Pelangi Harapan

Pelangi Harapan
episode 7


__ADS_3

~kamu mutiara besar yang langkah.


Terik matahari sangat terasa saat semua siswa siswi keluar dari gerbang sekolah,tak terkecuali naya dan hany,keduanya berjalan beriringan sambil berbincang,hanya saja pembicaraan mereka sedikit hambar karna naya tida banyak bicara,hanya seperlunya saja,


"Nay,kamu tau kakak kelas kita yang udah berkumis itu dia kemarin saat upacara di cukur kumisnya sama pak burham,kata nya masak masih murid udah ngalahin kumis gurunya,semua anak-anak pada ketawa" cerita hany panjang lebar hanya mendapat senyuman simpul dari naya,


"Nay,aku ngk tau apa yang uda kamu alami kemarin atau sebelumnya,cuman aku mau kamu kayak dulu lagi,aku sedih tau lihat kamu kayak gini" mendengar peekataan hany dan melihat hany yang menwteskan air mata membuat naya sedikit kasihan.


"Aku ngk pp han,aku hanya lagi capek aja,mungkin karna semalem ngak tidur" ucapnya pelan


"Karna semalam ya...hemmm kamu yang sabar yha nay,dan maaf nay,seharusnya aku ada buat kamu,aku eman temen ngk ada gunanya" ucap hany dengan air mata yang makin deras,


melihat hal itu membuat naya ingin ikut manangis namun ia tak mau membuat sahabatnya lebih khawatir jika ia menangis,jadi ia hanya memeluknya dan berkata "aku ngk pp han" kebohongan itu sangat menyayat hati nya,berbohong tentang hal seperti ini sangatlah menyakitkan.


"Kamu bohong,kamu bisa nangis kalau kamu mau nangis,jangan kayak gini,aku malah suka saat kamu nangis dan numpahin semuanya ke aku,aku malah ngk suka saat kamu diam aja kayak gini,naya jika kamu mau,aku bakalan bantu kamu buat ngomong ke ayah kamu supaya di batalin"


"Ngk segampang itu han,ini mungkin salah ku yang ngk mau cobak buat kenal tunangan aku,meskipun kelihatannya dia arogan dan sombong mungkin ada sifat baiknya yang aku ngk tau"


"Trus kamu mau apa"


"Aku bakalan coba mahami dia dan moga aja emang ada hal baik dari dia" ucap naya tersenyum agak di paksakan.

__ADS_1


hany tau naya memaksakan itu semua,semuanya tidak la benar,hany tau apa keingginan naya.apa semudah itu ia menyerah pada mimpi nya.


Setelah mengatakn itu naya melamun mengingat jauh saat semalam ibu berbicara sambil menangis,ibu mengatakan bahwa naya hanya melihat dri luar dan tak mencoba untuk melihat dari dalam,jika naya mau memahami tunangannya naya akan mulai menyukainya,dari situ naya mulai mau mencoba memahami tunangannya,berdami dengan keadaan dan mulai menerima kenyataan.


semua di mulai nya dengan chating dan mencoba memahami tunangannya.mulai mencari informasi tentang tunangan nya,keluar jika di ajak,di belikan ini iti,dikirim paket barang-barang mewah.


namun kini bulan berlalu hingga naya mulai memahami perasaan nya,ia tak memiliki rasa yang harus di miliki untuk pasangannya.ia malah merasakan rasa seperti menghormati dan rasa sungkan seperti yang di rasakan kepada rayhan dan arya kakak laki-laki nya.


Ia tak mencintai tunangannya,ia tak menyukai tunangannya layaknya seorang kekasih.dari situ ia memahami sesuatu bahwa ia hanya memaksakan diri untuk menyukai seseorang kini ia sadar ia sangat bodoh.


Di malam hari setelah merenung di teras kamar ia melihat bintang dan bulan...


"Kenapa sangat aneh,setiap aku memaksa untuk menyukainya dan menganggapnya penting itu semua seakan menyiksaku,membuatku tak bisa tenang,aku seakan merasa cemas,tuhan apa yang terjadi kenapa semua membinggungkan,aku makin ngk ngerti" naya sangat frustasi.


"Kamu itu mutiara besar yang langkah,kamu adalah pilihan tuhan."


Setelah menginggat kalimt itu ia memikirkan satu orang yang mengatakan tersebut,.dan merasakan rindu pada orang tersebut.


Flashback on...


"Ya udah kalau itu mau kamu,kamu harus sabar nay"ucap hany pelan,

__ADS_1


"Hemmm iyah han,makasih"


"Ya udah yuk pulang" ucap hany aambil menghapus air matanya,


"Maaf han kayaknya kita ngk bisa barengan"


"Kenapa"tanya hany sedikit kecewa.


" aku ada janji"


"Sama siapa"


naya tak menjawap ia hanya tersenyum memperlihatkan gigi gingsulnya,


namun hany mengerti maksud dari sikap naya,ia tau naya tak ingin cerita dan hany memaksanya.


"Yha udah,ati-ati ya" ucap hany lalu memeluk nya,naya tersenyum dan membalas pelukan hany,


"Kalau gitu aku pulang dulu yha".ucap hany di balas angukan oleh naya,


Setelah kepergian hany,naya berlari ke arah samping kiri sekolah..tak jauh dari pandangan naya terlihat berdiri pos yang biasa nya di gunakan murid-murid untuk menunggu jemputan mereka,terlihat jelas ada 3 anak sedang berada di sana,2 anak perempuan dan yang satu tentu saja arka.

__ADS_1


trima kasih sudah membaca karya ku,jangan lupa like dan coment nya ya karna itu penting,makasih🌈


__ADS_2