
H A P P Y R E A D I N G
jangan lupa di vote ya kawan..
🤗
Setelah kejadian itu usai para siswa dan siswi pun memutuskan untuk bubar karna aksi adu tojos nya sudah usai.
Sedangkan di posisi Reina yg memangnya ada di tengah tengah lapangan bersama ketos yg sempat tadi dia tolong, Reina sedang mengobati Revan si sang ketos itu dan Revan pun hanya mengiyakan sebagai jawaban, lalu setelah itu Reina pun langsung berlari mencari P3K di UKS beserta kapas dan salep.
"Kakak emang kenapa sih? Kok bisa ribut sama kak juan?" Ucap Reina yg masih fokus dengan luka milik Revan.
"Dia yg mulai duluan yaudah kakak ladenin aja"jawab Revan dengan menatap lurus ke hadapan Reina.
"Lain kali jangan begitu, kalau dia mulai kakak mening mundur daripada luka" Reina memang benar kalau memang tidak bisa mengalahkan juan jangan maju itu nama nya menyerahkan diri sendiri.
"Iya" ujar Revan seadanya.
"Nah udh selesai, yaudah Reina tinggal dulu ya kak, mau ke kantin kasian sahabat nya Reina, byee" Reina yg melihat para sahabat nya seperti menahan marah pun bergegas berpamitan dan berlalu begitu saja.
'ah sampai lupa, dia kan cewe yg waktu itu di bandara di Jepang? Ah iya gua sampe lupa mau balikin diary nya' batin Revan sambil merutuki diri nya karna bisa bisa nya lupa dengan satu hal itu. 'tapi gpp lah ya itung itung pendekatan jadi tunggu nanti nanti aja' batin Revan kembali.
Sedangkan di sisi lain
Reina yg berlari setelah melihat sahabatnya sedang menahan marah, dia bergegas lalu dia refleks memeluk mereka ber 3 dan setelah itu dia pun berkata.
"Jangan marah nanti cepet tua" setelah dia mengucap kata kata itu dia bergegas lari ke arah kantin yg memang sangat ramai.
"Wah tu anak minta di jitak"
"Untung sahabat"
"Awas aja"
Setelah mereka merutuki Reina, mereka pun menyusul kemudian mereka mencari keberadaan Reina, dan boom Reina sedang bersama ke 2 sahabat mereka.
"Reina!!" Teriak justin.
"Apa!!" Jawab Reina dengan nada sedikit tinggi.
"Sini lo!" Ujar angkasa di ikuti oleh Sean.
"Ih apaan sih??" Kata Reina sembari berjalan ke arah Justin, Sean serta Angkasa.
"Sini, tadi bilang apa? 'Jangan marah nanti cepet tua' minta tak tampol bibir mu itu"
"Iya ih maaf"
__ADS_1
"Ga ikhlas banget minta maaf nya"
"Oke oke, ekhemm Sean, Aksa, Justin Reina minta maaf ya ya ya?"
"Ga di maafin sebelum lu cium pipi kita"
"Lahh kok gitu sih? Yaudah lah"
Setelah pertengkaran itu pun Reina menyanggupi permintaan Justin berserta Aksa dan Sean.
Cup
Cup
Cup
"Udh kan? Kalau udh yaudah aku mau makan bye" ujar ku lalu berlari ke arah areksa dan Rian.
'njir pipi gw' batin mereka.
Setelah kejadian itu, Justin, Sean dan angkasa lebih sering meminta sebuah kecupan di pipi mereka satu persatu, Ntah lah sifat dingin mereka menghilang hanya karna kecupan singkat.
Kebetulan sekali hari ini adalah tanggal merah, Justin, angkasa, Sean, Rian dan areksa pun memutuskan untuk pergi jalan jalan bersama, dan jangan lupa queen mereka yaitu Reina, dia pun ikut serta dalam jalan jalan hari ini.
Reina yg memang sedang bosan di rumah pun mengiyakan ajakan dari mereka ber 5, dalam 5 menit Reina yg sudah turun menggunakan baju crop top di sertai sepatu sneaker wedges ala ala remaja Korea.
Reina yg memang sangat menyukai ayunan, langsung saja berlari ke arah ayunan yg sedikit agak dekat dengan pantai, dia melihat di sana banyak sekali pengunjung yg memang sedang menunggu sunset muncul di tengah tengah laut. Dia juga melihat di sana banyak sekali kapal yg besar dan ada juga yg kecil karna sudah melintas jauh ke arah dermaga di negara sebelah.
