
Setelah acara ibu Cintya dengan teman temannya selesai, Rania langsung membereskan semuanya, Rania sangat merasa sangat lelah tapi rasa lelahnya seketika hilang ketika melihat suaminya datang, Rania pun langsung menghampirinya dengan senyuman
"ran, sepertinya kamu sangat kelelahan hari ini, kamu baik baik saja kan? " tanya Dafa sedikit cemas sambil menyentuh dahi Rania
" aku baik baik saja mas, tadi ada teman temannya ibu datang, jadi aku siapkan makanan dan minuman untuk mereka, jadi wajarlah kalau aku sedikit lelah, tapi kamu gak apa-apa ko, tenang aja" tutur Rania sambil menggenggam tangan suaminya
Dafa hanya tersenyum mendengar penuturan istrinya, ibu Cintya menghampiri mereka berdua dengan wajah yang masih tidak bersahabat
" ya ampun Dafa, kamu jangan terlalu manjain istri kamu yang pemalas ini, cuma ngerjain itu aja udah bilang capek" tegur ibu Cintya
"tolonglah buk, hargai Rania" ujar Dafa
ibu Cintya tidak menggubris perkataan Dafa dan berlalu pergi meninggalkan mereka, Rania sungguh bingung bagaimana caranya agar bisa mendapatkan hati ibu mertuanya, padahal semua pekerjaan rumah semuanya dia yang kerjakan tapi ibu mertuanya masih bilang dia pemalas, Dafa hanya bisa mengelus punggung istrinya agar lebih sabar lagi menghadapi sikap ibunya, Rania mulai berpikir apa hanya dengan uang ibu mertuanya bisa menerimanya sebagai menantu, karena semuanya selalu salah didepan ibu mertuanya, Dafa dan Rania pun langsung bergegas pergi ke dalam kamar, sesampainya di dalam kamar Rania mencoba meluapkan isi hatinya pada suaminya
__ADS_1
" mas, gimana sih caranya agar bisa mendapatkan hati ibu kamu, semua yang aku lakukan selalu salah didepan mata ibu" ucap Rania sedikit menahan rasa sakit hatinya
"kamu sabar aja ya menghadapi ibu" ujar Dafa lembut
"aku capek mas, tadi teman temannya ibu semua memuji ku tapi ibu kamu malah menjelekkan aku dan terang terangan bilang kalau ibu berharap kalau Clara yang menjadi menantunya, bukan aku" ucap Rania sambil menunjuk dirinya sendiri
Dafa tidak berkata apa-apa lagi dan langsung memeluk istrinya, agar istrinya lebih tenang, tak terasa air mata Rania terjatuh dalam pelukan Dafa
" menangislah selama itu bisa membuat mu lebih tenang" tutur Dafa lembut sambil mengelus ngelus rambut Rania
" mas, ini ko ada noda lipstik di baju kamu?" tanya Rania dengan perasaan sedikit curiga sambil memegang baju Dafa yang terdapat noda lipstik
Dafa hanya tersenyum sambil mengacak-acak rambut istrinya
__ADS_1
" apa apaan sih mas, rambut aku jadi berantakan gara gara kamu" gerutu Rania sambil membenarkan rambutnya
"kamu jangan coba coba berfikir yang aneh aneh soal noda lipstik ini" ujar Dafa sambil menunjuk ke arah noda lipstik itu " tadi ada banci yang gak sengaja nabrak aku" tegas Dafa
"banci?" tanya Rania
" ya banci, ini bukan noda lipstik cewek, mana banci nya genit banget sama aku, memangnya aku laki laki apaan, berasa turun nih harga diri digodain banci," gerutu Dafa dengan wajah cemberut
mendengar penuturan Dafa, Rania malah tertawa, rasa kesalnya langsung hilang, melihat Rania malah menertawakan dirinya, Dafa menggelitik Rania,
" berani ya kamu ketawain aku" ucap Dafa sambil terus menggelitik Rania
" ampun mas" ucap Rania sambil menahan geli
__ADS_1
Namun Dafa tetap terus menggelitik Rania walau Rania sudah minta maaf
...****************...