
Dihari minggu yang cerah Dafa mengajak Rania kerumahnya untuk mengenalkan Rania pada ibunya, setelah 2 tahun pacaran dafa ingin menjadikan rania sebagai istrinya dimata dafa adalah wanita yang tepat untuk dijadikan pendamping hidupnya, tapi tidak menurut ibunya yang selalu memandang orang dari bibit bobotnya, saat melihat dafa membawa rania, Cintya mamanya Dafa tampak tidak senang ttt melihat penampilan rania yang biasa aja dan tidak seperti orang kaya
"bu, kenalin ini Rania, pacar aku?" ucap dafa mengenalkan rania pada ibunya
Rania hendak mencium tangan ibu Cintya tapi segera ibu cintya menepisnya
" gak usah, kuman yang kamu bawa nanti nular sama saya, nanti saya bisa sakit cuma gara gara nyentuh tangan kamu" ketus ibu Cintya sambil memicingkan bibirnya
Rania terpaku menahan sakit hati mendengar perkataan ibu cintya, Rania hanya bisa menelan ludah sedangkan dafa sungguh tidak enak hati pada rania karna perkataan ibunya
" jangan begitulah buk, kasian rania, mau bagaimanapun Rania ini adalah calon menantu ibu" tegur Dafa pada ibunya
mendengar perkataan daffa, ibu cintya langsung terperangah
__ADS_1
" calon menantu ibu? jangan mimpi, ibu gak sudi, apa lagi kalau temen temen arisan ibu sampai tau, nanti ibu malah diejek, dapet menantu model kayak dia, setidaknya kamu harus cari yang setara dengan kita, biar gak bikin malu, apa perlu mama carikan jodoh buat kamu" bantah ibu cintya dengan sombongnya
Rania tetap diam sambil menahan tangis sambil ******* ***** bajunya, dafa menggenggam tangannya untuk menguatkan hati rania, dengan wajah yang basah karna air mata, rania memandang dafa
"udahlah mas, kalau memang ibu kamu gak setuju, kita akhiri saja hubungan kita" ucap rania sambil menghapus air matanya
Daffa terbelalak mendengar ucapan rania, sedangkan ibu cintya tampak sangat senang
" baguslah kalau begitu, ternyata kamu tau diri juga ya" tutur ibu cintya
Ibu cintya sangat marah dan langsung menampar rania dengan sangat keras
" kamu puas, anak kesayangan ku lebih memilih kamu, aku ini ibunya, dan kamu itu siapa, hanya wanita kemaren sore yang datang kedalam hidup anakku" bentak ibu cintya
__ADS_1
melihat rania diperlakukan seperti itu daffa sungguh marah, dafa pun segera bergegas pergi ke kamarnya dan langsung mengemasi baju bajunya kedalam koper, ibu cintya yang pergi menyusul, melihat dafa mengemasi barang barangnya langsung menghampirinya dan langsung menangis, melihat ibunya menangis dafa berhenti mengemasi bajunya
"kamu tega ninggalin ibu nak, demi wanita itu? ibu yang melahirkan dan membesarkan kamu, apa kah kamu sudah tidak sayang lagi sama ibu" ucap ibu cintya tersedu sedu sambil duduk disisi ranjang dafa
dafa menghampiri ibunya yang sekarang sedang menangis tidak rela anaknya pergi meninggalkannya
"buk, aku sangat sayang pada ibu, tapi aku juga sangat mencintainya, aku gak bisa hidup tanpa ibu tapi aku juga gak bisa hidup tampa dia,jangan paksa aku memilih buk, restui lah kami" tutur dafa sambil bersimpu dihadapan ibunya
"sebesar itukah cintamu nak? tanya ibu cintya dengan suara lembut
dafa hanya mengangguk saja
" ya sudah, demi kamu, ibu mengalah dan merestui hubungan kalian asal jangan pernah meninggalkan ibu" tutur ibu cintya
__ADS_1
mendengar itu dafa sangat senang dan langsung memeluk ibunya dengan perasaan sangat bahagia