Peace Of Mind

Peace Of Mind
eps.6


__ADS_3

Keesokan hari nya....


Author pov


Hari ini adalah hari Minggu, Reina yg sudah siap siap untuk bertemu dengan anak laki laki yg sempat dia tolong malam tadi, dia akan menjenguk anak laki laki tersebut dan dia juga akan berusaha untuk mencoba mencari orang tua kandung anak laki laki tersebut, Reina sudah siap dan skrng Reina tinggal mencari taxi untuk ke rumah sakit sentosa, setelah taxi datang Reina pun bergegas untuk masuk dan memberitahu arah rumah sakit yg akan dia kunjungi.


"Pak ke rumah sakit sentosa pak"kata nya memberitahu pak sopir tersebut.


"Baik non"


Setelah aku memberitahu pak sopir, di dalam mobil terjadi keheningan yg sangat tidak mengenakan yg di mana mereka saling dengan pemikiran masing masing, dan pak sopir pun hanya diam dan fokus dan Reina pun yg sedang sibuk melihat lihat mobil dan motor yg berlalu lalang, setelah beberapa menit taxi pun berhenti saat melihat lampu lalu lintas berwarna merah, Reina pun hanya diam dan menikmati pemandangan, di saat sedang asik asik nya melihat lihat kedua mata nya melihat ke arah mobil sport yg berwarna hitam bermerk Lamborghini Aventador, sangat indah.


Reina melihat di sana ada seorang laki laki yg sedang memperhatikan taxi yg Reina tumpangi dan dia bisa melihat dua buah netra berwarna hitam kelam dan ada satu lagi netra berwarna biru di samping pengemudi itu, mereka memperhatikan taxi nya, sempat menyangkal kalau mereka hanya kebetulan melihat, tetapi ini sangat nyata di mana mereka memperhatikan nya dengan intens dan lama kelamaan netra nya dan netra mereka pun beradu, dan akhir nya terputus karna taxi reina sudah berlalu.


Xander pov


Disini di Indonesia lebih tepatnya di bandara Soekarno Hatta dia atau Xander geofano Alfian seorang remaja yg sangat tampan dan banyak di gemari perempuan, dia adalah salah satu ketua geng dan salah satu sahabat dari seorang Lucas Alcaraz Giorgio atau yg kerap di sapa Lucas atau tidak Al dia merupakan wakil sekaligus sahabat dari seorang Xander.


"Semua sudah di siapkan tuan"ucap sang bodyguard.


"Hm"


Tak lama setelah itu aku mendapat panggilan dari Lucas sahabat ku yg tengah berada di China karna ibu nya mengalami kecelakaan dan mengharuskan nya untuk tidak ikut ke Indonesia, aku skrng hanya di temani oleh Kim Kardashian atau biasa di sapa Kim dia berasal dari Korea yg kebetulan sedang sekolah di Amerika, mereka bertemu tanpa sengaja dan berujung membuat pertemanan dan dia juga adalah inti dari Geng Snowden atau singkatan nya adalah GS, aku dan dia juga sangat akrab, kita sama sama mempunyai sifat yg dingin dan juga kejam, kita tidak memandang bulu, mau itu perempuan ataupun laki laki.


Setelah panggilan selesai aku dan Kim pun bergegas pergi ke arah mobil yg sudah di siapkan oleh bodyguard, aku dan dia mengendarai nya hanya berdua sedangkan para bodyguard aku suruh untuk pergi lebih dulu karna bagaimana pun juga aku ingin bebas sebentar.


Sudah cukup lama aku tidak melihat dan menghirup udara bebas dan skrng aku bisa bebas dari bodyguard yg menyebalkan itu, aku sudah dari kecil tidak pernah yg nama nya tidak di awasi oleh bodyguard mau itu dari dekat mau pun jauh, karna menurut bunda dan ayah ku, banyak sekali orang yg mengincar nyawa nya dan juga banyak sekali musuh yg berkeliaran pada hal mereka tidak tau jika anak kesayangan mereka ini mempunyai geng motor terkenal dan juga cukup di segani di Amerika.


"Kim bagaimana sekolah kita?"tanya ku dengan nada datar.

__ADS_1


"Sudah di selesai kan"jawab Kim dengan nada santai sedikit nada dingin.


"Oke"


Setelah percakapan singkat dan skrng mobil ku berhenti karna sedang lampu merah, aku yg memang nya cepat bosan, memilih untuk melihat lihat ke arah pengendara yg lain, dan buum pandangan ku melihat seorang perempuan di bangku penumpang di belakang, dia sedang melihat lihat dan sepertinya dia sangat bosan, aku melihat nya lekat tanpa berkedip sekalipun.


'cantik' batin ku.


Aku terlalu fokus dengan 1 objek dan tanpa sadar jika Kim memanggil manggil nama ku berulang kali, aku sungguh ingin sekali tau dengan nama perempuan yg mampu membuat ku menatapnya tanpa berkedip, sangat sangat ingin tau, jika dia satu sekolah dengan ku, aku sangat bersyukur.


Kim pov


Aku sedari tadi memanggil nya tetapi tidak ada respon sekali pun, dan aku mencoba mencari tau apa yg sebenarnya membuat Xander tidak memalingkan muka nya, aku pun mencoba mencari objek yg bisa membuat seorang Xander geofano Alfian tidak mengedipkan mata nya.


