
~Pengecut
Gubrakkk....
Suara kursi yang ber tabrakan dengan dinding itu terdengar jelas dari luar kelas,dan di dalam kelas terlihat 2 murid berbaju putih abu-abu sedang ber aduh gelut dan membuat yang lain berteriak histeris,tak lama datang beberapa guru dan satpam yang berusaha melerai keduanya.
"Kamu lagi yang buat onar,ikut bapak ke kantor" ucap pak burham melerai keduanya dan menyeret keduanya ke ruang bk.
Sesampainya di ruang bk mereka di tangani oleh bu mega,
"Kamu lagi,sekali saja jangan buat onar,ibuk sampai capek negor kamu,kamu ngk kasian ayah kamu setiap hari kesini" ucap bu mega namun yang di ajak bicara cuek tak peduli sambil melipat tangannya di kepala sebagai bantalan kepala,
"Rony jelaskan pada ibu kenapa kamu sampai berantem sama arka"
Tanya bu mega pada anak cowok bertubuh sedikit pendek itu.yang bertengkar dengan si biang onar sekolah,
"Saya juga ngk tau bu,saat selesai apel dan masuk ke kelas tadi dia dorong saya sampai jatuh,saya tanya ada masalah apa,dia ngk jawap malah langsung mukul saya,yha saya bales la buk"jawap nya jujur.
" arka kamu kenapa mukul rony,rony punya salah samu kamu"tanya bu mega.
"Pngen aja nonjok dia,pengen lihat gimana bentuk muka nya kalau abis di tonjo,dasar pengecu,di pukul dikit udah heboh"ucapnya sambil senyum meledek.
Dan hal itu benar-benar berhasil buat rony kesal dan ingin sekali memukul arka,
Bu mega yang melihat raut muka rony mengerti apa yang ingin rony lakukan,dengan cepat bu mega mempersilahkan rony keluar dan menginggatkan rony untuk tidak menangapi ucapan arka.di dalam ruang bk kini hanya ada bu mega dan arka.bu mega ingin arka bicara sejujurnya apa yang sedang terjadi,dan benar saja yang seperti yang di harapkan bu mega,seketika raut wajah arka berubah serius berbeda dari tadi yang santai dan acuh,arka menjawab dengan jujur apa yang terjadi.
"Maaf bu,saya hanya melakukan yang menurut saya benar,saat berangkat sekolah tadi pagi saya melihat dia mengoda cewek dan memukul pantat cewek itu,di tempat umum dan memakai almamater sekolah itu menurut saya salah,jadi saya memberi dia pelajaran" ucapnya menjelaskan.
"Hemmm ibu tau maksud kamu baik cuman cara kamu dalam memberi pelajaran dia yang salah,kalau seperti ini kamu yang di salahkan banyak orang,kemarin karna merokok di kamar mandi kamu mukul berkelahi,lusa karna nendang kucing kamu tahanin kakinya,orang yang ngk ngerti akan salah faham arka"
"Saya ngk peduli mereka salah faham atau ngk,yang saya peduliin adalah menghukum mereka,"
"Seperti kamu menghukum diri kamu sendiri" ucap bu mega berhasil membuat arka terdiam."arka bu mega tau semua,tolong jangan hukum diri kamu sendiri seperti ini,dan jangan melampiaskan semuanya pada ayah mu,kasian dia"
"Semua ini tidak ada hubungan nya dengan saya atau orang tua itu,maaf bu menurut saya pemahasan nya selesai,saya keluar dulu,permisi" ucap arka lalu berlalu meninggalkan bu mega yang termenung memikirkan arka.
"Ibu tau apa yang kamu rasakan arka,ibu juga merasa kehilangan sama seperti kamu" ucap bu mega saat arka sudah pergi meninggalkan ruang BK.
__ADS_1
~itu penting
"Bu bakso 1 mie goreng 1,minumnya teh manis aja dua"
"Iyh neng bentar yha" jawap bu kantin
"Iyh bu"
"Kamu beneran ngk suka kak rey,padahal satu sekolah suka dia"tanya hany saat menunggu pesanan nya jadi,
" bukan nya ngk suka,aku cuman ngrasa ngk cocok aja,kak ray terlalu perfex di bandingin aku yang jauh dari perfex,dia kaya aku biasa aja,dia ganteng banget aku kyak ngk mandi satu bulan,dia berbakat,aku cuman pinter matematika,trus yang di banggain apa aku"
"Ya ampun nay...cinta ngk mandang semua itu,kalau kamu suka,kamu cinta semuanya bkalan kalah"
"Aku ngerti maksud kamu han,cuman aku ngkpunya rasa sama sekali ke dia,malaan adanya rasa sungkan sama dia,mungkin karna dia kakak kelas kali yha"
"Sumpah kamu itu orang aneh menurut aku,kebanyakan orang mau nya dapetin salah satu dari 5 cowok itu,kamu yang di taksir malah ngk suka".
