Peace Of Mind

Peace Of Mind
EPS.8


__ADS_3

H A P P Y R E A D I N G


jangan lupa vote nya !!


🤗


Setelah aku meninggalkan kelas, tak terasa jika sudah sangat banyak orang dan tidak semerinding tadi pagi, setelah di dirasa sudah aman aku pun bergegas berlari ke arah kelas dan kebetulan juga bel masuk berbunyi, aku buru buru masuk karna tidak sengaja melihat Bu Susi beserta 7 laki laki yg maybe murid baru di kelas ku.


Setelah ku rasa sudah sampai aku pun langsung berlari dan duduk di tempat duduk  ku dan di sana juga sudah terdapat Justin yg sedang tertidur menghadap ke arah ku, dan di belakang juga ada Sean serta Angkasa mereka juga sama, sama sama tertidur pulas dan memiringkan kepalanya menghadap ke samping kanan.


Aku yg sedang asik melihat mereka tertidur pun langsung tersentak kaget kala mendengar suara Bu Susi yg sedang berbicara di depan beserta anak murid baru yg berada di belakang nya, aku melihat dengan intens ke arah mereka, dan mereka pun membalas serupa dan lebih intens, ada dari salah satu mereka seperti sedang tersenyum miring, ewrrr sangat mengerikan.


Setelah di lihat lihat mereka seperti orang yg 2 hari berkunjung di cafe milik mba Rena, ahh iya mereka yg duduk di kursi nomer 14 yg hanya memperhatikan handphone dan hanya meliriknya sekilas itu, ya, Dia baru ingat, karna terlalu lama berpikir dia pun tersadar setelah ada seseorang yg membisikan sesuatu tepat di telinga nya.


'jangan terlalu fokus ke depan' bisik nya.


Aku pun tersadar dan langsung menoleh ke arah samping dan ternyata itu adalah Justin, Justin lh yg membisikan kata-kata itu, aku hanya mengangguk lalu terfokus kembali ke arah buku novel yg berada di genggaman tangan aku.


"Baik assalamualaikum semua hari ini kita kehadiran murid baru, dan untuk kalian silahkan memperkenalkan diri" ujar Bu Susi mempersilahkan mereka untuk memperkenalkan diri.


"Arjuna aksara Alderweireld" kata Arjuna dengan singkat dan terkesan dingin.


"Keenan de empresa" ujar Keenan dengan nada yg datar.


"Farrel Leondra algantara" ujar singkat dari Farrel.


"VĂ­ctor Manuel de acuerdo" ujar Victor dengan suara serak khas nya.


"Devin Álvaro Obregón" ucap Devin dengan nada dingin dan malas.


"Kevin adjunto el archivo" ucap Kevin dengan nada sedikit dingin serta tatapan tajam bak elang nya.


"Zidan Álvarez de Toledo" Zidan pun berkata demikian seperti sahabat sahabatnya tetapi dia lebih mendominasi dengan aura dingin serta mengintimidasi.


"Sudah segitu saja, kalian bisa langsung duduk di kursi yg masih kosong, dan untuk hari ini kelas kalian free karna seluruh guru akan rapat untuk kalian ibu harap tidak ribut" Ujar Bu Susi lalu pergi untuk rapat.


"Baik bu"

__ADS_1


Setelah Bu Susi pergi, anak anak yg berada di dalam kelas pun yg tadi nya hening menjadi sangat ramai dengan teriakan serta tawaan mereka.


"Yeay free class"


"Yoi, Mabar kuy"


"Yeay bisa kenalan dulu sama nakbaru"


"Kantin kuy"


Disitu seperti nya hanya aku, Sean, angkasa, Justin beserta Arjuna dkk yg hanya diam di sertai canggung, aku pun mencoba untuk mencair kan suasana yg sangat tidak mengenakan ini.


"Ekhem Sean, Aksa sama Justin mening kita ke kantin aja yuk" ujar ku mengajak mereka agar tidak terlalu canggung.


"Ayo!!"


"Ayo lah"


"Hmm"


"Yaudah ayo!" Aku pun menarik tangan mereka ber 3 agar berjalan sejejer dengan langkah ku, kaki mereka yg panjang di sertai kaki ku yg pendek, sepertinya tidak akan bisa menyeimbangkan langkah kami ber 4, aku yg reflek melepaskan tangan mereka lalu berlari setelah melihat ada yg sedang bertengkar.


