
Hari ini adalah hari pertama Reina masuk ke SMA Pati, SMA yg terkenal di ibu kota Jakarta ini, SMA ternama dan terkemuka di seluruh Indonesia, sekolah nya para anak penjabat dan anak orakay.
Reina masuk ke sekolah ini karna bantuan om nya yg kebetulan adalah kepala sekolah di sekolah ini, sekolah ini sangat luas, ada lapangan basket, lapangan futsal, lapangan untuk berlari dan juga lapangan untuk upacara, disini juga guru nya ramah ramah meski kadang ada yg sinis tetapi maklumin nama nya manusia kadang suka iri sama ke dudukan orang lain.
Meski SMA Pati adalah sekolah elit dan sekolah yg penjagaan nya ketat tidak akan mempengaruhi anak anak yg susah di atur contoh nya Justin, Sean, Adrian dan angkasa, mereka skrng sedang berlari 20 kali keliling lapangan yg bisa di bilang sangat luas dan cuaca nya pun skrng sdng panas panas nya.
Reina pov
Aku sudah siap menjadi salah satu mahasiswi di SMA Pati ini dan aku pun sudah menyiapkan mental ku agar tidak mudah untuk di tindas oleh orang orang yg mungkin akan menindasku karna aku anak beasiswa, tapi tidak apa apa selagi itu kerja keras kita ngapain harus takut.
Aku pun menelusuri setiap sudut lorong yg aku temui dan aku pun selalu menanyakan keberadaan ruang kepala sekolah, setelah sampai di ruang kepala sekolah aku melihat di sana ada Justin, Adrian, Sean dan angkasa yg sedang di ceramahi oleh om yunda, om yunda adalah adik dari ibu ku ibu Alice.
"Kalian ini selalu saja membuat onar, kapan sih kalian kapok hah!! Kalian ini udh besar kalian udh punya tanggung jawab sendiri kalian itu bukan anak kecil lagi, kalian sudah seharusnya mandiri, kalian ini selalu saja menganggap omongan saya hanya angin lalu! Hah Astaghfirullah, skrng kalian kembali ke kelas kalian masing masing jika kalian berani berani nya bolos saya pastikan kalian saya hukum lebih dari yg sebelumnya!"ujar panjang lebar pm yunda.
Aku pun melihat mereka yg sangat santai eumm lebih tepat nya kelewatan santai sampai sampai aku berpikir apa mereka sering membuat ulah seperti itu? Ahh sangat mengerikan, aku pun memberanikan diri untuk berdehem karena suasana di sana berubah menjadi hening dan sedikit mencengkam.
"Ekhem..."
Mereka pun menoleh ke arah ku, dan aku bisa melihat mereka seperti terkejut dengan keberadaan ku, aku hanya memandang mereka bertanya tanya 'apa aku menganggu?' dalam tatapan ku tersirat akan kelembutan jadi siapa saja yg menatap nya emosi yg semula nya meluap luap akhir nya menghilang seperti secarik debu yg jika di tiup akan bertebrangan.
"Reinata Xabier J kamu saya tempatkan di kelas IPA 2 kamu sekelas dengan mereka dan kalian!!! Saya menyuruh kalian untuk mengantar kan reina karena dia murid baru di sini terimakasih!"ujar om yandu lalu mempersilahkan aku dan Justin dkk pergi ke kelas kami masing masing, di saat perjalanan suasana sangat hening dan sedikit dingin, aura mereka sangat mengerikan, tatapan yg tajam serta muka yg datar tidak seperti mereka yg aku kenal semalam.
"Kami akan lembut dengan orang yg lembut dengan kami lagi"ucap Justin, aku pun terkejut apa kah Justin bisa membaca isi pikirannya? Ahh pusing jangan di pikirkan lebih baik aku diam kan saja.
Setelah 10 menit kami berjalan kaki kami pun sampai di depan kelas yg di tunjukan oleh om yunda, mereka pun masuk dan memberitahu jika ada murid baru di kelas ini, dan guru yg mengerti maksud mereka pun langsung mempersilahkan ku untuk memperkenalkan diri di depan.
