
Hari yang cukup melelahkan, hari ini pembeli di toko roti miliku sangat banyak. tidak seperti hari-hari biasanya.
Perkenalkan namaku Ariana Zito umurku 25 Tahun. aku anak tunggal dari pasangan Ibu Retno dan Ayah Anwar.
Aku lulusan Sarjana S1 Tataboga di Universitas di kota M ini.
Satu tahun yang lalu aku pernah bekerja di salah satu Restoran terkenal dengan profesi sebagai Sous Chef, di karenakan hotel tempatku bekerja mengalami kerugian yang cukup besar, Restoran tersebut gulung tikar dan akhirnya semua Karyawan diberhentikan. tentunya dengan pesangon yang lumayan memuaskan.
" Bu Boooss "
" Buset dah si Ocong. bisa gak 'kalau manggil gue gak usah pake teriak-teriak"
"Astaga sekate-kate lu ya ngatain gue Ocong, gue masih manusia noh kaki gue masih nampak di tanah"
"Mata lu siwer yak? ini lantai bukan tanah"
"Sama aja kalau kata gue, yuk pulang udah jam 22 nih"
"Dea udah pulang ya? etalase sudah di bersihkan apa belum sama tuh anak?"
"Dea barusan pulang. etalase juga sudah kinclong, besok siap di isi dengan roti yang lucu cantik rasanya mantab buatan Chef Ariana Zito"
"udah yuk jangan banyak bacot, jangan lupa besok kasih ke gue buku keuangan"
"Siap"
Aku keluar dari toko bersama Silvi- teman sekaligus karyawanku di toko roti. Silvi dan Dea temanku di Restoran dulu tempat kami bekerja.
Dulu Silvi bekerja sebagai Pelayan Restoran, sedangkan Dea sebagai Wash Dishes. karena mereka berdua mempunyai Ijazah SMA aja.
Selama bekerja di toko Roti milikku ini. mereka berdua kerjanya sangat memuaskan, mereka berdua kerjanya serabutan. karena aku menjual roti secara Online dan Offline. Aku setiap hari berada di dapur, karena aku sendiri yang membuat roti.
"Sil. lu mau bareng gue gak?"
"Enggak usah deh. gue bawa motor sendiri, motor punya toko di bawa balik sama si Dea"
"Yaudah lu hati-hati ya. sampai jumpa besok"
"Iya. lu juga ya"
Aku mengendarai mobil dan pulang kerumah. jalanan malam ini cukup ramai. sesampainya di pertigaan jalan, mobil yang aku kendarai di hentikan Polisi.
Aku membuka kaca mobilku
"Selamat malam Mbak"
"Malam Pak ada apa ya?"
"Mohon maaf sebelumnya. kami harus menghentikan perjalanan anda karena di depan- jalanan ditutup, telah terjadi kecelakaan beruntun"
"Iya Pak"
"Terimakasih Mbak. selamat malam"
"Sama-sama Pak selamat malam"
Aku menutup kaca mobil dan membelokan mobilku melewati jalanan satunya. sebenarnya jalanan yang akan aku lewati ini cukup jauh dan sepi dibandingan dengan jalan yang di tutup Polisi karena terjadi kecelakan beruntun itu.
Lima belas menit mobil yang aku kendarai melawati jalanan ini. jalanan yang benar-benar sepi, dari kejauhan aku melihat mobil bergoyang di pinggir jalan. dengan rasa penasaran yang kuat aku menghentikan mobil dan membiarkan mesin mobil menyala.
Mobil Bergoyang di depanku ini sangat mewah dan telihat kalau ini mobil mahal. kacanya yang gelap membuatku tidak bisa melihat kedalam mobil, aku khawatir ada penculikan atau terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.
Aku mengetuk kaca mobil, dan tak lama kaca mobil di buka. aku terdiam karena terpesona dengan laki-laki yang membuka kaca mobil tersebut- laki-laki yang sangat tampan. Eh tapi tunggu sebentar di pinggir bibir laki-laki itu ada warna merah seperti bekas lipstik, aku melihat ke kursi sebelah pengemudi, ada perempuan dengan rambut berantakan, lipstik di bibir yang sudah gak karu-karuan dan kancing baju yang sudah terbuka. Oh my god!
"Hei Mbak"
Suara laki-laki itu mengagetkan dan membuyarkan lamunanku.
