Pelangi Harapan

Pelangi Harapan
episode 6


__ADS_3

"makasih"


"Sama-sama.ngapain kamu di sini"


"Ngk ngapa-ngapain" jawap naya sedikit cuek


"Kabur dari rumah kan" ucap nya sambil tersenyum


"Sok tau"


"Emng tau,aku ngikutin kamu dari jalan raya tadi,aku lihat kamu binggung trus masuk ke sini ngk pekek sandal juga itu apa namanya kalau ngk kabur"


naya hanya diam saja lalu berlalu meninggalkan pria yang menariknya tadi,ia mengikuti langka naya,


"Ngapain lo ngikutin gue,"


"Emng kenapa,gue. Mau nya ngikutin lo kok"


"Jangan ngikutin gue"


"Terserah gue la"


Kini keduanya berhenti di kursi taman yang sedikit jauh dari kerumunan orang.


"Boleh gue tanya sesuati" tanya cowok itu yang ternyata arka,


"Tanya apa"


"Kenapa lo keluar kelas saat jam pelajaran waktu itu.pakek acara nangis di atap sekolah,lo ada masalah"


"Kok lo tau.ngikutin gue lo"


" ngk sihh soal nya swbelum lo dateng gue udah ada id sana satu jam sebelum lo dateng,"


"Di bagain mana,gue kira tempatnya kosong,maaf gue ngk tau"ucap naya pelan lalu terdiam' kalu dia disana lebih dulu dari aku berarti dia denger semuanya'


" tenang aja gue denger semuanya kok,tapi gue ngk akan kasih tau siapa-siapa,asal lo mau cerita lebih jelasnya"


"Kenapa aku harus cerita ke kakak"


"Syukur kamu inget ke aku,perna denger kata jika sudah terlanjur basah maka jangan setengah-setengah,kamu ketahuan jadi apa salah nya cerita semuanya.ngk usa ragu,kita sama kok,sama-sama butuh teman bicara dan teman menguatkan"

__ADS_1


"Maaf kak naya cuman ngk lagi pingin cerita"


"Oke aku faham,aku ngk maksa,tpi kalau kamu pengen cerita,aku siap dengerin"ucap arka sambil tersenyum terlihat jelas lesung pipi nya naya pun ikut tersenyum terlihat pula gigi ginsulnya.


"Boleh aku tanya"tanya naya


"Silahkan"


"Kakak kan udah kelas 12 kenapa malah sering baget suka bikin onar dan bolos apa ngk takut ngk lulus"


"Pertanyaan kamu lucu banget,seorang yang perna ngk naik kelas,ngapain takut buat ngk lulus juga,lagian gue ngk butuh sekolah"


"Kenapa gitu,kalau ngk butuh ngapain ke sekolah"


"Apa perna lihat gue rajin kayak anak lain nya,gue sekolah jga cuman buat status gue pelajar,kalau boleh milih sekolah apa ngk gue milih ngk,sakolah gue cuman buat nyenengin sih tua bangka itu,supaya dia bangga dan supaya bisa nerusin usahanya jadi pemimpin peruaahaan,tapi bagi gue bukan itu yang gue mau"


"Kenapa kakak ngomong kayak gitu,bagai mana pun sekolah juga pentkng buat masa depan"


"Kalau emang penting kenapa kamu bolos dan berhenti buat belajar"


"Karna menurut aku sekolah cuman buat orang-orang yang punya impian dan harapan punya cita-cita dan masa depan indah,sedangkan aku,semua ngk ada gunanya buat aku,karna masa depan aku ngk ada gunanya"


"Kenapa kamu ngomong gitu,masa depan seseorang ngk ada yang tau,kalau kamu mau kamu bisa usaha lebih keras lagi buat masa depan kamu,inget meski kita di miliki seseorang,namun tetap kita adalah pemimpin dalam hidup kita,tak peduli siapa di sekitar kita yang menentang nya,kamu harus percaya kamu bisa.jika kamu punya mimpi anggap saja ini semua halangan atau rintangan untuk meraihnya,kamuharus percaya kamu bisa"


"Kenapa mesti takut,kalau kamu takut maka rasakan di kemudian hari kamu akan menyesal,ingat satu hal kamu adalah pemimpin hidup kamu sendiri,tidak ada yang akan membahagiakan diri kamu sendiri selain kamu sendiri.jiwa raga mu itu milikmu.sekalipun itu orang tua sekalipun itu orang terpenting untukmu.mereka hanya serpihan serpihan dalam hidup mu.tetap kamu yang menjadi peminpinnya hanya kamu,bukan orang lain hanya kamu"


"Hemmm ngk segampang itu"ucap naya menunduk


" aku tanya,apa yang membuat enak dari roti donat,apa toping nya."naya hanya mengeleng"lalu apa"


"Tentu saja donat nya sendiri,toping hanya penghias roti donat saja"


