Pembalasan Gadis Tertindas

Pembalasan Gadis Tertindas
Episode 5 :


__ADS_3

Episode 5 :


.


.


Bola mata yang seperti almond, terlihat begitu memesona, wajah yang sangat cantik tetapi pucat.


Ada beberapa luka di tangan, tetapi untungnya wajahnya baik-baik saja.


Tatapan Levi sungguh tajam, dia menyibak salah satu sisi rambut Lily, dia meraih dagunya dan melihat wajah Lily dari pipi kanan hingga pipi kiri.


'Cantik sekali, benar-benar terlalu cantik, gadis ini sungguh datang ke tangan yang tepat!'


Benak Levi, segera meminta supirnya untuk melanjutkan mobil yang berhenti sejenak itu.


"Tuan, tolong bantu aku, aku tahu aku keterlaluan akan tetapi tolong bantu aku, aku benar-benar tidak tahu harus bagaimana lagi ..."


Lily hendak menjelaskan bagaimana kehidupannya yang begitu berat, dia sudah tidak tahan lagi, dia ingin melarikan diri dan membalaskan orang-orang yang sudah menyiksanya sejak kecil.


Lily merasa sudah cukup bersabar, dia juga manusia biasa memiliki batas kesabaran.


"Ssst ..."


Levi menyeringai tajam, dia menghentikan penjelasan Lily yang terlihat gemetaran dan tangannya yang penuh luka, Levi sudah tahu ke arah mana pembicara ini akan berlanjut.


Levi segera menghidupkan ponselnya dan menelpon asisten nya.


Lily hanya bisa mendengar ucapan lelaki itu, dengan nada yang terkesan datar dan mendominasi.

__ADS_1


Lily langsung tahu, jika lelaki ini sangat berkuasa dan dia tidak boleh macam-macam dengannya.


"Suruh dokter pribadi ku ke rumah!"


Perintah Levi lalu mematikan panggilnya.


"Gadis muda, kau bercerita nanti saja, aku tidak berbicara dengan orang lemah yang hampir mati."


Seru Levi pelan lalu menatap lagi ke arah Lily sembari tersenyum lagi, Lily sama sekali tidak memahami makna senyuman ini.


"Tapi tenang saja, aku tidak akan melepaskan harta karun, aku sudah menandai mu dan kau tidak akan bisa kabur lagi ..."


Bisik Levi membuat Lily entah mengapa merasa terintimidasi, dia sampai menahan nafasnya, tetapi jika dia menahan nafas maka dadanya akan terasa sakit.


Bibinya memukul pundaknya terlalu keras sampai sepertinya banyak tulangnya yang retak.


Benak Lily menghela nafasnya pelan pelan, agar dia merasa sedikit lega.


Air matanya tanpa sadar mengalir, tetapi dia terlalu malu untuk menangis, rasa perih di tangan dan serat-serat kayu yang terasa sangat sakit, membuatnya mengasihani dirinya sendiri.


Bajunya juga masih sedikit robek.


Levi berpangku tangan melihat itu, gadis kurus yang menangis terisak, entah mengapa tangannya bergerak dengan sendirinya, mengambil selimut yang memang ada di mobil dan melemparkan nya ke tangan Lily.


"Pakailah, ternyata luka mu banyak juga ... menyedihkan sekali."


Seru Levi pelan, lalu dia melihat ke arah supir nya.


"Ubah arah, kita ke rumah sakit saja! jika tidak lengan gadis ini akan infeksi!"

__ADS_1


Seru Levi memberikan perintah pada supir pribadinya.


Lily yang baru pertama kali mendapatkan kebaikan itu melongo, dia menatap ke arah Levi yang memiliki wajah sangat tampan itu.


"Tenang saja, aku membawamu ke rumah sakit bukan karena peduli, aku hanya merasa kau adalah aset yang berharga!"


Seru Levi masih terlihat begitu cuek, tidak ada wajah kasihan disana, dia memang terlihat sangat gagah, cuek dan tidak peduli.


Lily menggelengkan kepalanya, walau tangannya bergetar dia menggenggam selimut itu.


"Tidak Tuan, terimakasih sudah peduli padaku, ini sangat berharga bagiku, terimakasih."


Seru Lily polos sekali, dia tersenyum riang sekali, hanya karena Levi memberikan selimut dan membawanya ke rumah sakit.


Levi mengernyitkan dahinya, dia merasa Lily masih terlalu polos dan sangat naif.


"Tch, kau langsung berterimakasih tanpa tahu apa yang akan aku lakukan padamu, kau sangat polos dan naif gadis muda ..."


Bisik Levi menyeringai tajam, dia berpangku tangan dan menatap ke arah Lily yang masih tetap tersenyum.


Seolah dia tidak peduli dengan apa yang akan dilakukan oleh Levi, Lily tidak peduli karena dia lebih baik bersama lelaki ini dibandingkan dengan keluarga Bibinya.


Lily tidak akan pernah tahu, hidupnya akan benar-benar berubah tetapi hatinya masih akan hancur sekali lagi.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2