Pelangi Harapan

Pelangi Harapan
episode 3


__ADS_3

~tak terduga


Cuaca mendung setelah panas terik bukan hal yang aneh lagi bagi kalangan masyarakat kota,sore ini suasana begitu mendung menandakan akan turunya hujan,namun siapa sangkan di cuaca mendung seperti ini kelurga naya kedatangan tamu yang tak terduga.



Seseorang yang menjadi dalang di balik semua kesialan yang akan di alami naya,jika ada peringatan itu mungkin naya tidak akan terlalu bersimpati pada nya.bibi ibu naya datang dari kota,bersama suami barunya yang baru menikah 2 bulan,datang membawa kabar yang katanya bahagia.namun naya tak tau kabar apa itu,hanya ayah naya dan ibu yang menemui nya dan berbincang di ruang tamu,naya hanya di dalam kamar menyelesaikan tugas sekolahnya.dan setelah bertamunya suasana tetap seperti basanya.



Seminggu berlalu bibi datang lagi bersama seorang laki-laki dewasa datang dan memperkenalkan nya pada naya,dan berbicara banyak yang membuat naya tak mengerti,yang naya tau dan fahami dari pembicaraan itu bahwa naya di jodohkan dengan orang tersebut,bibi mengatakn bahwa ia berumur 29 tahun di saat naya berumur 18 tahun.



Dia adalah anak dari suaminya,dia belum menikah,dan bibi berencana menjodohkan mereka,sontak saja hal itu membuat naya seperti terlempar jauh ke dasar jurang.bagai mana bisa itu semua di setujui oleh ibu dan ayahnya.ia bagaikan menelan batu besar dan tak dapat bicara apa-apa,tampa tau harus berbuat apa membanta,membanta yang bagaimana jelas akan di banta oleh ayah.memberontak itu bukak naya.


__ADS_1


Dengan dalil mengataknn akan menunggu naya sampai lulus sekolah dan memberikan semua yang diinginkan naya,lalu naya percaya dengan ayah ibu nya,mereka tidak akan memberikan naya dengan muda,gadis yang di rawat nya dari kecil pada orang sembarangan,hingga bulan berlalu,tahun berganti tahun dan kini naya sudah kelas 2 SMA,



Namun semua merasakan perubahan pada naya,tak lagi ceria seperti dulu,tak lagi cerewet seperti dulu,hidup nya seakan biasa- biasa saja bagi mereka,namun bagi naya hidup nya seakan hampa,jujur dalam hati nya yang paling dalam ia ingin kulia mengambil jurusan yang sangat di inginkan nya dari ia smp.ia juga ingin membuat butik,menjadi wanita berkarir,namun menurut ayah nya ia akan hidup dengan kenyamanan tak lagi hidup susah seperti orang tuanya.



Ayah naya bukan orang kaya hanya seorang pegawai swasta ibu naya hanya ibu rumah tangga,naya bukanlah gadis manja layaknya kebanyakan gadis,dari kecil di didik untuk selalu bersyulur atas semua yang ada,tak boleh mengelu atas apapun itu,naya punya 3 saudara,kakak naya laki-laki belum bisa membantu perekonomian kelurga,ia masih sekolah di unifersitas di luar kota dengan bantuan bidikmisi,sedangkan adik perempuan naya masih duduk di kelas 7 smp dan adik bungsu nya masih kelas 5 sd,naya masuk sekolah itu juga karna jalur prestasi karna naya yang pintar,menghidupi 4 anak yang masih sekolah itu sangat melelahkan namun ayah nay. tetap berusaha sampai saat ini.


Untuk membeli barang-barang berendet seperti gadis pada umumnya itu semu bukan hal yang wajib untuk di lakukan,naya bukan gadis pemboros,ia tau mana yang penting dan mana yang tidak penting,jadi naya tak mementingkan semua itu.alasan nya juga agar naya tidak terjerumus dalam kenakalan remaja yang sering di alami teman- teman seperjuangan saat smp...namun naya bukan orang seperti itu,naya tau apa yang ingin ia lakukan di masa depan,ia punya mimpi ia punya harapan yang ingin di wujudkan.namun semua seakan sia-sia.



Semua nya hancur,naya seakan tertimpa tembok tebal,karna belum sempat naya lulus sekolah naya mendapatkan kabar bahwa 2 hari lagi kelurga dari laki-laki yang di jodohkan datang,dan benar saja dengan membawa bus berisikan kelurga besar.sontak membuat naya frustasi hingga depresi...sehari sebelum acara naya menangis histeris tak ada satu pun yang peduli,hingga ibu datang dan melihat naya,naya tau ibu merasa iba melihatnya,


__ADS_1


"Naya tidak ingin menikah bu,naya pengen sekolah"


"Ini semua hanya pengikat kamu sayang supaya jika calon kamu datang tidak ada yang memandang jelek karna tau dia tunangan kamu"


"Tapi naya tidak suka dia bu,naya pikir ibu mengerti naya,dan ayah memahami naya,tapi ternyata,kenapa seperti ini bu,"ucap naya protes hingga terseduh-sedu


"Kamu sudah besar harus nya kamu bisa memikirkan kelurga,kita orang ngk punya ayah ngk mungkin bisa sekolahin kamu lebih tinggi lagi"


"Lalu kenapa kakak bisa bu,kenapa kakak bisa sekolah dan naya ngk bu,kenapa" ucap naya sesegukan.


"Tolong naya satu kali ini aja kamu nurut sama ayah,jangan membanta,semua nya udah siap,acaranya sudah besok apa kamu tega membatalkan semua dan membuat malu keluarga" ucap ibu lalu pergi meninggalkan naya.


Naya tak tau harus apa,ia hanya bisa menangis dan menangis.tak mampu berbuat apa-apa hingga acara pun selesai naya tidak berbicara apalagi berbasa basi dengan siapa pun,setelah acara selesai ia kembali kekamar hingga masuk sekolah tiba,jangkanya 2 hari masuk sekolah setelah liburan semester,ia berangkat pagi-pagi dan tak bertemu siapa pun.fajar pun masih belum menyapa bumi saat dia meninggalkan rumah,


Diam tampa suara ia berjalan sendiri menuju sekolah,dan benar saja semua masih sepi,ia lalu duduk tampa suara tampa melakukan apapun sampai semua orang bergantian datang dan duduk lalu apel dan seterusnya ia hanya diam.


☁jangan lupa tinggalkan jejak,trimakasihh☁

__ADS_1


__ADS_2