
Reina pov
Hari sudah mulai menggelap dan jam pun sudah menunjukkan pukul 18:00 yg berarti sudah memasuki waktu shalat untuk muslim, setelah Reina melihat jam dia pun memutuskan untuk shalat di ruangan milik Vernon, dan kebetulan juga Vernon itu muslim jadi dia pun memutuskan untuk mengajar kan Vernon bagaimana tata cara shalat dan mengaji, setelah kegiatan nya selesai, dia beserta Vernon pun memutuskan untuk makan karna kebetulan Vernon saat ini sangat lapar, Reina pun bergegas pergi untuk membeli makanan di kantin rumah sakit.
Aku yg memang tidak fokus ke arah depan pun tidak sengaja menabrak dada bidang seseorang, Reina mengelus kening nya yg bisa di bilang akan merah karna ulah nya sendiri yg tidak fokus ke depan, setelah itu Reina merasa menabrak dada seseorang pun, Reina memberanikan diri untuk mendongak kepala dan boom disitu ada seorang laki laki yg hanya menatap nya datar, dia menatap nya tajam dan intens, Reina yg memang nya cepat risih jika ada yg melihat nya seintens itu, dia memberanikan diri untuk membuka suara.
"E-eum m-maaf t-tuan....s-saya ga sengaja dan saya buru buru sekali lagi maaf"ucap nya lalu bergegas pergi meninggalkan laki laki tersebut yg masih tidak bergeming dan bersuara sekali pun, dia masih memikirkan sesuatu yg sangat sulit di artikan, dia pun membalikkan badannya dan dia melihat punggung gadis yg baru saja menabrak nya dengan pandangan yg sulit di artikan serta seringaian yg cukup menyeramkan ketika ada yg melihat nya.
'cantik dan menarik' batin laki laki tersebut.
Penasaran siapa laki laki itu? Ya itu adalah Lucas Alcaraz Giorgio atau kerap di sapa Lucas ini adalah sahabat dari Xander geofano Alfian dan Kim Kardashian, dia baru saja mengantarkan ibu nya berobat di negara ini dan kebetulan dia pun memutuskan untuk mendaftar di SMA Pati, SMA yg di tempati oleh Reina ini.
Setelah itu Lucas pun tersadar dari lamunannya dan dia pun memasang tampang datar serta aura yg mengintimidasi dan jangan lupa juga sedikit aura dingin yg sempat dia keluar kan, cukup membuat orang orang di sana merinding di tempat, Lucas yg masih saja memikirkan muka cantik seorang Reina dan dia juga memikirkan cara berbicara Reina terhadap nya, cara bicara dia cukup gugup serta tidak ada rasa tertarik dengannya, dan dia pun bisa melihat dari kedua bola mata ny jika Reina memang seperti tidak tertarik dengan seorang Lucas, cukup unik dan juga langka.
Reina yg keadaan nya masih berlari untuk mencari sesuatu yg di inginkan anak dan dirinya pun masih saja tidak bergeming dari kantin rumah sakit, di sana banyak makanan hanya saja dia tidak tertarik dengan makanan makanan yg lain dan ada 1 objek yg menarik perhatian nya , yaitu nasi goreng setelah reina melihat tukang nasi goreng tersebut Reina pun bergegas untuk membeli 2 porsi 1 untuk anak nya dan 1 lagi untuk diri nya.
Sudah dirasakan cukup Reina pun bergegas untuk pergi ke arah ruang rawat anak nya, Vernon bisa di bilang sangat posessive terhadap nya, dia sangat sangat menjaga Reina dan dia juga sangat takut di tinggal terlalu lama oleh nya, merasa tidak enak Reina pun mencoba untuk membiasakan nya.
Setelah di rasa dia sudah sampai di depan ruang rawat Vernon, dia bisa melihat di sana Vernon sedang mengobrol dengan dokter yg sempat menolong nya saat keadaan Vernon parah saat itu.
Cleck...
"Permisi"
"Mommy!! Kenapa lama?!"tanya Vernon lalu memeluknya dengan posessive.
