
Hari sudah siang Rania mengangkat jemuran yang sudah kering dan langsung menyetrikanya dan langsung melipatnya dengan perasaan senang, baru saja rania selesai menyeterika baju bajunya, ibu cintya menghampirinya dengan wajah juteknya
" Rania, nanti jam dua temen temen ibu mau datang, jadi kamu harus siapin makanan yang enak dan minuman untuk mereka" ujar ibu cintya
" baik buk" ucap rania sambil tersenyum
" kamu pastiin makanannya harus enak, kamu jangan sampai malu maluin saya" tegas ibu cintya sambil mengarahkan jari telunjuknya pada wajah rania
rania hanya mengangguk, lalu ibu cintya langsung bergegas pergi meninggalkan rania, sedangkan rania langsung bergegas pergi ke dapur untuk menyiapkan semuanya, walaupun perlakuan ibu mertuanya selalu tidak baik, rania selalu mencoba sabar karna rania ingin merebut hati ibu mertuanya walau itu sangat sulit, disaat rania sibuk didapur ibu cintya duduk santai didepan televisi menonton berita gosip kesukaannya
setelah beberapa lama akhirnya teman teman ibu cintya datang, ada empat orang yang datang, ada ibu ayu, ibu nita dan ibu sonya yang merupakan ibu dari clara, kebetulan juga Clara juga ikut menemani ibunya, semua dipersilahkan duduk diruang tamu oleh ibu cintya
__ADS_1
" Rania, mana jamuan nya" teriak ibu cintya
mendengar namanya dipanggil, rania langsung bergegas pergi keruang tamu sambil membawa sebuah nampan berisi makanan dan minuman, raniaoun langsung meletakannya dimeja, setelah itu ibu cintya langsung menyuruhnya pergi, lalu ibu cintya langsung mempersilahkan tamunya untuk menikmati jamuannya
"wah ini brownisnya enak banget buk cintya, ini beli atau bikin sendiri, ini enak banget" puji ibu ayu
"ia beneran ini enak banget" timpal ibu nita
"beruntung banget ya ibu cintya punya menantu yang pintar masak, seperti rania pintar juga dafa cari istri" puji ibu sonya
"ah ibu ibu ini terlalu memuji si rania, saya malah kecewa dafa memilih wanita seperti rania, yang bibit bobotnya dibawah saya, ya saya dulu berharap clara yang bakal jadi menantu saya, eh malah dafa malah nikah sama dia, yang jelas jelas gak selevel sama kita" bantah ibu cintya dengan kesal
__ADS_1
"jangan begitulah tante, mungkin aku dan dafa memang gak jodoh, dan ,menurut aku rania itu wanita yang baik" tutur clara lembut
"Clara, baik saja itu gak cukup, kalau cuma beresin rumah dan masak kan pembantu juga bisa, eh kita ko malah bahas si rania, kita senang senang saja, gak usah bahas dia lagi" ucap ibu cintya
semua heran dengan sikap ibu cinta, kemudian semuanya kembali menikmati makanan dan minuman sambil membahas hal lain, rania yang tampa sengaja mendengar perkataan ibu mertuanya yang tetap tidak suka padanya merasa sedikit sedih, tampa disadari clara datang menghapirinya, melihat ada clara, rania langsng menghapus air matanya yang sempat jatuh
"Rania kamu yang sabar ya ngadepin tante cintya, dia memang begitu orangnya, ya walaupun tante cintya berharap aku sama dafa lagi, tapi itu gak bakalan terjadi ,aku sudah punya pilihan juga" tutur clara lembut
" makasih clara, walaupun kamu mantan mas dafa tapi kamu seperti saudarku, aku bingung banget bagaimana caranya agar bisa dapetin hati ibu" ucap rania
"kamu sabar aja, nanti tante cintya bakal sadar sendiri kalau kamu itu menantu terbaik untuk dia" ujar clara sambil memegang bahu rania dan berlalu pergi meninggalkan rania
__ADS_1
...****************...