
20:00
Malam
Kediaman Ibu Gandari
Arman membunyikan klakson mobil di depan pagar tinggi- kediaman Ibu Gandari. tak lama Security penjaga membuka 'kan pagar tersebut.
Mobil mewah yang dikendarai Arman memasuki pagar rumah. lalu Security penjaga menutup kembali pagar rumah dan menyapa anak majikan nya.
"Selamat malam Den" ucap Security
"Malam Pak" jawab Arman lalu masuk kedalam rumah
Arman berjalan menuju ruang makan, di rumah megah bergaya Eropa tersebut. langkah kaki Arman berhenti, di saat kedua matanya melihat seorang laki-laki duduk berhadapan dengan Ibu Gandari.
"Selamat malam Ma"
"Malam sayang. akhirnya kamu datang juga Nak, Mama kira kamu tidak akan datang kemari"
"Aku pasti datang Ma"
"Hei Bro!" ucap laki-laki itu dan beranjak dari kursi yang ia tempati.
Arman membuka lebar kedua tangannya, lalu berpelukan dengan laki-laki yang sebelumnya duduk berhadapan dengan Ibu Gandari.
"Apa kabar?" ucap Arman kepada laki-laki yang sedang ia peluk
"Kabar baik Kak, gimana kabar Kakak!?"
"Kabar kakak sangat baik Bima"
Yap! laki-laki yang berpelukan dengan Arman, adalah Bima Bagaswirya. adik laki-laki dari Arman Bagaswirya!?
dan jarak umur mereka terpaut tiga Tahun.
"Ck! apa kalian akan tetap berpelukan seperti Teletubis tanpa mengajak Mama?" ucap Ibu Gandari seraya membuka kedua tangan nya
Kakak- Beradik itu saling menatap mata dan tersenyum. lalu memeluk Ibu Gandari dan mencium pipi wanita yang tidak lagi muda itu
.
.
.
Toko Roti 'Genah Rasa'
Ariana bersama Silvi dan Dea keluar dari toko. hari ini toko tutup lebih awal, yang biasanya tutup sampai jam 21 atau 22 malam, untuk hari ini tutup jam 20 malam karena keesokan harinya (hari Minggu) toko akan tutup.
"Guys malam Minggu nih. masih sore juga kita hangout yuk, besok mumpung hari libur" ucap Silvia
"Ini sudah malam loh Mbak. Mbak Silvi gak lihat itu langitnya sudah gelap?" jawab Dea.
"Astaga Dea. maksud gue itu, masih sore karena belum terlalu malam atau larut malam gitu loh! paham gak?"
"Enggak" jawab Dea
"Ah Elah ini bocah gue bingung mau jelasin nya"
"Ck! emang nya mau hangout kemana?" sahut Ariana
"Ketempat yang bisa ngilangin fikiran sumpek" jawab Silvi
"Tempat yang bisa ngilangin sumpek itu, ke tempat Ibadah Mbak. Doa sama Sang Pencipta" ucap Dea
"Gue tahu De kalau tempat Ibadah bisa buat ngilangin sumpek dll. nah masalahnya gue pingin pergi ke tempat yang ada musik ajeb-ajebnya. terus yang visi-foya misi-foya visi-misi foya-foya- dont play-play bos kuuuaaahhh. nah yang kek begitu terus bisa goyang-goyang" jelas Silvi
"Ya Gustiiiii itu tempat maksiat dong Mbak" jawab Dea sambil nyengir
"De. lebih baik lu pulang dah, gak baik anak per awan pulang malam-malam"
"Emang mbak Silvi udah gak per awan?!"
__ADS_1
"Astaga Deaaaaaaa" teriak Silvi seraya mengambil sepatu kets yang sudah di lepas dari kakinya.
"Yaelah mbak gak usah pake teriak. aku kan cuma tanya?!" ucap Dea sambil lari ke arah motor karena takut ditimpuk sepatu oleh Silvi.
Ariana hanya tersenyum melihat kelakuan dan ocehan karyawan sekaligus temannya itu.
"Mbak Ar, Mbak Sil. aku pulang duluan ya" pamit Dea lalu menyalakan mesin motor matic milik toko.
"Oke hati - hati lu. sampai rumah cuci kaki, cuci tangan, cuci muka gosok gigi terus bobo ya" ledek Silvi
"Hati - hati ya De" jawab Ariana sambil melambaikan tangan
"Kuy kita pergi" ucap Ariana pada Silvi
"Pergi kemana Ar?"
"Ketempat yang ada musik ajeb-ajebnya lah! mau gak lu?"
"Mau lah. tapi dimana?"
"Club"
"Siap Bu Boss. Cuuuus kita pergi"
Ariana mengendarai mobil nya menuju Club bersama Silvi.
........
Kediaman Ibu Gandari
Ibu gandari bersama kedua putra nya sedang duduk di ruang keluarga. Ibu gandari sibuk melihat tayangan berita di televisi yang sedang mentayangkan berita virus yang melanda dunia.
Sedangkan Arman dan Bima sibuk dengan Tablet di tangan nya.
"Arman. dua hari lagi mama berangkat ke New York" ucap Ibu Gandari memecah keheningan diantara mereka, kecuali suara berita di televisi.
"Tapi Ma kok cepat banget, Bima aja baru sampai di sini"
"Kalau kamu Bim?" tanya Arman pada Bima
"Aku belum tahu berapa lama di sisi. aku masih mau temuin teman lama dulu"
"Oke" jawab Arman
"Arman. Mama harap kamu pertimbangkan ucapan Mama tadi siang, umur kamu sudah kepala tiga. sudah matang Arman!"
