
Keesokan paginya ibu Cintya baru bangun tidur, ibu Cintya langsung pergi ke meja makan karena perutnya sudah lapar, Namun sesampainya di meja makan ibu Cintya tidak melihat ada makanan di sana yang terlihat hanyalah meja kosong, dirinya marah dan langsung berteriak memanggil Rania, dan tidak beberapa lama kemudian Rania datang sambil tersenyum
" ada apa buk?" tanya Rania
"kenapa kamu masih tanya, kenapa meja makan kosong gak ada makanan sama sekali?" tegur ibu Cintya
"ya karena aku gak masak "jawab Rania santai
" kenapa kamu gak masak, ini udah jam berapa, perut saya udah kelaparan, sekarang cepatan kamu masak, saya mau makan" tegas ibu Cintya
"aku gak mau masak, ibu aja yang masak, atau ibu beli aja di warung ,aku malas" jawab Rania santai
ibu Cintya kaget mendengar perkataan Rania yang sudah mulai berani padanya dan tidak seperti biasanya Rania tidak mau memasak, dengan penuh amarah menggebrak meja makan dengan keras
"jangan menggebrak meja buk, nanti mejanya rusak, kan sayang uangnya kalau harus beli meja baru, mending ditabung" tegur Rania sambil tetap tersenyum
__ADS_1
ibu Cintya hatinya semakin marah dengan sikap Rania, dan langsung hendak menampar Rania, tapi langsung dicegat oleh Rania, Rania tersenyum pada ibu mertuanya yang wajahnya semakin memerah menahan amarahnya
"ibu jangan coba coba menampar aku, itu namanya kekerasan, nanti ibu aku laporin ke polisi atas tindak kekerasan" ujar Rania halus
"dasar menantu durhaka kamu Rania" hardik ibu Cintya
Rania tersenyum mendengar perkataan ibu mertuanya, biasanya Rania akan sedih tapi tidak kali ini
"berarti kita sama dong buk, aku jadi menantu durhaka, ibu jadi mertua dzolim" balas Rania
Rania malah tertawa dengan perkataan ibu mertuanya karena dirinya dibilang kesurupan,
" kayaknya ibu benar, tapi sepertinya setan milik ibu yang masuk kedalam diri aku" ucap Rania
ibu Cintya mengempalkan tangan, melihat itu Rania hanya tersenyum
__ADS_1
"oh ya buk, aku juga laper banget nih, ibu beli nasi di warung depan ya, aku sama mas Dafa titip" ucap Rania sambil menyerahkan uang Seratus ribu pada ibu mertuanya,
"kurang ajar kamu Rania" ujar ibu Cintya
" terserah apa kata ibu, lagi pula mau aku jadi menantu yang baik atau durhaka, ibu akan tetap gak suka sama akukan" jawab Rania sambil melangkah pergi meninggalkan ibu mertuanya tanpa menoleh
Ibu Cintya sangat kesal dengan sikap Rania hari ini, namun karena perutnya mulai merasa kelaparan, ibu Cintya pun langsung bergegas pergi ke warung depan rumahnya untuk membeli makanan, Namun ibu Cintya hanya membeli sebungkus nasi saja untuk dirinya sendiri, ibu Cintya memakan nya dengan lahap dimeja makan, dirinya sengaja tidak membelikan Dafa dan Rania, biar Dafa memarahi Rania karena tidak memasak, sehabis makan ibu Cintya kembali ke kamarnya.
Baru saja ibu Cintya pergi ke kamarnya Dafa datang ke meja makan untuk makan, melihat tidak ada makanan Dafa pun langsung memanggil Rania, Rania langsung datang menghampirinya
"ada apa mas?" tanya Rania
"ini ko gak ada makanan?" tanya balik Dafa
Rania tersenyum" maaf ya mas, aku lupa pindahin makanannya kesini, aku ambil dulu ya di dapur" ucap Rania
__ADS_1
Rania pun langsung bergegas pergi ke dapur untuk mengambil makanan, sebenarnya Rania masak, tapi masakannya ada di dapur, Rania memang sengaja tidak langsung meletakkan nya dimeja makan, itu Rania lakukan untuk memberi pelajaran pada ibu mertuanya agar tidak bisa lagi merendahkannya, mengetahui Rania ternyata masak membuat Cintya semakin kesal karena dibodohi oleh Rania