Pembalasan Gadis Tertindas

Pembalasan Gadis Tertindas
Episode 6


__ADS_3

Episode :


.


.


Lily of the valley, bunga putih kecil yang menampilkan betapa murni dan indahnya dirinya, sekarang ini bunga itu telah terluka, menjadi merah dan penuh dengan kemarahan.


Levi langsung pergi meninggalkan Lily sejak dia mengantarkan Lily ke rumah sakit.


Malam ini Levi memiliki kencan dengan seorang model paling cantik, walau dia masih lelah tetapi melakukan adegan panas adalah seperti olahraga biasa bagi Levi.


Dia menyukainya.


Tetapi sebelum Levi pergi, dia meminta assiten pribadinya sendiri yang bernama Ben ke rumah sakit.


"Awasi gadis itu, dia adalah berlian yang bisa meraup banyak keuntungan, saat pengobatan sudah usai, bawa dia ke kediaman ku!"


Perintah Levi kepada Ben yang sudah sampai di rumah sakit.


"Siap Tuan!"


Seru Ben menundukkan kepalanya, dia cukup bingung sebenarnya, mengapa Levi repot-repot mengurusi gadis muda itu.


Biasanya jika ada calon aktris baru yang berpotensi, Levi memintanya mengurus segalanya tidak pernah meminta membawa ke kediamannya.


Tetapi apapun itu, sebagai bawahan Ben hanya mengangguk saja.


.


.

__ADS_1


Saat pengobatan terjadi, Lily merasakan sakit di bekas luka dan memar itu, apalagi dokter mengeluarkan serat-serat kayu itu secara perlahan dari lengannya.


"Sakit dok,"


Keluhnya menangis, dia menyedihkan sekali, bahkan dokter dan suster yang disana merasa iba dan tidak tega melihat Lily.


"Tenang ya adik, sebentar lagi kau akan sembuh, entah apa yang sebenarnya kau alami hingga seperti ini."


Keluh dokter itu melihat begitu banyak memar, bagian Ann wajib melewati prosedur ronsen dan prosedur pemeriksaan kesehatan setelah luka ini selesai diobati.


"Ummm ... aku pasti sembuh dok, terimakasih ya dok."


Seru Lily masih menangis, dia memejamkan matanya, tetapi dia akan mengingat luka ini selamanya.


Dia akan mengumpulkan setiap luka yang dia terima, rasa sakit dan pengkhianatan, dia akan membalaskan mereka semua yang menindasnya secara verbal juga fisik.


.


.


"Lily? jangan berpura-pura kau sudah mati dan bereskan lantai bawah!"


"Kau kita bisa hidup santai disini?"


Teriak Mia setelah tamu mereka pergi, Lily diwajibkan membereskan semua itu, padahal jelas-jelas dia tahu Lily baru saja pingsan dan terluka berat karena dirinya.


"LILY!"


Teriak Mia membuka pintu dan melihat jika tempat itu benar-benar kosong.


"DIMANA SI SIALAN INI! JANGAN BILANG DIA KABUR!'

__ADS_1


"JIKA DIA KABUR AKU AKAN MEMATAHKAN TULANG-TULANG NYA! LIHAT SAJA!"


Teriak Mia menggema, dia mengelilingi seluruh rumah, mencari keberadaan Lily, namun dia tidak menemukannya.


Tetapi Mia belum khawatir sama sejak, jika Lily kabur dengan mudah esok dia akan menemukannya, Lily tidak punya uang sama sejak, pasti Lily akan lapar dan kembali pulang.


Begitulah menurutnya, dia tidak tahu jika Lily akan membawakan petaka baginya yang begitu kejam nantinya.


.


.


Time skip,


Satu minggu kemudian,


Ternyata Lily membutuhkan waktu selama satu minggu di rumah sakit, untuk menyembuhkan seluruh lukanya.


Ternyata luka dalam Lily cukup parah, sehingga saat usai melewati berbagai tahapan pemeriksaan, Lily diwajibkan rawat inap sampai dia benar-benar sembuh.


Saat Lily sudah diijinkan pulang, Ben masuk ke dalam ruangan Lily dan akhirnya mengenalkan dirinya.


"Selamat sore Nona Lily, saya assiten Tuan Levi, anda diminta mengikuti saya."


Seru Ben menundukkan wajahnya dan meminta Lily mengikutinya.


"Baik Pak Ben,"


Lily hanya menjawab seadanya, dia tersenyum dan terlihat sangat bugar, hanya satu Minggu dia tidak berada di kediaman Bibinya sudah membuatnya terlihat sehat, segar dan energik.


Lily tidak sabar memulai aksi balas dendamnya, dia juga akan merebut mimpi Sera di depan matanya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2