Peace Of Mind

Peace Of Mind
eps.4


__ADS_3

"tapi aku malu kak"


Aku melihat Justin hanya menghela nafas panjang lalu dia pun berkata.


"Ga usah malu"katanya lalu bergegas mencari keberadaan teman teman nya.


'ih malu banget mana tatapan mereka kek mau nerkam aku lagi'batin ku.


"Udh abaikan saja tatapan mereka"ucap nya kembali lalu menggenggam tangan ku dengan erat dan melangkah pergi menemui teman teman yg lain.


Aku dan Justin pun tiba di meja para sahabat Justin dan mereka pun nyapa ku dan aku hanya membalas dengan senyuman lalu saat aku akan duduk ada seorang perempuan yg dengan sengaja menjatuhkan jus nya ke baju seragam ku, aku disitu hanya bisa pasrah dan hanya bisa menahan tangis yg akan keluar, aku pun memberanikan diri untuk pergi, tapi sebelum pergi, perempuan yg dengan sengaja menjatuhkan jus nya di baju seragam ku pun menarik rambut panjang ku, sakit? Ya itu yg aku rasa kan, aku pun tidak bisa apa apa, aku sebenarnya bisa membela diri ku tapi aku melihat jika dia punya banyak teman dan aku hanya sendiri disini.


"heh Lo ngapain hah Deket Deket cowo gw!!"teriak nya di depan ku.


"Cowo kakak emang siapa?"tanya ku sembari menahan rasa sakit di kepala ku.


"Lo tanya cowo gw siapa? Justin gw cowo gw jauh jauh lu ga usah Deket deket sama cowo gw!!"sentak nya penuh dengan amarah.


"Maaf kak bukan bermaksud buat deketin cowo nya Kaka, cuma aku emang di ajak kesini sama Justin nya"jujur ku agar kakak di depan ku ini percaya lalu melepaskan jambakannya yg sangat sakit ku rasa kan.


"Ga usah banyak bacot lu ******!!!"ucap nya sangat nyaring di telinga ku.


"A-aku bukan ****** kak, aku mohon lepas jambakannya ini sakit kak"ucap ku memohon kepada nya, sungguh ini sangat sakit rasanya rambut ku ingin keluar dari kepala ku, sangat perih dan sangat sakit.


"Diam!!"sentak Justin.


"Mksd lu apa hah!! Gw ga punya cewe!!"ujar nya lalu mencoba untuk melepaskan jambakan nya dari ku.

__ADS_1


"Mksd lu apa hah!! Ga usah sok berkuasa lu!"teriak nya di depan perempuan tersebut.


"Dengerin gw ya Celsi, dia sahabat gw dan dia juga Queen nya geng Lion ga usah Lo macem macem sama dia kalau ga mau gw sama sahabat sahabat gw neror lu dan antek antek lu, paham?"kata nya dan setelah dia mengatakan itu perempuan yg menjambak ku pun menurunkan tangannya lalu pergi meninggalkan kantin, dan Justin pun menghampiri ku dan yg lain pun sama sama saling menghampiri ku lalu aku merasa seperti ada yg mengelus rambut ku dan yups itu adalah sean dia mengelus rambut ku lalu dia bertanya.


"Sakit ya? Sini duduk dulu"ujar nya dengan nada yg lembut dan jarang sekali di keluarkan terkecuali kepada sang ibu tercinta nya.


"Sini gw elusin!"ucap nya lalu menarik ku untuk duduk bersama mereka, aku hanya bisa pasrah dan mengangguk angguk kan kepala ku sebagai jawaban.


"Lain kali kalau emang bisa bela diri, lawan aja jangan takut"


"Tau nih jangan takut dong kita kan ada kalau lu kenapa kenapa"


"Tenang kita ada disini kok!"


"Maaf tadi ga ngelerai soalnya kita mau tau sejauh apa sih dia sampe sampe ngaku sebagai cewe nya gw"


"Iya gpp kok lagian juga aku gpp harus di biasain biar ga terlalu shock hehe"ujar ku terkekeh pelan.


"Untuk lucuu"


"Lain kali jangan oke?"


"Ga gitu juga cantik"


"Gemess gw ih"


"Hahaha kalian lucuu marah marah nya"ucap ku sambil tertawa melihat mereka yg sedang mengomeli ku.