"Dari situ kamu paham bukan,bahwa roti adalah kamu dan toping adalah orang di sekitar kamu,maka jika kamu ingin di aku i enak oleh banyak orang maka lupakan dulu toping nya,fokusla pada rotinya,meski toping nya terlihat indh namun rotinya snngat hambar tidak akan ada yang mau,jadi buat la enk rasa roti itu dulu baru orang-orang akan mengatakn roti nya enak meski tampa toping"naya terdiam,ia mulai memahami ap yang di bicarakan arka,


" kakak,jujur saja padaku,kau siapa"


arka terswnyum lalu beranjak dari kursi ia berjalan menjauh ke arah kedai yang menjual aneka roti dan ia memilih donat lalu membawanya ke naya,


"Nihh makan"


"Kakak belum menjawap pertanyaan ku"

__ADS_1


"Nanti juga tau sendiri,kalau kamu mau tau aku besok pulang sekolah aku tunggu di poss samping sekolah" ucapnya lalu memberikan donat itu pada naya,


"Yukk pulang uda malem," entah apa yang merasukinya naya nurut dengan apa yang di katakan arka,


Di sepanjang jalan mereka berbincang tentang unek² yang selama ini mereka ingin katakan dari satu sama lain.


dengan memakan rotinya naya menahan hawa dingin yang mulai ia rasakan,tadi saat keluar tampa alas kaki ia tk kedinginan seperti ini,lalu mengapa sekarang ia merasa kedinginan,padahal ia memakai jaket.


"Kamu kedinginan" tanya arka,


"Ehemmm sangat dingin"dengan gerakan cepat arka memegang tangan naya dan berusaha membuat naya hangat.


tiga detik mata mereka bertemu,hanya tiga detik jantung keduanya seakan ingin copot,naya perna merasakan nya waktu kelas 10 dulu dengan orang yang sama.namun bagi arka ini kali pertama ia merasa benar² salah tingkah dan cepat- cepat melepas kan gengamannya.keduanya lalu terdiam sampai di depan rumah naya.


Naya binggung harus bicara apa karna awal nya naya lewat cendela untuk keluar.tida mngkin ia bilang ke arka bahwa ia akan lewat cendela untuk masuk,ia heran mengapa ia bisa keluar dengan melompat jendela..sekarang bagaimana ia masuk nya..apa memanjat itu tidak mungkin


"Akan aku bantu," ucap arka seakan tau bahwa naya akan melewati jendela untuk masuk"


"Tapi kak"


"Ngk pp,aku juga gitu kok kalau kabur" ucapnya memperlihat kan giginya karna ulah konyok naya.


"Maaf kak ngerepotin"


"Ohhh yha aku punya satu permintaan,setelah apa yang terjadi hari ini jangan bilang ke siapa-siapa kalau kita dekat" mendapat angukan dari naya arka sedikit lega,bukan apa-apa ia hanya ingin melindungi naya.


Keduanya mengendap-endap berjalan melewati pekarangan rumah naya,bersembunyi disemak tanaman hias ibu menuju jendela kamar naya,


sesampainya di tempat yang di tujuh,arka mengangkat tubuh naya yang lumayan ringan menurutnya,lalu mendorong naya supaya lebih mudah memanjat jendela rumah,arka heran bagaimana bisa ia kabur dari rumah melewati jendela yang lumayan tingginya,tak disadari ada sedikit rasa khawatir saat memikirkan bagaimana naya kabur tadi.


setelah naya sampai di atas,arka pamit dengan melambaikan tangan lalu melangka pergi dengan santai.namun belum terlalu jauh ia berbalik dan mendapati naya yang masih berdiri di tempatnya,dengan senyum manis arka mengerakkan tangannya seakan mengisaratkan naya untuk tidur...lalu melambai lagi dan berlalu hingga tak terlihat lagi oleh mata naya.


Setelah kepergian arka naya masih merenung apa yang terjadi mengapa ia merasa tak asing dengannya,semua terjadi begitu saja tampa di sadari ia mulai merasa nyaman oleh arka.namun hal itu tak hanya terjadi pada naya saja karna ternyata arka juga merasakan hal yang sama..


"Aku benar-benar bodoh bagai mana bisa aku memikirkan dia,ingat naya kamu sudah bertunangan dengan babi tonggos itu" helaan nafas panjang terdengar jelas,rasa tidak kerelaan itu muncul lagi,namun ia ingat yang di katakan arka aku adalah pemimpin dalam diriku.


'Apa salah aku menyukai orang lain dalam keadaanku saat ini,aku tidak tau hanya saja aku sangat nyaman bersamanya,aku menjadi tenang dan merasa terlindungi saat bersamanya,andai tuhan mendengar doa ku,aku hanya ingin satu hal,aku ingin bebas'gumamnya dalam hati.dan lagi-lagi kata-kata arka kembali bergemang di benaknya


"Kamu adalah pemimpin dalam dirimu"


flashback off...

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejflasw


__ADS_2