Terlalu fokus melihat lihat tanpa Reina sadari jika dari kejauhan sudah ada orang yg mengawasi semua gerak gerik nya, dari awal dia duduk di ayunan sampai di mana, dia memainkan pasir, semua gerak gerik nya di awasi oleh orang tersebut.
Reina yg tidak peka dengan keberadaan orang tersebut pun hanya fokus pada pasir nya yg dia bentuk menjadi sebuah tulisan yg dia tulis menggunakan kayu. Sudah cukup lama dia menulisnya dan tinggal menunggu saja ombak yg meratakan tulisan tulisan buatannya.
"Reina, sudah sini liat sunset!!"teriak justin memanggil nya untuk melihat sunset yg sedang tenggelam.
Ya memang Reina suka sekali dengan sunset, karna menurutnya sunset itu menenangkan hati dan pikirannya. Sudah cukup lama melihat sunset itu tenggelam, Reina beserta ke 5 sahabatnya pun bergegas untuk mencari restoran yg tidak jauh di taman itu, di restoran itu cukup ramai, tempat nya juga sangat bagus, bisa di bilang instagramable cocok untuk foto foto.
Reina beserta sahabat nya sedang mencari kursi yg kosong, karna padat nya pelanggan mereka sampai kewalahan mencari tempat yg benar benar kosong, sudah cukup lama mereka mencari dan akhirnya mereka menemukan nya meski harus berbagi dengan 3 orang pria. Tetapi itu tidak masalah selagi mereka tidak menganggu buat apa melarang.
"Nah itu ada yg kosong yaudah ke sana yuk!" ajak Areksa sembari menarik tangan Reina dengan lembut.
"Yaudah ayo, tapi jangan pegang pegang Reina juga kali" Ucap Justin dengan nada sinis nya.
"Tau nih Areksa lu mau modus" ujar Aksa dengan nada yg sama dengan nada bicara Justin.
"Aelah lu pada malah ribut" lerai sean yg memang sangat jengah dengan sifat ke 3 sahabat nya.
"Duduk ga usah debat" ujar Rian dengan nada datar milik nya.
__ADS_1
Setelah perdebatan singkat itu pelayan restoran tersebut pun datang ke arah meja Reina beserta ke 5 sahabat nya.
"Permisi mau pesen apa?" Tanya pramusaji dengan sedikit nada centil.
"Kalian mau pesen apa?" Tanya Reina dengan nada yg sangat lembut dan sedikit halus.
"Gw steak daging sapi sama minumnya milk shake rasa coklat"
"Spaghetti dan minumnya green tea"
"Corndog Mozarella sama boba rasa caramel"
"Nasgor pedes sama minum nya jus alpukat"
"Kalau aku pesen nya samain sama Areksa" ujar ku sembari tersenyum manis ke arah pramusaji, dan di balas dengan tatapan sinis.
Aku memaklumi bahwa pramusaji tadi sangat centil tetapi kali ini dia sudah sangat sebal karna pramusaji tadi memandangnya sinis dan jangan lupa tatapannya yg seperti ingin menerkam ku hidup hidup, mengerikan.
"Sudah itu saja?" Tanya nya kembali masih dengan nada centilnya.
"Ya segitu saja" ucap Justin dengan nada yg dingin, karna memang dia sudah sangat muak dengan kelakuan pramusaji tadi, yg terkesan sangat centil.
"Baik kalau begitu di tunggu pesanan nya" ujar pramusaji tadi lalu pergi untuk memberikan pesanan yg mereka pesan.
"Gila sih tu pramusaji centil banget" ucap Sean dengan nada sedikit muak maybe.
"Tau anjir gw aja geli dengernya" timpal Justin dengan nada yg errr menunjukkan jika dia sangat jijik.
"Udh diem!" Kata Rian yg memang sudah peka dengan keadaan di meja mereka ini, dia jugaa tau jika ke 2 sahabt nya ini sangat tidak suka yg namanya perempuan yg murahan dan centil terkesan sangat ew menjijikan.
"Jangan kek gitu Lo pada ga Baek" ujar angkasa lalu menjitak kepala Justin dan Areksa.
Tak...
"Aw anjir sakit bego" ucap Justin sambil mengelus kepalanya yg terkena jitakan angkasa.
"Gila jitakan lu sakit anjir" timpal Areksa yg mengelus Elus kepala yg tadi di jitak Angkasa.
"Lagian sih pada ghibah ga Baek lo" ujar angkasa dengan nada kesal.
"Aelah lu sa kejam bener" yg mengucapkan itu bukan Justin, Sean dan Rian tetapi Revandra Ardiyanto sang ketos yg kemaren sempat Reina tolong.
_________________
...mas nya kalau melet, damage nya ga ngotak...
__ADS_1