Mereka yg melihat nya sangat terkejut dengan tindakan ku yg bisa di bilang sangat berani apalagi dengan anggota geng tersebut, aku berani karna aku yg benar kalau aku salah baru aku takut, ga perlu malu berbuat baik asalkan berbuat nya dengan yg niat nya baik bukan dengan yg niat nya jahat.


"Maksud Lo apaan hah!! Ngapain lo ikut campur urusan gw?!" Bentak Juan yg memang sedang tersulut emosi.


"Ga sih cuma emang ga suka ada yg berantem gimana dong?" Ujar ku dengan santai tanpa rasa bersalah.


Mereka pun bertambah terkejut sekaligus kagum dengan cara bicara ku, aku tidak peduli yg penting skrng adalah meluruskan masalah mereka berdua.


"Ga usah sok jadi pahlawan deh lo!!" Juan sudah sangat emosi skrng karna aktivitas nya di ganggu oleh gadis di depannya ini.


"Ga bermaksud kok aku jadi pahlawan lagian kenapa kakak ga punya malu? Kakak di sekolahin bukan buat jadi jagoan tapi jadi kebanggaan" ujar ku masih dengan nada santai tetapi skrng ada sedikit nada tegas di setiap katanya.


"Bukan urusan Lo, dan Lo ga usah sok peduli sama hidup gw!" Juan masih dengan nada yg tinggi dan mata yg menatap tajam gadis yg merupakan adek kelas.


"Aku peduli juga buat kakak bukan buat diri aku sendiri, kalau kakak emang mau nyari masalah, nyari masalahnya jangan sama ketos dong sama polisi aja sekalian, biar di hukum" aku sudah bilang jika aku tidak suka kekerasan tetapi laki laki di depan ku ini sangat keras kepala.

__ADS_1


"Maksud Lo apaan hah!!" Sentak nya dengan nada yg tambah tinggi dari sebelumnya.


"Kan aku udh bilang 'kalau kakak emang mau nyari masalah, nyari masalahnya jangan sama ketos dong sama polisi aja sekalian, biar di hukum' " kata ku dengan nada yg di akhiri nada lirih agar tidak terdengar.


"Ga usah ikut campur, lu cewe bukan tandingan gw!" Cukup, cukup sudah kesabaran aku skrng sudah tidak ada lagi yg namanya sabar, liat saja dia blm tau sifat asli ku yg sebenarnya huh.


"Oke sini lawan saya" ucap ku dengan nada formal.


"Oke sapa takut" ujar nya dengan nada sombong serta angkuh.


Reina pov end


Sedangkan di sisi lain, angkasa, Justin dan Sean yg melihat dan mendengar semuanya pun ingin bertindak tetapi di tahan oleh areksa yg memang kebetulan sedang berdiri di samping mereka.


" Ga usah dia bisa ngatasin sendiri" ucap areksa memperingati mereka.


"Tapi-" ucap Sean terpotong oleh kata kata dari Rian.


" Ga usah udh diem liat sendiri, dia bisa ngatasin nya kalian jangan ganggu nanti kena" ujar Adrian lalu terfokus ke depan yg memperlihatkan Juan serta Reina yg sudah siap akan menyerang satu sama lain, kebetulan sekali jika letak ruang guru dari lapangan sangat jauh.


Sedangkan di kejauhan terdapat 7 orang pria yg diam diam melihat kejadian itu, lalu mereka yg memang sangat penasaran pun langsung melangkahkan kaki nya ke arah kerumunan di tengah lapangan, banyak teriakan para siswi setelah melihat ke 7 prince ice yg melewati kerumunan dengan sangat mudah, disitu mereka melihat jika ada Reina serta 1 orang laki laki yg sedang mencoba untuk menyerang Reina tetapi hasilnya nihil, sebelum tendangannya mengenai muka Reina, Reina lebih dulu menangkap nya lalu mendorongnya sehingga laki laki tersebut tersungkur di aspal.


"Gimana? Enak?" Tanya Reina dengan nada santai.


"Bacot Lo anjing!" Sentak nya lalu pergi dari lapangan yg memang kebetulan sudah waktu nya bel istirahat, Reina yg melihat itu dengan tatapan polos pun cukup membuat para siswa di lapangan memekik menahan gemas, serta ada tatapan sinis dari para siswi yg sangat iri dengan aura yg di pancarkan Reina.


_____________


Vernon Arucas


- bahagia? Ga pernah ngerasain karna yg aku tau hanya penderitaan -


Min, 5 Des


00.37


1208 kata

__ADS_1


Vote ya kawan nanti tak doain dapet pemeran fiksi kesayangannya wkwkw


TBC......


__ADS_2