Pemilik HATI Rasa Yg Tak Pernah ADA

Pemilik HATI Rasa Yg Tak Pernah ADA
Bonus cepter.. 3bulan kmudian


__ADS_3

"Sayang.. di mana dasi ku..." triak arif yg sedang mengenakan kemeja kerjanya.


Raina yg mendengar teriakan sang suami mendengus kesal,sebab dia sudah menyiapkan semua perlengkapan arif di sofa dekat ranjang Dan meninggal kannya untuk melihat putra nya yg sedang menangis.


"Bukannya sudah aku siap kan smua! cari dong sayang.. " sahutnya dgn berjalan perlahan ke kamarnya dgn menggendong sang buah hati yg sedang menyusu.


" Udah.. tapi gk ketemu sayang..."


"Alasan.." melihat arif sekilas dan menatap kembali pada putranya. namun tak sengaja matanya melihat dasi yg di cari oleh suaminya.


" Itu apa kalo bukan dasi. " tujunya dgn dagu pada dasi yg berada di bawah jasnya.


Arif cengingisan.. " Hehehe.. iya ya.." jawabnya.. dan menedekat ke arah raina..


mencium pipi caby sang putra dan mencium sekilas bibir ranum raina..


"Biar sama² di ciuma,biar gc ada yg cemburu.." ucpnya setelah mencium keluarga kcil tercinta.


Raina terswnyum mendengar perkataan arif.tangannyapun terulur mengelus lembut pipi arif.arif pun memejamkan matanya menikmati sentuhan lembut sang istri di pipinya,tangannya un menyentuh tangan raina yg berada di pipinya dan di ciumnya berkali²..


"Jangan menggda ku di pagi hari sayang.." katanya yg langsung di plototi oleh raina..


"iish.. kamu itu ya.." kesal raina tak habis pikir dgn suaminya yg gampang terangsang oleh sentuhannya.


" Kan aku udah pernah bilang.."

__ADS_1


" Iya iya.. "...


Arif pun kbali mendekatkan wajah nyapada wajah sang putra membuat raina berfikiran jika suaminya itu ingin mengganggu Raif dari ke antengannya.


" Jangan membuatnya rewel sayang.."


" hmmmm...."


Raina mengernyitkan kening setelah di rasa ada dua mulut yg menghisap di bagian dada di mana baby raif menyusu.


"Aw.. iiiish... "aduhnya setelah dia menyadari jika suaminya memberi tanda pada gunung yg di **** oleh putranya,. " Sayang sudah cukup.." keluhnya namun sebelah tagannya memainkan rambut suaminya.


"hemmm.." Arif terus melancarkan aksinya, sehingga dia meninggalkan tanda yg cukup besar dan sangat merah gelap..lalu diapun mengahiri aksinya itu dan mendaratkan ciuman di kenig sang putra dan melihat istrinya yg masih memejamkan mata menikmati kelakuannya beberapa detik yg lalu.


" Sayang kamu kenapa.?"tanyanya pura² bodoh..


" hah.. kenapa gitu..?''


" Itu hukuman mu yg sudah membuat ku termakan oleh permainan mulut mu.." ketusnya..


" Heh.. tapi kan Yang..''


" Gc ada tapi tapian sana berangkat..."


Di usir bukannya berangkat,arif malah menelfon asisten rumahnya untuk kemarnya yg membuat raina memicingkan sebelah alisnya hëran..

__ADS_1


"apa yg akan dia lakukan.."


Dan tak bererapa lama asisten rumah tangga yg tadi di minta oleh arif sudah berada di depan pintu.


tok.. tok..tok..


"Tuan.. " suara si asisten di luar kamar utama yg berada di lantai dua.


Dengan cepat,arif mengambil Raif dari gendongan istri cantiknya, membawa baby raif ke pintu dan menyerahkan nya pada asisten rumah tanggahnya.


Setelah mengatakan sesuatu pada asisten yg bernama rina,arif menutup pintu dan langsung menguncinya.Diapun menatap istrinya dgn senyum menggoda,.Arif berjalan sambil melepas satu persatu yg di kenakannya membuat raina sadar dgn apa yg akan arif lakukan padanya.


"heh Yang apa-apa yg akan kamu lakukan..?'' tanya gugup..


" Menuntaskan dan menjemput pahala sayang.."


" Tapi bukamnya kamu ada pertemuan..''


" Itu masih ada boby sayang..'' mengedipkan sebelah matanya.


" Kau.. jangan macem² ini masih pagi rif.."


" Aku hanya akan melakukan satu macam yg akan membuat mu ke enakan sambil menyebut nama ku sekaligus mungkin saja kita bisa kasi Raif dedek.."


" Kamu kamu..." mulut raina tidak bisa meneruskan perkataannya krna mulutnya sudah di bungkam oleh bibir sang suami yg sudah berada di atas tubuhnya.permainan mulut serta lidah dari keduanya semakin menjadi krna nafsu kedua sudah mulai memuncak. dan dengan cepat arif mengoyak ders rumahan raina krna dia tdk ingin lama²,sebab di bawah sana sudah sesak dlam hitungan detik nya.

__ADS_1


Terjadilah pergulatan mengundang keringat di pagi hari itu. Waktu pagi yg seharusnya memisahkan mereka untuk menjalankan tugas nya di perusahaan masing², kini harus tertunda krna pertempuran penuh kenikmatan yg mereka undang sendiri di waktu pagi ini.


...🌺(*^o^*)🌺...


__ADS_2