
Sudah be2rapa akhir ini Raina menjalani hari2 seperti biasa. Namun aneh nya, Akhir2 ini kakak kelasnya yg setingkatan dgn suaminya,Arif .yg sellu mendekat kepadanya.
Aliza, fitria ,jasmin yg memang selalu bersama Raina merasa risih dgn ketidak sengajaan mereka bertemu dgn laki2 yg bernama Alfaro afnan.
Curiga Raina rasakan sejak dua kali mereka bertemu yg katanya tak di sengaja.Yg mereka tak ketahui semua itu sudah di rencanakan oleh Angel dan teman2nya.Mulai dari bertabrakan di depan perpus, Bertemu di lorong, Membantu raina saat akan jatuh di anak tangga, dan banyak lagi yg lainnnya.Hal itu sangat aneh bagi raina. Dan semua kejadian itu di abadikan oleh Sesil teman Angel melalui ponselnya untuk melancarkan rencana mereka.
Foto yg bergaya seperti pelukan, menyangah raina agar tidak jatoh seprti berkayang,foto raina di sentuh keningnya dan be2rapa foto lagi yg di yg menurut sesil akan memancing emosi Arif sehingga membuat arif marah dan meninggalkan raina.pikir mereka.
Seperti saat ini yg tak sengaja Raina, fitria, Aliza dan jasmin yg berada di taman sedang belajar dan bergurau menjadi salah satu tempat rencana angel lakukan.
'' Ra.. pinjam buku lue ,gue lupa bawa catatan..'' ucp jasmin.
'' Jangan lama2..''
'' Penjem aja.. kan lue punya IQ di atas rata2 jadi gc masalah bukan kalo lue gc belajar sekali2.. '' celetuk jasmin.
'' Ngomng2 Ka2k ipar lue kapan kasih gue ponakan yg lucu dan imut2 ..'' Timpal aliza..
'' Kalo itu do'ain aja.... '' sahut raina dgn senyum dan rona merah di pipinya.
Fitria yg berada di antara mereka hanya bisa mendengarkan perkataan ketiga sahabatnya.sambil tersenyum melihat rona meràh di wajah saudaranya itu.
... Dan raina, Di fikir2 pagi tadi dirinya merasa tidak enak badan, Badannya lemas, wajahnya pucat dan kepalanya pusing setelah dirinya muntah2 tadi pagi di saat suaminya sedang melakukan olahraga pagi yg membuat arif tidak mengetahuinya.Namun dgn sedikit polesan membuat wajah pucatnya tidak terlihat oleh suaminya....
Lagi2 saat ini rasa pusing dia rasakan kembali di tengah2 dirinya bersama sahabatnya.Krna tidak mau membuat sahabatnya khawatir raina berniat beranjak dan pergi ke ruang kesehatan untuk meng Istirahatkan tubuhnya.
'' Aku pergi dulu sebentar '' pamitnya..
'' Mau kemana lue ..? tanya fitria yg melihat wajah pucat raina.
'' Ke toilet...
'' Mau gue temenin..'' tawarnya khawatir.
'' Tidak usah.. emang gue ank kecil ke kamar mandi aja harus di temenin..'' tolaknya yg sudah tidak tahan lagi dgn pusingnya.
'' Ok hati2...
Raina melangkah perlahan sambil se2kali memijit keningnya.
Tak jauh dari sana Angel dan teman2 nya memperhatikannya. Dan sesuai rencana mereka. Angel yg sudah memberi pesan ke pada Alfaro dgn tampa pengenal meminta alfaro untuk datang ke taman dan di saat Raina berjalan belawanan dgn alefaro,tubuh raina sudah sepoyongan sehingga kesadarannya hampir saja hilang yg membuat tubuhnya hampir tumbang..Namun untungnya tubuh itu tidak sampai jatuh krna ada2 se2org yg menangkapnya. Dgn cepat posisi itu di abadikan oleh ponsel sesil.
__ADS_1
'' Heey... '' Ucp Alfaro yg menangkap tubuh raina.
'' RAINA....😦 '' teriak jasmin yg tampa sengaja melihat sahabatnya itu akan pingsan.
Aliza dan fitria menoleh, melihat ke arah jasmin melihat.Merekapun berteriak dan beranjak mendekati tubuh sahabatnya yg taksadarkan diri berada di dlam dekapan kakak kelasnya.😳
Alfaro yg panik meng bopong tubuh raina menuju ruang kesehatan.Di ikuti oleh ketiga sahabat raina yg berlarian di belakangnya.Rasa cemas mereka rasakan, apalagi Fitria yg tidak pernah mendapati sahabat masa kecilnya itu jatuh pingsan kecuali di saat pernikahan raina saat itu, dan ini yg ke dua kalinya fitria melihat raina pingsan.
Ruang kesehatan
Tubuh Raina di baringkan dgn sangat hati2 oleh alfaro, dia menetupuk2 pelan pipi raina agar sadar namun tetap saja tidak menyadarkannya.