"Mas kalau mau berbuat me sum jangan di jalan dong, cari hotel sana. gangguin pengguna jalan yang mau lewat aja" ucapku ketus lalu pergi meninggalkan mobil tersebut.
aku masuk kedalam mobil dan kembali melanjutkan perjalanan pulang kerumah.
"An jiiir sial banget jalanan di tutup. lewat jalan satunya malah ada yang inde hoy di dalem mobil, dipinggir jalan pula. percuma dong mobil bagus kalau gak mampu sewa hotel" gumamku
.
.
.
Sementara itu di dalam mobil yang tak jadi bergoyang.
"Sialan tuh cewek gangguin aja" ucap laki-laki di balik pengemudi
"Sudah dong gak usah ngedumel. lebih baik kita ke hotel" ucap perempuan di kursi sebelah pengemudi " Kasihan si Junjun udah kenceng gitu masa dibiarin" lanjut perempuan itu
"Junjun siapa?" tanya laki-laki itu
"Ini" jawab perempuan itu sambil meremas gundukan di balik celana cowok tersebut
Aaaaahhh
Satu suara desahan lolos dari mulut laki-laki itu.
"Rapiin rambut dan baju kamu. kita ke hotel"
.
.
Malam semakin larut. waktu menunjukan pukul 1 malam, Ariana terbangun dari tidur nya lalu keluar kamar sambil membawa gelas kosong ditangan nya. perempuan itu menuruni anak tangga dan jalan ke dapur mengambil air minum.
Ariana menuangkan air kedalam gelas lalu meminum air itu. di sela-sela minum, Ariana menggelengkan kepalanya. di dalam otaknya masih terngiang-ngiang kejadian yang cukup memalukan.
"Haaisssh kenapa sih gue terngiang-ngiang sama kejadian mobil bergoyang di pinggir jalan itu, mana cowoknya cakep"
"Ariana udah dong jangan mikirin cowok me sum itu"
Uh Ah Uh Ah
Ariana tarik nafas dan membuang nafas lalu pergi meninggalkan dapur. dan kembalik ke dalam kamar nya.
__ADS_1
.
.
Hotel
"Pak Arman bangun dong. Pak!"
"Diem Ren"
"Tapi ini belum di bersihin Pak"
Arman mencabut miliknya dari lembah rimbun milik asisten pribadinya- Rena.
Di dalam mobil mewah bergoyang pinggir jalan yang di jumpai Ariana saat mau pulang kerumah tadi, itu mobil milik Pengusaha sukses yang bernama Arman Bagaswirya. sedangkan Perempuan yang bersama Arman itu adalah Rena- Asisten pribadi yang merangkap sebagai patner penghangat ranjang Arman Bagaswirya.
..........
07 Pagi
Aku membuka mata lalu turun dari tempat tidur dan melangkahkan kaki menuju jendela kamar. tanganku membuka tirai jendela, aku melihat embun bening yang menetes dari dedaunan di taman depan rumahku.
Tok....tok...tok
Suara pintu kamar di ketuk.
"Ar sudah bangun apa belum?"
Aku membuka pintu kamar, dan melihat Ibuku berdiri di depan pintu.
"Aku sudah bangun Bu, ini mau mandi"
"Kalau sudah selesai langsung turun ya, Ayah mau berangkat bareng"
"Iya Bu"
Ibu pergi dari depan kamarku. aku menutup pintu lalu masuk ke kamar mandi, dan bersiap- siap untuk pergi ke toko roti tempatku mengais rejeki.
Bersiap telah selesai. aku membuka pintu lemari dan mengambil satu jaket chef dan apron yang tersimpan di lemari khusus untuk menyimpan baju chef, jaket chef , topi chef dan apron yang aku gunakan setiap hari di dapur toko roti.
Aku menuruni anak tangga lalu menghampiri Ayah dan ibuku yang sedang melakukan sarapan pagi di meja makan bulat nan sederhana.
"Selamat pagi Ayah Ibu"
"Pagi nak. ayo sarapan"
"Ayah berangkat sama kamu ya. mobil ayah ada di bengkel belum selesai di betulin" ucap Anwar
"Iya Yah. tapi aku mau belanja ke supermarket dulu ada bahan yang habis. selesai belanja aku anterin ayah ke toko.