__ADS_1
"Nah kan mommy kamu udh Dateng jadi dokter pamit dulu ya"ucap dokter Farrel berpamitan dengan Vernon.
"Iya dokterr!!"jawab nya masih dengan posisi memeluk Reina.
"Makasih ya dok udh menemin Vernon"ucap ku berterimakasih pada dokter Farrel.
"Ya gpp"ujar singkat dokter Farrel
Setelah itu dokter Farrel dan aku pun cukup sangat akrab, dia menganggap ku sebagai adik dan aku menganggap nya sebagai Abang meski aku mempunyai 4 orang Abang dan itu sangat jauh dari tempat tinggal ku yg skrng, aku cukup senang karna aku bisa mempunyai seorang Abang di Jakarta di ibukota yg aku tempati.
Setelah percakapan singkat, aku dan Vernon pun memutuskan untuk tidur karna besok sudah waktunya beraktivitas lagi, aku yg sekolah dan Vernon yg harus check up rutin di setia hari Senin.
Hari sudah menunjukkan pukul 5 pagi Reina sudah terbangun karna alarm di handphone nya, dia pun langsung pergi ke arah kamar mandi, setelah selesai membersihkan diri, dia pun memutuskan untuk ke kantin rumah sakit, membeli makanan untuk sarapan nya dan Vernon.
Setelah sudah membeli apa yg dia mau, dia pun bergegas untuk kembali ke ruangan milik Vernon, dia melihat jika Vernon masih terlelap dan masih setia dengan mimpi nya, terkadang jika bisa menjadi menggemaskan dan bisa menjadi mengerikan, Ntah lah mungkin efek selalu di siksa oleh ayahnya jadi dia mempunyai sifat yg berbeda dari anak seusianya.
"Eunghh...."
"Mommy ini masih pagii ih"ujar Vernon sembari mengucek mata nya.
"Jangan di kucek sayang nanti sakit mata nya" Reina pun mengelus mata Vernon dengan lembut.
"Iya mom, kenapa mom bangunin aku jam seginii, aku masih ngantuk" memang Vernon masih mengantuk karna tidak biasa bangun pagi pagi.
"Bangun, mandi udh itu sarapan bareng mom, mom mau sekolah udh ini" ucap Reina lalu menggendong Vernon di arah kamar mandi.
__ADS_1
"Mau pake air anget mom"
"Iya sayang"
Setelah memandikan Vernon Reina pun menyuapi Vernon dengan telaten, setelah itu dia pun bergegas mengganti baju nya dengan baju sekolah, setelah mengganti pakaian dia memutuskan untuk menelpon bang Farrel untuk menjaga Vernon serta sekalian untuk berpamitan.
Cleck
"Morning"
"Morning too" Kata Reina serta Vernon dengan kompak.
"Vernon sama Abang dulu yuk mom nya mau sekolah" ujar bang Farrel sembari menggendong Vernon.
"Iya bangg aku sama Abang, yaudah mom hati hati di jalan Yaa" Peringatan dari Vernon untuk nya.
"Siap yaudah mom mau pergi dulu ya, bye assalamualaikum" ujar ku lalu mengambil tas yg berada di sofa lalu pergi keluar ruangan.
"Waalaikumsalam"
Setelah berpamitan, Reina pun pergi berlari mencari taxi dan setelah mendapatkannya dia pun memberitahu tujuan dan setelah itu mobil pun segera melaju, pukul sudah menunjukkan jam 06:00 artinya ini masih sangat pagi.
Setelah mobil berhenti di depan gerbang sekolah, dia pun langsung membayar kepada pak sopir lalu pergi ke dalam sekolah yg masih sedikit sepi, hawa yg dingin sangat menusuk ke kulit putih nya, serta lorong yg sangat panjang dan sepi ini menambah kesan mengerikan.
Kelas IPA 2
__ADS_1
Sangat sepi dan menyeramkan, sudah cukup merinding lalu Reina pun buru buru untuk meletakkan tas nya di kursi.