__ADS_1


Mereka itu lucu sangat sangat lucu aku pun terhibur dan melupakan kejadian yg baru saja aku alami, mereka itu sangat cocok untuk menjadi sahabat ku, aku yg humor nya sedikit dan mereka yg selalu kompak dalam mengomeli ku.


Kelakuan mereka bisa di bilang lucu di depan ku dan akan menyeramkan jika ada yg menganggu mereka ah ralat tapi aku juga jika ada yg menganggu aku sempat terkejut karna ucapan seorang Justin yg mengatakan kalau aku adalah sahabat mereka, aku senang ya sangat sangat senang bisa mempunyai sahabat meski bukan seorang perempuan tapi setidaknya aku mempunyai teman.


Aku anak yg ansos aku selalu berdiam diri di rumah tanpa tau dunia luar dan skrng aku tau dunia luar dan pertemanan dengan orang luar, aku bersyukur karna bisa di pertemukan dengan mereka yg notabene nya orang yg baru aku kenal dan aku pun bersyukur karna aku bisa menahan untuk tidak cengeng di depan mereka, aku dari dulu sudah homeschooling dan aku blm prnh merasakan masuk ke sekolah yg real dan skrng aku merasakan nya, sangat seru dan juga sangat memilukan baru pertama masuk udh di bully.


Bel masuk pun berbunyi, aku dan Justin pun berpamitan kepada para sahabat Justin, lalu melangsungkan pergi ke kelas masing masing, aku masih memikirkan kehidupan ku kedepannya, bagaimana ya hari hari ke depan? Apa akan sangat menyenangkan?.


Cukup lama aku memikirkan nya tanpa aku sadari, aku sudah berada di depan kelas, aku sadar setelah Justin menyentil kening ku setelah sadar aku pun mengusap kening ku yg baru saja di sentil oleh Justin.


Tuk...


"Aduh sakit Justin, kenapa sih di sentil!!"ucap ku kesal.


"Lu bengong padahal udh sampe"jujur nya lalu aku pun melihat ke depan ternyata benar kita sudah sampai di depan kelas, aku pun pergi tanpa memperdulikan Justin, aku masih kesal dengan nya, bukannya beritahu malah menyentil kening ku dan berujung merah.


Kesal? Iya sangat sangat kesal, setelah aku menggerutu tidak jelas, guru pun datang dan memberikan informasi jika besok kelas ku akan kedatangan murid baru yg berjumlah 7 orang dan itu laki laki semua, aku hanya menyimak dan diam tanpa mengomentari seperti perempuan yg ada di kelas ku, mereka berberisik karna sangat penasaran dengan ke 7 laki-laki itu Bu guru Ratna hanya bisa menghela nafas saja lalu menjawab komentar anak gadis di kelas ini.


"Cukup! Waktu nya belajar kalau ingin melihat mereka besok juga mereka akan masuk, skrng buka buku hal 103 sampai 106 baca lalu rangkum jangan berisik dan kalian kerja semua nya, ibu tinggal assalamualaikum"ujar Bu Ratna lalu di balas oleh para siswa.


"Waalaikumsalam"


Setelah itu Bu Ratna pun pergi ke luar kelas dan kamu pun mengerjakan semua tugas yg bu Ratna berikan, setelah beberapa menit mengerjakan, bel pulang pun berbunyi dan kami pun bergegas untuk membersihkan meja serta buku buku, sebelum itu kita berdoa bersama lalu pulang dan saling berpamitan dengan temannya, tetapi sebelum itu ada juga yg mengerjakan piket kelas karna itu sudah di tentukan setiap hari.


Aku dan Justin sudah ada di depan gerbang, aku akan bekerja part time hari ini di cafe kencana, aku harus bekerja part time karna aku butuh masukan juga karna aku harus mandiri tanpa uang ayah ku, setelah sampai di depan gerbang aku pun berpamitan dengan Justin karna hari ini aku akan terlambat jika berlama lamaan di sekolah, saat aku akan melangkah kan kaki ku Justin pun berkata.


"Gw Anter"katanya lalu bergegas menggunakan helm nya, dan memberikan helm satu nya ke arah ku, aku hanya pasrah lalu menaiki motor sport milik Justin.

__ADS_1


"Makasih"ujar ku berterimakasih dengannya karna tidak enak sudah merepotkan.


"Sama sama"


__ADS_2