
Ui ... Ui ... Ui .... Permisi, ambulans lewat. Eh, sorry, salah. Pengumuman datang. Nah, kayaknya gitu lebih cocok.
Halo semuanya .... Gomen, gomen (gomen adalah bahasa Jepang, kalau diterjemahkan artinya "maaf"). Jadi lupa nyapa nih.
Oke, langsung aja ke inti pengumuman ini ya.
Aku berniat menarik cerita ini. Berhubung di sini nggak bisa menghapus cerita secara permanen, jadi aku buat pengumuman seperti sekarang.
Alasan lain aku ingin menghapus cerita ini yaitu aku nggak tahu kapan aku bisa melanjutkan cerita ini. Aku terkendala di riset. Karena memang ada beberapa hal yang harus dicari dan dipahami betul. Apalagi konfliknya di cerita ini tuh nyambung-nyambung, jadi pas nulisnya jadi pusing sendiri. Hahaha. Ya begitulah, risetnya lumayan ribet, sukar, sulit, susah, pelik, dan sejumlah kata lain yang serupa artinya. Nah, dari terkendala cari sumber riset yang dibutuhkan ini (karena memang minim info yang bisa diserap dari internet), aku jadi malas mengeksekusi alias melanjutkan nulis cerita ini.
Hmm ... Mungkin bakal tetap aku lanjutin, sih, tapi kayaknya nggak aku publikasikan di sini. Soalnya dari awal nulis cerita ini, aku pengin banget membukukannya. Dan kukira kalau nulis di sini, bakal bisa dihapus permanen, ternyata enggak.
Rencana untuk ke depannya, aku pengin nulis dulu sampai selesai barulah aku unggah ke sini. Tujuannya biar kalian nggak kecewa kalau tiba-tiba ceritanya berhenti di tengah jalan, kayak cerita ini misalnya.
__ADS_1
Doain aja supaya aku dapat ide yang menarik, bahkan lebih menarik dari cerita ini, biar nantinya bisa kubuat yang panjang. Biar kalian puas bacanya.
Nah, tapi kalau kalian pengin baca tulisan aku yang lain, kalian bisa mampir ke cerita aku satunya. Judulnya Lovelisha. Kalian cari aja judul itu di pencarian. Nggak perlulah ya aku kasih tutorial cara carinya gimana. Kalian semua pasti udah pada jago, ya kan?
Oke, aku ada blurb Lovelisha, nih, biar kalian bisa tebak-tebak (nggak berhadiah) ceritanya bakal kayak gimana.
BLURB LOVELISHA
Atau kalau kalian punya aplikasi *******, boleh tuh kalau mau mampir ke cerita-cerita aku.
Sekarang sih yang lagi aku kerjain judulnya Kulasentana. Novel yang membahas tentang mental illness. Lebih ke bagian depresi dan PTSD-nya, sih. Kalau penasaran, kalian bisa langsung aja cari judul itu di *******.
Ini aku sertakan blurb-nya.
__ADS_1
BLURB KULASENTANA
Jika diartikan, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kulasentana berarti keluarga atau sanak keluarga. Sedangkan menurut Bara, yang disebut-sebut sebagai keluarga berpeluang membuat seseorang bahagia, pun sebaliknya. Dan dia berada pada fakta kedua. Ya, keluarganya sendirilah yang membuat laki-laki itu terpuruk sampai ke titik terendah.
Seperti apakah kehidupan yang dianggap Bara menyedihkan itu? Akankah dia sanggup melalui masa-masa tersulitnya? Dan mampukah dirinya berdamai dengan masa lalu?
Oke, sepertinya aku udah nulis panjang kali lebar tapi nggak dikali tinggi, karena aku nggak lagi ngitung volume balok. Wkwk.
Maafkan kalau pengumumannya panjang, soalnya minimal lima ratus kata baru bisa dipublikasikan.
Salam,
Yumahest.
__ADS_1