Pelangi Harapan

Pelangi Harapan
episode 10


__ADS_3


Di rumah naya,


"Silahkan nak arga di minum tehnya" ucap ibu sopan


"Saya ngk suka teh" jawap arga tegas,


"Ooo maaf,ibu buatin yang lain yha,nak arna sukanya apa" tanya ibu lemah lembut,



"Saya suka minuman bersoda kalu ada yanh beralkohol jga boleh,seger kyaknya siang kyak gini minum itu"


Ucapan arga tentu saja membuat ayah dan ibu terkejut,karna dalam keluarga pak torik tak ada yang meminum alkohol atau minuman keras,


"Maaf nak di sini ngk ada minuman itu" ucap ibu pelan


"Ooo yha uda kopi aja,nanti saya cari sendiri aja di restoran atau bar"


Pak torik terdiam ia merasa kan sesuatu yang aneh,karna yang ia tau dari bibi dan suaminya bahwa arga sangat alim seperti ayahnya,sangat pendiam dan penurut,



namun kenapa seperti ini,ini kali pertama arga datang sendiri biasnnya arga datang bersama orang tuanya,karna ia datang ingin mengajak naya keluar jadi ia datang sendiri,dan lebih parahnya sebenarnya ia sudah minum di jalan sebelum kesini,namun tak ada yang tau ,kini ia sudah setengah sadar,mungkin karna sebab itu ia sedikit nglantur,



"Omm,saya tanya,naya itu sangat cantik,tapi kenapa ia sangat kurus,tidak seperti saat di foto yang di kirimkam ke saya,di foto sangat terlihat seksi hahaha"


Hal itu membuat pak torik semakin binggung,kini ia tau bagaimana sifat asli dari tunangan anak nya itu,ia menahan amarah,namun ia berusaha berfikir positif,mungkin sedang becanda fikurnya,lalu ikut tertawa,


__ADS_1


"Nak arga bisa saja" balas ayah naya,


Mungkin karna pengaruh alkohol yang lumayan berpengaruh ia lebih parah disetiap omngannya ia memperlihatkan sifat aslinya,


"Omm,kau tau orang tua pikun itu,laki-laki tak waras itu dia sudah banyak memarahiku karna aku dekat dengan banyak gadis,dia menyuruku untuk menyukai anak omm saja,tentu saja aku tidak mau,aku tak bisa bermain dengan naya jadi ku lampiaskan pada orang lain,lagi pula naya sangat kecil,sangat kuarang dengan ukuran ku yang sangat besar"



"Maaf nak maksudnya bagaimana yha" tanya ayah geram,


Tampa berfikir panjang ayah segerah menelfon pak rudi untuk membicarakan perihal kelakuan arga,



ibu yang dari tadi juga mendengarkan ucapan arga lalu beranjak pergi dari ruang tamu,masuk dan menangis di dapur,ia merasa tertipu,ia merasa bersalah pada naya,bahkan tampa sepengetahuan naya mereka akan mempercepat pernikahan di saat naya naik kelas 3, itu membuat ibu sangat merasa bersalah,apalagi ingat saat ia menjambak rambut naya di malam itu,



Ibu menangis terseduh-seduh,datang kak arya dan maya untuk menenangkan ibu umma dari bersalahnya pada naya,ardi terkejut saat pulang dari bermain mendapati ibunya menangis di dapur dan di tenangkan oleh kedua kakaknya,


"Bibimu sangat jahat,bagaimana bisa naya di jodohkan oleh orang seperti itu"


"Tenang dulu bu kita bicarakan baik-baik" ucap kak arya



Setelah agak tenang ibu memutuskan hendak kekamar naya menemui naya namun yang di cari nya tak ada di kamar nya,itu membuat ibu kembali menangis karna cemas,dengan cepat arya mengambil kunci dan mengatakan pada ibu akan mencari naya sampai ketemu,berpamitan pada ayah lalu keluar rumah



Untuk arga,saat ayahnya datang pak torik langsung meminta penjelasan pada pak rudi,ia merasa di bohongi dan di tipu oleh pak rudi,lalu pak rudi meminta maaf namun tetap berbohong dan mengatakan bahwa arga mungkin di jebak,mungkin ada yang menyuru dia,,pak rudi menyiram wajah arga dengan air lalu ia tersadar dari ketidak warasannya,dan benar saja saat ayahnya menyuruhnya bicara arga seakan mengerti dan bersikap seperti korban yang tak bersalah,


__ADS_1


"Benar omm saya di suruh orang untuk melakukan ini agat bapak tak menyukai saya,saya tidak tau kenapa dia menyuru saya" ucap arga berbohong dengan wajah memelas


"Siapa yang menyuruhmu" pertanyaan itu membuat arga terdiam karna kenyataannya orang yang di tuduh arga memang tak ada,



Arga berbohong dengan mengatakan bahwa dia pacar naya,padahal naya tak mempunyai pacar,


"Apa dia mengatakan dia pacar naya"


"Iyah om" jawap arga sedikit lega karna sepertinya pak torik percaya,pikir pak torik mingkin laki-laki yang mengantar naya malam itu adalah pacar naya,itu membuat pak torik geram pada naya,



Pak torik segera berjalan cepat menuju kamar naya,namun yang di lihat nya membuat ia binggung kenapa istrinya menangis,saat tau naya tak ada di kamar nya ia semakin geram,menyuru arya menemukan naya bagaimanapun juga,



Waktu sudah hampir malam namun arya belum juga menemukan naya,hingga ia kembali kerumah berharap naya sudah pulang ke rumah,namun nyatanya naya juga belum pulang sampai matahari sudah tertelan bumi.


"Kemana dia"tanya ayah sedikit emosi


" arya udah nyari kemana-mana yah,ke rumah fatma,hany bahkan ke rumah budhe wiwik juga udah arya cari tapi tetep ngk ketemu,



"Pasti sama laki-laki itu,kurang ajar"


"Laki-laki siapa yah"


"Ibu tau,naya perna pulang di anter laki-laki,tapi dia udha janji buat ngejauhin naya,tapi sekarang dia malah bantu naya buat kabur" ucap ayah kesal.


Semua yang mendengat ucapan ayah hanya diam,sampai tengah malam naya juga belum kembali,ibu khawatir dan memutuskan akan menunggu naya di ruang tamu,namun yang di tunggu tak juga datang,

__ADS_1



🌈🌈🌈


__ADS_2