Ayahku ini punya usaha toko Matrial. sedangkan ibuku hanya di rumah. menjadi ibu rumah tangga dan menunggu suami dan anaknya pulang kerumah.
.
.
Aku dan Ayah telah sampai di supermarket.
"Ayah tunggu di mobil aja, kamu hati-hati Ar"
"Iya Yah"
Aku keluar dari mobil dan masuk kedalam supermarket. aku mengambil troli lalu melangkahkan kaki ke Rak bahan kue, aku mengambil bahan-bahan kue yang aku butuhkan.
Selesai belanja aku mendorong troli ke kasir, dan melakukan pembayaran.
"Terimakasih Mbak" ucapku pada Mbak kasir
"Sama-sama" jawabnya.
Aku mendorong troli keluar supermarket menuju parkiran.
Duuug
"Aduh" gumamku
Troli yang ku dorong menabrak orang di depanku. sebenernya bukan salah ku sih. salah orang itu, salah sendiri jalan sambil mainan Handpone.
"Kalau jalan itu pake ma--, KAMU"
"Elu Om-Om me sum di dalam mobil pinggir jalan kemarin malam 'kan" ucapku dengan suara kencang
"Pelankan suaramu" jawab laki-laki itu sambil menujuk wajahku dengan telunjuk tangannya
"Maka nya kalau jalan itu dilihat jalannya, jangan sambil mainan handphone"
Sebelum laki-laki itu menjawab ucapanku, handphone laki-laki itu berbunyi.
"Urusan kita belum selesai" ucap laki- laki dan beranjak pergi
"Urusan elu aja. bukan gue"
Aku melanjutkan mendorong troli menuju parkiran. sesampainya di parkiran aku membuka bagasi mobil dan memasukan barang.
"Sudah belanjanya?" tanya Anwar
"Sudah Yah. mau ke toko sekarang? atau mampir dulu ke Genah Rasa dulu?"
"Langsung ke toko matrial aja, ini sudah jam 8 pagi"
"Siap Yah"
Aku mengendarai mobil keluar parkiran menuju toko matrial milik ayahku.
15 menit berlalu. mobil yang aku kendarai telah sampai di toko matrial milik ayah.
"Ayah hati-hati ya, aku langsung berangkat"
"Iya kamu juga hati-hati Nak"
"Daaa Ayah" aku melambaikan tangan lalu menutup kaca mobilku.
__ADS_1
Aku melanjutkan perjalanan menuju toko roti 'Genah Rasa' milikku. sepertinya aku telat datang ke toko roti. biasanya jam 8 pagi toko roti sudah buka. dan kalau aku telat datang ke toko, ada Silvi dan Dea yang terlebih dahulu sampai di toko dan membuka toko.
30 menit telah berlalu
Mobil yang aku kendarai berhenti di area parkir depan toko
Aku melihat tulisan 'Open' menempel di pintu kaca, aku keluar dari mobil lalu membuka bagasi mengeluarkan barang yang tadi aku beli, tak lupa di tangan kiriku sudah ada paper bag yang isinya jaket Chef apron yang tadi aku bawa dari rumah.
"Selamat pagi Mbak" ucap pak Fatah juru parkir di area toko.
"Pagi pak Fatah, bisa minta tolong?"
"Bisa mbak. mana yang harus saya bantu?"
"Ini pak" aku menyerahkan beberapa kantong kresek yang isinya barang-barang dari supermarket yang aku beli tadi.
Aku berjalan memasuki toko dan di ikuti pak Fatah.
"Tolong di taruh diatas meja ya Pak"
"Iya Mbak"
"Terimakasih"
"Sama-sama Mbak. saya permisi"
Aku berdiri di depan etalase melihat Dea dan Silvi mengerjakan tugas nya.
"Pagi guys" ucapku
"Pagi Mbak Ar" jawab Dea. Dean ini umur nya 3 Tahun lebih muda dariku, orangnya lemah lembut dan kalem berbeda dengan Silvi. Silvi seumuran denganku dan sama-sama Barbar nya.
"Pagi Ar. bawa apaan tuh?" ucap Silvi sambil menunjuk barang di atas etalase dengan kedua matanya
"Itu bahan-bahan kue yang habis. tolong bawa kedapur ya!"
