjadi lega saat itu juga.


Ketika melihat fiola telah pergi, kevin kembali ke ruangan. Melihat putri kecil nya sangat patuh di pelukan kakak nya, kevin semakin merasa bersalah dan tidak berani menghadapi.


Akhirnya kevin duduk bersama teman-teman nya untuk menemani minum.


Cavier sesekali melirik ke arah adik bungsu nya.


Awal nya dia minum bersama teman nya, lalu berdiri dan berjalan ke pojok.


Dia duduk dengan memegang segelas wine. Terlihat mabuk dan sangat murung.


Tentu saja walaupun cavier terlihat acuh, tapi dia selalu memperhatikan keluarga nya. Terutama adik bungsu nya ini.


Saat melihat wanita itu, kevin seperti kehilangan sebagian jiwa nya.


Cavier pun pernah mengalami jatuh cinta. Tentu saja tahu bahwa adik nya sedang mengalami.


Apa lagi kevin seperti menjaga jarak dengan keponakan nya setelah melihat wanita itu.


Sebenarnya cavier sangat marah, tapi bagaimana pun adik nya masih muda.


Setelah ibu hans dan ayah hans selesai dansa, cavier menyerahkan baby cassie kepada mereka.


Lalu berjalan menuju persembunyian adik nya.


Melihat adik nya yang konyol. Cavier menjadi dingin.


Kevin pun yang menundukan kepala tiba-tiba mengangkat kepala nya.

__ADS_1


"maaf."


Hanya kata itu yang bisa kevin ucapkan.


Cavier pun menghela nafas panjang.


"menyukai seseorang itu tidak salah. Tapi jangan sampai kamu menyukai seseorang dan menyakiti darah daging mu sendiri. "


"kamu masih muda dan tiba-tiba memiliki baby cassie. Aku mengerti bahwa itu pasti berat ketika kamu menemukan orang yang benar-benar kamu sukai. "


"memang tidak ada yang bisa lolos dari mata kakak. "


"jangan kau kira hanya aku yang tahu. Daddy, calvin dan terlebih mom. Mereka pasti tahu juga kecewa. "


"kalau kamu tidak menyukai baby cassy lagi, berikan dia pada ku. Semua orang berfikir dia milik ku. Aku tidak keberatan. Terlebih lagi baby cassie belum mengerti ayah sebenar.... "


"beri aku waktu kak. "


Kevin memotong pembicaraan kakak nya.


Cavier menghela nafas lagi. Adik keras kepala ini tidak akan melepas siapa pun yang dia ingin.


"kalau begitu kamu harus mengerti siapa yang lebih baik kamu pilih. Jangan mengecewakan keluarga. "


"aku pasti akan menjelaskan ke viola di waktu yang tepat. "


Cavier akhirnya meninggalkan adik nya untuk sendiri.


Pesta pun berjalan lancar sampai larut malam.


Baby cassie pulang dengan kakek nenek nya lebih dulu, dan pesta di tinggal untuk kaum muda.


Ibu hans terlihat tidak tenang sejak perjalanan pulang.


Dia memikirkan putra bungsu nya. Tentu saja tidak apa jika anak nya jatuh cinta, tapi kenapa harus menjauhi cucu nya.


Karena ayah hans telah sakit kepala dengan keluhan istri nya.


Ayah hans menceritakan tentang rencana nya dan cavier untuk menyelidiki wanita itu.


Bahkan menceritakan rencana cavier untuk mengambil cassie sebagai putri nya jika kevin mencampakan cucu mereka.


Ibu hans menjadi tenang dan menatap lembut bayi yang tidur di pelukan nya.


Saat larut malam, pesta akhirnya selesai.


Kevin yang mabuk di bawa oleh cavier pulang. Sedangkan calvin mengantar kekasih nya pulang.


Cavier menatap adik nya yang terlihat kacau. Dia tidak bisa menyalahkan adik nya. Dari mereka kecil, dia yang tertua dan menjaga adik-adik nya.


Di mata cavier, adik nya bahkan masih memiliki lemak bayi di pipi nya. Bagaimana dia bisa menjadi seorang ayah.


Setelah sampai rumah, cavier mengantar kevin ke kamar. Lalu dia pergi ke kamar nya sendiri.


Kevin tidur dengan gelisah. Tengah malam ia terbangun dengan keringat deras.


Mencium aroma sendiri, dia menuju kamar mandi untuk mandi air dingin dan menghilangkan pikiran nya yang kacau.


Setelah memakai pakaian tidur, ia menuju kamar putri nya. Dengan langkah ringan tidur di samping menatap, mencium dan memeluk putri bayi nya.


"maaf, jangan tinggalkan papa. baik. "

__ADS_1


setelah itu kevin pun tidur.


__ADS_2