"Halo semua salam kenal nama aku Reina Xabier J panggil saja Reina atau engga Rei aku pindahan dari Jepang semoga kita bisa jadi teman yg baik!!!"ujar ku lalu tersenyum ke arah mereka semua.
"Widih orang Jepang cuy pantes aja cantik"
__ADS_1
"Ahh manis banget senyumannya"
"Gebet Cok gebet"
"Asik nih ada bidadari di kelas kita"
"Dih caper"
"Sok kecakepan banget lo"
"Masih cantikan gw"
"Ada bahan buat bully nih wkwkw"
"Muka nya cantik kalau gw tampar nambah cantik ga ya?"
Begitu lah bisikan bisikan para anak murid kelas IPS.
Justin pun menuruti perintah Bu Susi, dia pun mengangkat tangannya lalu aku pun berjalan ke arah tempat yg di tunjukan oleh Bu susi tadi, sesampainya aku di sana aku bisa mengrasakan aura yg sangatlah dingin di diri Justin, seperti nya dia sedang emosi jadi aura nya sangat mengguar ke seluruh sudut kelas, aku memberanikan diri untuk mengelus tangan nya agar emosi yg dia tahan hilang, dan seperti nya itu berhasil, buktinya aura yg tadi nya sangat dingin berubah sedikit demi sedikit.
Aku pun mencoba untuk bertanya tapi ku urungi saja niat ku itu karena aku bisa melihat jika dia memang sedang tidak ingin di ajak bicara, aku ga tau apa alasan dia marah sampai sampai aura yg dia keluarkan sangat lah dingin tapi aku tau jika dia sangat tidak suka keributan atau selebih nya tetapi yg aku tidak tau kenapa dia seperti menatap ke arah siswi yg membicarakan ku? Apa dia risih? Tapi kan seharus nya aku yg risih bukan dia, tidak mau terlalu di pikirkan aku pun memilih untuk diam saja.
"Ekhem udh jangan di tatap Mulu nanti suka lho"ucap ku tambah sedikit nada bercanda.
"Ga bakalan"ucap nya singkat.
"Ya siapa tau kan haha"ucap ku terkekeh sejenak lalu fokus kembali ke depan.
"Gw dah ada tambatan di hati jadi ga bakalan"ujar nya lalu menelungkup kepala nya di tumpukan tangannya, seperti nya dia tertidur tetapi tak apa lah yg penting aku tidak mengganggunya.
__ADS_1
"Ohh gitu"ujar ku singkat lalu mencatat semua materi yg di jelaskan oleh Bu Susi.
15 menit kemudian....
Kringg ... Kringg
"Oke baik anak anak pelajaran hari ini kita tutup, jangan lupa untuk mengerjakan tugas nya ya, ibu permisi assalamualaikum"ucap Bu Susi.
"Waalaikumsalam"
Bu Susi pun pergi ke luar kelas, aku sekarang sedang membereskan semua peralatan yg berserakan di meja, aku melihat Justin masih tertidur, aku pun berinisiatif untuk membangunkan nya.
"Jus,Justin bangun hei"ucap ku.
"Justin bangun udh bel istirahat hei"ujar ku kembali.
"Yaudah kalau ga mau bangun aku tinggal aja ya"ucap ku lalu pergi, sebelum kaki ku akan melangkah, tangan ku lebih dulu di tarik oleh nya, aku pun melihat jika Justin sudah terbangun, dan dia pun bicara.
"Tunggu"ujar nya dengan keadaan suara khas bangun tidur.
"Iya cepet"ucap ku menunggu nya.
"Ayo!"ucap nya lalu menarik tangan ku ke arah kantin berada.
Sesampainya di sana aku melihat banyak sekali pedagang dan banyak sekali orang, aku anak yg blm terbiasa dengan dunia luar pun sedikit risih ketika semua orang melihat ke arah ku ah ralat ke arah tangan ku yg masih menyatu dengan tangan Justin, aku pun ingin melepaskan ikatan tangan nya namun belum saja terlepas Justin lebih dulu menggenggam erat tangan ku.
"Lepas ih malu di liatin"ucap ku berbisik.
"Ga usah biarin aja"ujar nya masih memasang muka yg sangat datar.
__ADS_1
"Tapi aku mal-"