"Siap bu boss"
"De tolong cek di penjualan online. hari ini ada pesanan apa enggak?"
"Iya Mbak"
Aku masuk ke ruang pribadiku yang ada di dalam toko roti ini. aku mengganti baju dan memakai jaket Chef yang tadi aku bawa. selesai mengganti baju, aku mulai ke dapur dan memulai pekerjaanku membuat roti, kue dan kudapan-kudapan lainnya.
Sedangkan di lain tempat.
Arman duduk di kursi kebesaran nya. matanya fokus melihat laptop dan tangan kirinya bergerak-gerak di atas mouse, Arman merasa sial karena pagi ini bertemu dengan perempuan yang memergoki dirinya sedang bercu mbu dengan asisten pribadi nya di dalam mobil, saat perjalanan pulang dari Restoran setelah meeting bersama klien. karena iman dan imin nya terlalu lemah, sang Casanova pun tergoda oleh rayuan panas Rena- asisten pribadinya.
Tok...tok..tok
"Masuk" ucap Arman
"Permisi Pak. saya membawa sarapan untuk anda" ucap Rena. ditangan nya membawa nampan yang berisikan omlet dan kopi untuk Bos pemilik perusahaan tempat ia bekerja.
Rena berjalan anggun dengan pakaian yang sangat seksi melekat di tubuhnya. dua kancing baju yang terbuka seakan memberi pasokan udara pada dua buah da da kenyal nan bulat yang ingin meloncat dari tempatnya itu.
"Letakan saja di meja dan tolong bacakan jadwal saya hari ini!"
"Baik Pak. hari ini jam 11 siang bapak memiliki jadwal meeting dengan para staf untuk membahas tentang pembangunan hotel. setelah makan siang bapak ada jadwal bertemu dengan Ibu Gandari"
"Bertemu mama? sejak kapan mama pulang dari New York?!"
"Ibu Gandari kembali ke Indonesia dua hari yang lalu Pak. kata Ibu, Bapak susah di hubungi, jadi Ibu tadi pagi menghubungi saya, mintak di jadwalkan bertemu dengan Bapak"
"Oke. silakan kamu keluar"
"Tapi pak. bapak tidak mau sarapan yang enak-enak dulu?"
"Rena. Saya bilang kamu keluar, selesaikan pekerjaan kamu dan jangan lupa siapkan konsumsi untuk meeting nanti! tolong dilebihkan ya Ren" ucap Arman dengan suara keras, Arman tahu maksud enak-enak yang di ucap oleh asisten nya itu.
"Ba-baik Pak. Saya permisi"
.
.
.
Toko Roti 'Genah Rasa'
Dea membuka tablet melihat pesanan hari ini melalui Tele gram. ada pesan masuk dari perusahaan Bagaswirya. Bagaswirya memesan 30 Box paket roti dan kudapan.
"Mbak Sil. ada pesanan dari Bagaswirya, pesan 30 Box paket roti dan kudapan"
"Oke. elu bilang sama Ariana dulu"
"Iya Mbak"
Dea melangkahkan kakinya menuju dapur tempat Ariana membuat roti , kue dan kudapan.
"Mbak Ar ada pesanan dari perusahaan Bagaswirya"
"Pesanan untuk jam berapa De?"
"Untuk jam 11 siang mbak. pesannya 30 paket roti dan kudapan"
"Oke. kamu bantu di dapur dulu ya, ini tinggal masukin ke Box. di depan biar di handle sama Silvi"
"Iya Mbak"
Ariana dan Dea membungkus kudapan dan roti lalu memasukan kedalam box bewarna putih tersebut. 20 menit kerjaan Ariana dan Dea telah usai.
"De. kamu anterin pesanan ini dulu ya ke Perusahaan Bagaswirya, mumpung masih jam 10, nanti kalau mepet takutnya jalanan macet, soal pembayaran nya tadi gimana De? bayar di tempat apa di Transfer seperti biasanya?"
"Seperri biasanya Mbak. di transfer"
"Oke kamu hati-hati De"
"Iya mbak. saya pergi dulu"
Perusahaan Bagaswirya sudah berlangganan dengan toko roti 'Genah Rasa" milik Ariana. sejak toko roti tersebut di dirikan, banyak perusahaan yang memesan paket roti dan kudapaan untuk acara-acara perusahannya.
__ADS_1
TBC