Pemilik HATI Rasa Yg Tak Pernah ADA

Pemilik HATI Rasa Yg Tak Pernah ADA
rbonus chepter =Rencana pertemuan.


__ADS_3

Raina dan arif,kini kambali di sibukkan dgn kesibukannya masing².


Arif terkadang absen pergi ke kantor jika sang istri tidak datang ke kantor keluarganya(perusahaan milik dedy raina).krna menurutnya meghabiskan waktu bersama keluarga kecilnya adalah hal yg paling dia idam² kan krna meski dalam serumah namun sedikit jarangnya mereka bersama di kala raina harus mengurusi perusahaan sang mertua atau dirinya ada hal yg tak bisa di tinggalkan dlam urusan peusahaan.


Yah... Raina sudah mulai mengambil alih perusahaan sang dedy setelah dia bisa merawat dgn baik kedua pria tercintanya dan bisa mengatur waktu untuk pekerjaan dan kedua pria tercinta di rumah nya.Bahkan raina tidak pernah absen untuk memberi jatah setiap malamnya untuk sang suami meski dia sedikit lelah karna mengurus perusahaan dan putranya.


Hari ini raina sedang menuju kantornya dgn di setiri oleh bawahannya yg di ambil dari perusahaan BLACK BORDFIT nya.


Kemana pun raina selau membawa sang putra krna dia tidak mempekerjaan kan seorng babysiter.Dia ingin merawat sendiri buah hatinya yg pastinya bersama sang suami yg selalu setia membantunya jika berada di rumah.


" boos kita sudah sampai.." kata seorg wanita yg berna lina.pegawainya yg dia angkat sebagai sopir sekaligus asisten kedua raina yg bisa membantu menjaga sang putra di kala Raif bisa ia tinggal.sedangkan asistennya dlam pekerjaan sudah ada.. yaitu asisten yg dulu bekerja untuk sang dedy. ..Asisten'Leon'


"hem..."jwabnya dgn menurunkan sebelah kakinya setelah sang penjaga Perusahaan membuka pintu mobil.


Raina keluar dgn menggendong sang putra.. dan Lina menyusulnya dgn membawa tas milik Raina.Mobil.. pun di serahkan pada pegawai di sana yg memang tugasnya.


Raina melangkah menuju life pribadi,di setiap jalannya dia di sapa dgn hormat oleh paalra karyawannya..yg hanya di jawab dgn gumaman kecil raina..


Merka menatap bahagia kepergian atasannya itu,meski raina dingin tapi dia tdk pernah semena2.. apalagi di saat meillihat paras Raif yg imut.. sungguh ingin sekali mereka mencubit pipi bulat tuan kecilnya itu...


Life terbuka.. Raina serta Lina keluar dari life dan melangkah menuju ruanganya..yg di sambut oleh para sekretaris yg berjajar sejak suara dentingan life berbunyi..


"Salamt datang Nona muda,tuan kecil Nona lina.."sapa mereka serempak..


"hem.. selamat pagi..."jawab lina tdk nyambung.. namn bisa di betulkan juga jawaban lina.. krna waktu sekarang masih pagi..

__ADS_1


Lina membuka pintu ruangan Raina.. dan masuk kedalam.. meletakkan Raif di tempat tdur luas samping kursi nya..bersama lina yg langsung lesahan di dekat Raif.. menemani raif yg sedang bermain..


Tok tok tok..


"Masuk..." meminta seseorg yg mengetuk..


Leon masuk setelah mendapatkan izin. diapun membuka aiphednya dan membacakan jadwal raina..


Tak ada hal yg penting namun.. namun jam satu sesudah jam makan siang raina ada rapat dgn beberap perusahaan yg berpartisipasi dgn kerja sama mereka untuk pembangun sebuah taman hiburan di pegunungan..


"Hanya itu saja..?"kata raina..


"Iya nona muda.."


"Kalo begitu siapkan berkas2nya.."


saat leon akan mencapai pintu raina kembali memanggilnya..kali ini dgn sebutan kakak..


"Kak leon ."panggilnya..


berhenti dan menoleh.."iya nona ada yg bisa saya bantu lagi."


Raina menatap malas Leon.. kesal dgn panggilan formal leon padanya..


"Ck.. dgn perusahaan mana saja kita nanti rapat.?" tanyanya krna tdi dia lupa untuk menanyakan itu..

__ADS_1


"kita akan rapat dgn perusaan Bb Company,sandy crop,dervi crop dan perusahan carlos,serta perusahan elberio nona.."


"Perusahaan suami ku juga..?"


"Iya nona.. tuan muda arif juga akan datang pada waktu rapat.. "imbuh leon di jawab anggukan oleh raina.


Raina manggut2 mengerti.


Setelah itu leon undur diri diapun kemabli ke ruangannya untuk menyiapkan berakas2 yg akan di gunakan nanti saat rapat juga mengerjakan tugas lainnya.


...>>>•<<<...


Di restoran yg tidak jauh dari perusahaan miliknkelurga Raina.. Raina tengah menikmati makan siangnya bersama sang putra yg tengah di suapinya bubur khusus bayi.tak tertinggalan Lina juga ikut makan siang dgnnya.Awalnya raina ingin makan siang bersama suaminya namun itu tidak terjadi karna raina ingat jika suaminya ada pertemuan dgn kliennya saat waktu makan siang.


"Lin,makan yg banyak jangan sungkan.."


"I..iya nona.."canggung lina.merasa tak enak dgn perlakuan berlebihan dgn nonanya.


Makan siangpun usai.. raina yg akan kembali ke kantor memilih ke toilet terlebih dahulu sebelum keluar dari restoran meninggalkan Lina dgn sang putra.


sepeninggal raina tidak sengaja lina menyenggol seseorang.membuat orang itu kesal di buatnya krna minuman yang di bawanya mengotori baju mahalnya.


"Sialan."makinya menatap lina nyalang...


\=maaf...lanjut lagi bonus chapternya ya say😊

__ADS_1


selamat membaca.


__ADS_2