Pembalasan Seorang Wanita

Pembalasan Seorang Wanita
Berumah Tangga


__ADS_3

Setelah mendapat restu dari ibunya dafa pun langsung melamar Rania, sebulan setelah itu dafa dan Rania melangsungkan pernikahan, saat acara resepsi acara sangat meriah banyak tamu undangan yang datang, semua itu tamu undangan dafa, mulai dari teman sekolah, teman kantor dafa dan rekan bisnisnya, sedangkan rania hanya mengundang dua sahabatnya yaitu sofia dan anita, sedangkan keluarga nya satupun tidak ada yang datang, karna keluarga rania tinggal di luar kota dan tidak punya ongkos untuk pergi ke Jakarta


" sebegitu miskinnya keluarga kamu, sehingga datang ke pernikahan anaknya sendiri tidak bisa" bisik ibu cintya pada Rania


Rania yang awalnya tersenyum bahagia kini berubah tersenyum ketir, semua tamu mulai bersalaman mengucapkan selamat pada kedua mempelai hingga akhirnya ada seorang wanita cantik mengunakan gaun warna merah, ibu Cintya menyambutnya dengan sangat senang, ternyata gadis itu adalah mantan dafa, Clara namanya, anak seorang pengusaha sukses


"selamat ya Dafa, semoga kalian bahagia" ucap clara


" makasih clara" balas daffa


saat clara menyalami ibu cintya, ibu cintya tampak sangat senang

__ADS_1


" ya ampun clara kamu cantik banget sekarang, coba saja kamu yang jadi menantu tante, pasti tante sangat senang" tutur ibu cintya sambil melirik kearah Rania


dafa sungguh tidak senang dengan perkataan ibunya yang bisa menyakiti perasaan istrinya


" ah tante bisa aja, tapi mau gimana lagi kita gak berjodoh, aku yakin ko pilihan dafa pasti yang terbaik" tutur clara lembut dan langsung bergegas pergi meninggalkan mereka, dafa tidak habis pikir dengan ibunya bisa berkata seperti itu, dafa hanya bisa diam karna tidak ingin merusak acara pernikahannya dengan rania


...****************...


Disaat Daffa dan ibu cintya masih tidur, Rania sudah berada didapur untuk memasak buat suami dan mertuanya, kebetulan dirumah ini walaupun agak besar, ibu cintya tidak memakai jasa pembantu, awalnya ada seorang pembantu namun karna sudah ada rania, ibu cintya memberhentikan pembantu itu, ibu cintya berfikir buat apa repot repot bayar pembantu jika sekarang sudah ada rania yang bisa dia suruh suruh, sehabis selesai memasak Rania langsung berberes rumah menyapu dan mengepel rumah, dan baru saja Rania selesai memberesi rumah dafa dan ibu cintya sudah keluar kamar dan langsung kemeja makan, Rania pun langsung bergegas kemeja makan juga, Rania pun langsung duduk dimeja makan


" mau makan buk" jawab Rania

__ADS_1


"kamu jauh jauh dari sini, nanti saya gak selera makan karna kamu, kamu mandi dulu sana, kamu bau kayak sampah" ucap ibu cintya ketus sambil menyumbat kedua hidungnya


"ibu apa apaan sih, kasian rania, rania pasti juga laper, setelah bekerja dari tadi" ucap dafa membela Rania


"ya udah ibu gak mau makan, kalau rania masih disini, ibu gak selera makan kalau ada dia" ancam ibu cintya pada dafa


dafa agak kesal dengan sikap ibunya, sedangkan rania tetap mencoba sabar dengan perlakuan ibu mertuanya, rania menggenggam tangan suaminya dan tersenyum padanya


" gapapa mas, aku makan didapur aja" ucap rania sambil menahan tangis


"beneran kamu gapapa sayang?" tanya dafa agak cemas

__ADS_1


Rania hanya mengangguk sambil tersenyum pada dafa dan langsung bergegas pergi sambil membawa sepiring nasi ke dapur, saat didapur tak terasa air mata rania jatuh karna teringat perlakuan ibu mertuanya, Rania sudah berusaha menjadi istri yang baik tapi itu tidak bisa merubah sikap ibu mertuanya


...****************...


__ADS_2