" Minggir.. " bentak fitria yg melihat alfaro sedang mencoba membangunkan raina.. Namun alfaro tidak bergeming, dia terus mencoba membangunkan raina..
" Gue bilang Minggir.. lue budek ya.." geramnya sambil menarik lengan alfaro dan menghempaskannya. Saat ini ke khawatiran fitria membuncak takut terjadi sesuatu kepada saudaranya.Sehingga kekuatannya yg di pendam keluar dgn sendirinya.
" Buset ni cewek.. kuat banget.." lirih alfaro yg terhempas dan menabrak dinding.Membuat Aliza dan Jasmin terkejut dgn apa yg mereka lihat.😯
'' Jas cariin minyak angin...'' pintanya..
Jasmin langsung mencari apa yg di minta fitria di meja serta laci yg ada di ruangan kesehatan itu.
Sedangkan aliza saat ini sedang memegang tangan kiri raina dan mengosok2kannya pada kedua tanya.Fitri menepuk2 pelan pipi raina dan menggenggam tangan kanan raina yg sudah di anggapnya adik itu.
Di tuangkan nya dan di gosokkan di depan hidung raina,Tidak ada pengaruh... membuat mereka semakin panik.Membuat mereka tidak berfikiran untuk menghubungi Arif.
'' Gue panggil dokter ya.. '' khawatir alfaro..
Fitria menoleh,menatap tajam pada alfaro. '' Tidak usah..''
'' Tapi kalo begini terus tidak baik untuk dia..''
'' Gue bilang tidak usah..'' kesalnya.
Alfaro pasrah.. Dia pun tidak bisa memaksakan ke inginanya.
Rasa khawatir Alfaro sama seperti ketiga sahabat raina. Itu karna di akibatkan dia sudah mempunyai rasa untuk raian,. Bertemu be2rapa kali yg di anggapnya tampa sengaja membuatnya membuka hati pada gadis yg katanya hanya seorg gadis biasa.
Be2rapa menin kemudian Tangan raina mulai bergerak, dan matanya perlahan mulai terbuka perlajan. '' Heeeem.. keluhnya.
'' Ra.. lue sudah sadar..''
__ADS_1
'' Apakah ada yg sakitt?
'' Apa yg sebenarnya terjadi...?''
'' Sudah diam !! kalian membuatnya semakin sakit kepala.. '' sela fitria yg mendengar pertanyaan dri aliza, jasmin dan alfaro..
'' Gue gc pp...
'' Perlu ke rumah sakit..? tanya fitria. Sedangkan yg ke tiga org yg ada di sana hanya melihat interaksi raina dan fitria.
'' Fit.. antar gue ke rumah sakit untuk periksa dan Minta bodygard yg menjaga kita untuk me2riksa apa yg terjadi akhir2 ini pada gue,..!'' pintanya dgn suara parau dan lemah.
'' Maksud lue .. lue pingsan krna ada se2org yg ...
'' Bukan fit.. '' sela raina., raina melirik alfaro yg mematung menatap mereka. '' Ke tidak sengajaan gue yg akhir2 ini bertemu dgn senior .'' jelas raina. Fitria meneloh dan menatap tajam pada alfaro.
'' Ok... '' jwab fitria yg langsung mengambil ponselnya dan menghubungi bawahannya.tatapannya masih menajam pada seniornya.
'' Ra .. gue kasih tau kakak ya..'' pinta aliza.
'' Gc usah Al.. Gue gc mau kakak lue khawatir..''
'' Tapi Ra...
'' Gc papa ko.. ya.. '' mohonnya. '' Kita ke rumah sakit dulu, setelah itu gue sendiri yg akan bilang padanya nanti.,'' meyakin kan aliza adik iparnya.yg di jawab dgn anggukan paksa oleh aliza.
'' Hallo.. '' kata fitria setalh di sambungan telfonnya di angkat.
'' Fit.. biar gue yg ngomong.'' pinta raina.
'' Hallo..'' ucp raina ., '' Selidiki kejadian akhir2 ini yg menghubung kan gue sama senior gue yg bernama alfaro. Selidiki juga Angel dan teman2.. '' Printah nya dgn suara dingin yg membuat si pendengar dan yg ada di sekitarnya mengernyit heran.
'' *Baik boos...
" Gue beri kalian waktu sampai nanti malem tpi paling lambat besok., jgn malas malasan*. "
Sambungan tefon pun putus .Dan mereka semua mengantar raina ke rumah sakit ter kecuali alfaro yg tidak di perbolehkan oleh fitria.Dan itu juga sangat di inginkan oleh raina krna raina tidak ingin berhubungan dgn org lain.
'' Lebih baik lue jauhin Raina jika lue tidak ingin mendapatkan masalah.. '' ancam fitria sebelum pergi menyusul jasmin dan aliza yg membopong raina menuju parkiran kampusnya.
.
__ADS_1
.
.