Ibu Gandari beranjak pergi dari ruang keeluarga meninggalkan Arman dan Bima.
Bima yang merasa ingin tahu ucapan Ibu Gandari tadi siang bersama Arman, ia pun bertanya kepada Kakaknya.
"Kak. memang nya tadi siang mama bicara apa?"
"Mama suruh kakak kawin eh nikah, kalau kawin mah udah tiap hari" jawab Arman dengan senyum meyeringai
"Bener-bener ya kak. kamu itu memang Sang Casanova" jawab Bima dan bergidik karena membayangkan kehidupan Kakak nya yang suka bergonta-ganti perempuan, untuk menghangatkan ranjangnya.
Arman tersenyum mendengar ucapan adik nya.
"Nanti kalau mama cariin kakak, bilang aja kakak pergi"
"Pergi kemana kak?" tanya Bima
"Club"
"Aku ikut" jawab Bima lalu meletakan Tablet di meja
Kedua laki-laki tampan itu pergi ke Club dengan mengendarai mobil mewah milik Arman.
.......
Club
Hingar-bingar Dentuman suara musik yang dimainkan oleh Disc Jockey Profesional dengan lampu tamaram yang menyinari setiap sudut Club malam di pusat kota M ini. dimana banyak orang berkantong tebal yang dapat mengunjungi Club malam untuk sekedar bersenang-senang dan mencari kepuasan lain.
__ADS_1
Bahkan tempat seperti ini juga menjadi surga dunia. dan tempat untuk mengais rejeki bagi para karyawan atau seperti pelayan Club yang berpakaian sexy dan berjalan berlenggak-lenggok hilir mudik membawa minuman berkelas untuk disuguhkan ke pengunjung Club. Dan di bagian depan ada juga pelayan berpakaian mini nan sexy yang khusus di pesan dan duduk di samping pengunjung berkantong tebal sambil menuangkan minuman dan menemani minum. atau melakukan hal lebih dari itu.
Sementara itu di pintu masuk Club. Berdiri dua perempuan yang sedang dihadang oleh dua laki-laki berbadan gempal berkepala plontos yang mengenakan pakaian hitam.
"Tunjukan identintas kalian!" ucap salah satu laki-laki penjaga pintu Club
"Buat apa Pak? kita sudah cukup dewasa untuk masuk ketempat seperti ini!" jawab Silvi
"Iya kamu cukup dewasa. tapi tidak untuk orang di sebelah kamu" laki-laki itu menunjuk Ariana
"Hah saya?" ucap Ariana menunjuk dirinya
"Iya kamu. tunjukan Identitas terlebih dahulu sebelum masuk kedalam"
"Pak ini temen saya loh. kita seumuran" sahut Silvi
"Tapi saya tidak yakin. cepat tunjukan Indentitas kamu adek manis" ucap laki-laki penjaga pintu sambil mengulurkan tangan meminta Identitas diri milik Ariana.
Ariana membuka tas lalu mengambil KTP dan di serahkan kepada laki laki itu.
"Saya bukan adek-adek ya Pak. apa lagi adek manis" sungut Ariana lalu meminta kembali KTP miliknya dan menerobos masuk ke dalam Club.
Ariana memang mempunyai wajah yang baby face. meskipun umurnya 25 Tahun tapi perempuan cantik itu memliki wajah seperti gadis berusia 17 Tahun.
"Biasa aja dong Sil kalau jalan, gak usah celingukan kek gitu" ucap Ariana di dekat telinga Silvia
Suara musik yang kencang mengurangi pendengaran orang di dalam Club elit tersebut
"Eh gila ini rame bener woi. musik nya beeeh bikin badan gue pengen goyang" ucap Silvia
"Elu jangan norak dong Sil"
"Gue pertama kali masuk tempat kek beginian"
"Gue juga sama kek elu. tapi gue gak norak" ucap Ariana lalu menarik tangan Silvia menuju meja Bartender
Sesampainya di meja bartender Ariana dan Silvia duduk di kursi tinggi depan meja. Ariana memesan wine yang kadar alkohol nya tidak terlalu tinggi, tak lama pesanan Ariana datang.
"Silakan Mbak" ucap Bartender
"Terimakasih" jawab Ariana lalu meminum wine di dalam gelas
"Ar. ada jus jeruk gak ya?"
Uhuuuukkkkk
Ariana tersedak wine yang sedang ia minum.
"Elu jauh-jauh dari toko ngajak kesini cuma mau minum jus jeruk?" ucap Ariana
"Hehehehe kalau gue minum- minuman kek punya lu, ntar pas pulang kerumah gue di kepreet sama bapak gue" jawab Silvia lalu nyengir sama Mas bartender yang tersenyum mendengar ucapan Silvia.
"Mas jus jeruk satu ya" ucap Ariana memesan pada bartender.
"Sil. noh udah gue pesenin jus jeruk, lu tunggu disini ya gue mau ke toilet dulu"
"Iya Ar. hati-hati lu"
.
.
Area Parkir Club
Mobil mewah yang di kendarai Arman terpakir rapi di deretan mobil mewah lainnya.
"Bim. kakak ke toilet dulu ya" ucap Arman " kamu masuk duluan aja" lanjutnya lagi
"Oke" jawab Bima lalu masuk ke dalam Club.
Arman berjaalan menuju toilet. saat melewati lorong ia menabrak orang yang juga melewati lorong tersebut!
"KAMU?!"
__ADS_1