Dan damn ! Aku melihat seorang perempuan yg sangat sangat sangat cantik, dia cantik mengalahkan mantan ku, dia sangat cantik serta senyum nya yg sangat manis, pantas saja Xander tidak mau memalingkan wajahnya ternyata dia sedang melihat objek yg sangat sangat cantik seperti bidadari di surga tetapi versi dunia nyata nya, aku melihat jika mobil perempuan tersebut akan melaju dan aku pun menyadarkan kesadaran ku dan Xander, setelah kesadaran kami terkumpul kami pun melaju kan mobil menuju mansion yg sudah di belikan oleh ayah dan bunda Xander.


Xander, Kim pov end


Reina pov


Setelah beberapa menit aku di jalan, dan skrng aku pun sudah tiba di depan rumah sakit yg kemarin aku titipkan anak laki laki tersebut setelah itu aku pun mau ke dalamnya rumah sakit tersebut dan setelah itu aku ruangan anak laki-laki tersebut lalu aku pun bergegas untuk melihat anak laki-laki tersebut.


Dan disitu aku melihat jika anak laki-laki tersebut sedang menatap jendela dengan tatapan yg kosong, aku pun mencoba untuk menghampirinya dan aku bisa melihat jika dia nanya menatap kosong jendela di depannya lalu aku pun tidak sengaja mendengar dia sedang bergumam sesuatu.


Aku bisa melihat jika dia sedang menangis dan aku juga bisa melihat di muka jason enggak ada kesedihan di situ aku merasa iba sepertinya dia sangat terbebani dengan semua pikirannya dan dituju juga bisa membuat daya tahan tubuhnya mengurang, disitu juga aku bisa melihat jika dia sama sekali tidak menyentuh makanannya.


Aku menghampirinya dan mencoba untuk menumpuk punggung adanya dia pun menoleh dan dia pun memeluk tubuhku lalu setelah itu dia menangis sekencang-kencangnya dia bergumam jika ada sesuatu di sampingnya dan dia pun menunjuk nunjuk sesuatu di arah kamar mandi dari cara jika di situ ada sesuatu yang sangat menyeramkan.


Aku kan mencoba untuk menenangkan nya, dan aku juga mencoba untuk memberitahu jika disitu tidak ada apa apa, aku menanyakan kenapa dia tidak makan dan dia pun berkata.

__ADS_1


"Aku ga ada selera mom"ucap nya.


Mom? Ya tidak apa apa kasian dia sepertinya sangat kesepian selama ini, aku mencoba untuk menjadi seorang ibu dan aku juga mencoba untuk menjadi ayah untuk anak ini.


"Mom aku boleh bercerita?"tanya nya masih dengan posisi aku memeluk tubuh nya.


"Boleh sayang cerita aja"


Flashback on


Di sebuah rumah ah ralat tapi itu adalah sebuah mansion, di sana terdapat seorang laki laki berusia sekitar 27 tahun yg sedang menyiksa seorang anak laki laki berumur 7 tahun, di situ posisi anak laki-lakinya sedang dipukul dengan kayu yang di situ juga anak laki-laki itu sedang menangis kencang dengan ditampar kepada pria tersebut.


Dia meminta ampun, dan dia juga menangis kencang dengan posisi badan sudah banyak luka, dari luka cambukan, luka pukulan dan juga luka tamparan, disitu dia sudah menangis, dan dia juga sudah mencoba untuk meminta ampun tetapi laki laki yg memukul nya tetap saja melancarkan aksi nya, dia terus memukuli anak laki laki tersebut, hingga puncak nya laki laki tersebut menyeret tubuh anak laki laki itu ke arah pintu utama mansion, di sana laki laki itu mendorong tubuh anak laki laki tersebut dan anak laki-laki tersebut pun bergegas untuk berlari sekencang kencangnya dan berakhir pingsan di samping jalan, lalu dia terbangun dan melihat jika dia sedang berada di rumah sakit.


Flashback off


"Gitu mom"ucap nya masih dengan sesegukan.


"Astaghfirullah, dia siapa kamu sayang?"ucap ku dengan nada lembut.


"Dia ayah aku mom"ucap nya lalu mendongak kepala nya.


"Astaghfirullah ayah macam apa dia?! Sangat kasar dengan anak nya!"ucap ku kesal dan nada nya tersirat amarah.


"Dia bukan ayah kandung aku mom tetapi dia itu paman dari ayah kandung aku, dia udah bunuh ayah kandung aku, dan dia juga yg udh bunuh, bunda aku, dia tampan hanya saja dia sangat dingin dan kejam, aku ga suka"penjelasan nya lalu mengeratkan pelukannya di tubuh ku.


"Ya Allah kejam sekali dia itu"ucap ku iba dengan cerita anak laki laki tersebut. "Nama kamu siapa hm?" Tanya ku dengan anak laki laki tersebut.


"Nama aku Vernon mom kalau nama mom?"jawab nya lalu balik menanyakan nama ku.

__ADS_1


"Nama mom Reina panggil aja Rei"ucap ku lalu mengelus pucuk rambut Vernon.


__ADS_2