" ngk tau deh"jawap nya singkat.
"Ngapain ngilihat gue,makan tu mie nya,dingin nanti" ucap cowok itu dan membuat naya benggong menatapnya,
"Maaf kak" jawap naya pelan lalu melanjutkan makan,
"Binggung knapa gue duduk di sini"tanya cowok itu yang ternyata adalah arka,naya hanya mengangguk,
" semua nya penuh,cuman ini doang yang kosong,apa gue harus makan sambil berdiri gitu,santai aja gue ngk nganggu kok..lanjutn aja ngomong nya,angep aja gue ngk ada"
Tak tau knapa saat mendengar perkataan terakhir arka yang mengatakan 'anggep gue ngk ada' membuat naya sedikit bersalah karna menanyakan hal itu,bagaimana pun tempat duduk ini fasilitas umum sekolah bukan miliknya pribadi,
"Maaf kak,bukan itu maksud saya,maaf kak,kakak boleh duduk kok"ucap naya merasa bersalah.di balas dengan senyuman oleh arka,senyuman sangat manis,parasnya yang tampan di tambah dengan lesung pipi di kedua pipi nya membuat nya terlihat sangat mempesona,dan hal itu sontak membuat naya berdetak kencang,rambutnya yang berponi tak menjadi penghalang ketampanannya." maaf yha ganggu"ucap arka pelan,
"Ngk kok kak" jawap naya pelan,lalu berpaling melihat hany yang hanya melihat keduanya berintraksi.lalu tersenyum melihat naya yang merah merona karna tersipu.
Setelah makanan di piringnya habis,arka berdiri hendak pergi dari kursinya,namun ia duduk kembali dan bertanya sesuatu pada naya,
" boleh tau nama kamu"tanya nya
__ADS_1
"Saya naya kak" jawapnya sedikit gugup sambil lirik-lirik hany,
"Ooooo naya,kalau kamu"
"Saya hany" jawap hany santai.
"Naya sama hany,makasih tempat duduk nya,saya permisi dulu" ucap arka lalu berlalu lalang meninggalkan naya dan hany,
"Kamu kenapa" tanya hany yang melihat naya agak berbeda,biasanya banyak bicara dan jail,namun saat ada arka naya langsung diam.
"Ngk pp"
"Beneran ngk pp,atau jangan-jangan,kamu suka sama kakak tadi"
"Ngk ahh...mana mungkin baru juga ketemu masak uda suka aja"
"Bisa aja naya...kan ada kata jatuh cinta pandangan pertama" ucap hany sambil senyum-senyum.
"Ngk ahh.. Apaan sihh...cuman karna ngk kenal aja mngkanya ngk banyak bicara aku nya".
" beneran"
"Beneran la"
"Aku bisa pastiin kamu bakalan jatuh cinta sama tuh cowok"ucap hany pasti..." tapi ngomong-ngomong,siapa ya dia,ngk perna lihat aku, apa murid baru yha"ucap hany penasaran.
"Kenapa kamu pengen tau,ngk penting tau"
"Beneran ngk penting,jangan gitu nanti jadi terpenting lo" ucap nya sambil cengegesan.
"Udah ah...jangan ngeledek,yuk balik"
Keduanya pun balik ke kelas sambil bercanda di sepanjang jalan,tak henti-hentinya hany menggoda naya karna ini kali pertama hany melihat naya gugup dekat dengan cowok.
Mentari kini tepat di atas kepala,menyiratkan hawa panas yang benar-benar menyiksa,seperti hal nya hidup yang di alam,jika kita ikhlas menerima penderitaan maka penderitaan itu akan berubah menjadi kebahagiaan namun jika kita mengelu akan penderitaan jatuhnya kita akan benci akan suatu hal,seperti matahari jika kita menerima matahari dengan segenap hati kita akan bersyukur dan menerima manfaatnya namun jika kita tak mampu menerimanya kita akan membenci nya dan menganggap apa pun tentang matahari adalah hal buruk lalu membenci nya,jadi keikhlsan itu penting bagi kita.
jangan lupa tinggalkan jejak,terimakasih🍃
__ADS_1