
setelah Dafa selesai makan Dafa langsung berangkat kerja, Rania pun langsung membereskan makanan dimeja makan dan langsung membawanya ke dapur, Rania hendak cuci piring tapi sebelum Rania memulai mencuci piring, ibu mertua nya datang menghampiri dengan wajah kusut tapi Rania balas dengan senyuman
"eh kebetulan ada ibu disini, ibu pasti mau bantuin aku kan cuci piring, kebetulan aku capek banget, ibu aja ya yang cuci piring" tutur Rania sambil tersenyum
ibu Cintya mengernyitkan dahi sambil tersenyum sinis pada Rania
"kamu pikir kamu itu siapa, nyuruh nyuruh saya ? ini rumah saya dan kamu cuma numpang, jadi kamu harus tau diri dikit" tegas ibu Cintya sambil berkacak pinggang
"ibu jangan marah marah terus nanti ibu cepat tua, ya udahlah buk aku capek ribut sama ibu, aku mau ke salon dulu aku ada janji sama Sofia mau ke salon bareng" jawab Rania sambil berlalu pergi meninggalkan ibu mertuanya yang tampak sangat marah padanya
...****************...
Buk Cintya hari ini akan pergi arisan disebuah cafe bersama teman temannya, dia ingin memakai baju kesukaannya. Namun, sudah sejak lama buk Cintya mencari tapi tak kunjung menemukan nya membuat nya sangat kesal, akhirnya buk Cintya memanggil Rania karena biasanya Rania yang mencuci semua bajunya, tak berapa lama kemudian Rania pun datang
__ADS_1
"ya ada apa buk?" tanya Rania sambil tersenyum
"Rania, dari tadi ibu cari baju kesukaan ibu yang warna merah, kenapa ibu gak bisa menemukan nya di lemari ibu, kamu Tarok mana baju ibu?" tutur ibu Cintya
"oh ya maaf buk, aku lupa cuci , rencananya hari ini mau aku bawa ketempat laundry, soalnya aku baru saja manipedi, kalau aku cuci baju nanti malah rusak" jawab Rania sambil menunjukan jari jemari nya sudah di manipedi
wajah buk Cintya tampak sangat marah wajah nya mulai memerah
"kamu mulai kurang ajar ya Rania, jangan manja deh kamu, kamu itu hanya orang kampung, jangan sok sok an kayak orang kaya, kamu gak pantes, pantes nya kamu hanya di dapur" hardik buk Cintya
"orang kaya atau tidak , yang namanya wanita, memperawat diri itu bukanlah sebuah larangan tapi sebuah keharusan buk, jadi apa yang salah sama aku?, jika aku salah, lalu bagaimana dengan ibu, ibu kan sudah tua ngapain masih perawatan, ibu aja perawatan masak aku enggak, mending ibu aja yang berhenti perawatan malu sama umur buk" bantah Rania dengan santai
wajah buk Cintya semakin memerah
__ADS_1
"dasar mantu kurang ajar " teriak buk Cintya
Rania yang mendengarnya langsung menutup kedua telinganya , setelah itu Rania malah menarik nafas lalu tersenyum pada buk Cintya
"buk, aku ini masih mudah jadi pendengaran ku ini masih baik, jadi ibu gak perlu teriak teriak , nanti telinga ku jadi tuli kalau setiap hari harus dengar ibu teriak, apa lagi suara ibu kayak petir ,memangnya ibu mau punya menantu tuli" tutur Rania sambil menunjuk-nunjuk telinganya
"kamu itu memang menantu kurang ajar, saya heran kenapa bisa Dafa jatuh cinta sama kamu, apa jangan-jangan Dafa kamu guna-guna ya?" tuduh buk Cintya
Rania yang awalnya hendak pergi , mendengar ucapan ibu mertua nya itu, Rania kembali menghampiri ibu mertua nya,
"Astagfirullah buk, istighfar buk, mana mungkin aku main begituan, justru aku lebih heran kenapa mas Dafa bisa punya ibu seperti ibu, maaf ya buk kalau aku kurang ajar, tapi sikap ku tergantung sikap ibu sama aku" tegas Rania
Tampa berkata apapun buk Cintya langsung pergi meninggalkan rania
__ADS_1
...****************...