
"KAMU!?"
Arman kaget orang yang ia tabrak ternyata perempuan yang memergoki dirinya di dalam mobil bersama Rena, di pinggir jalanan sepi. dan satu lagi, perempuan yang sama- yang menabrak dirinya di supermarket pagi itu. Arman menyadari, sebetulnya itu tidak sepenuhnya salah perempuan yang berdiri di hadapan nya saat ini, karena waktu itu Arman juga salah. ia berjalan masuk ke supermarket sambil memainkan Handphone.
Dan sekarang. Arman bertemu lagi dan melihat perempuan itu dari dekat, perempuan yang cantik, kulitnya bersih dan putih. mata yang sayu dengan manik hitam melekat.
Arman melihat penampilan perempuan di hadapan nya. ia melihat dari ujung kepala hingga ujung kaki.
Perempuan yang sangat unik. Batin Arman
Arman menyunggingkan senyum saat melihat pakaian yang di kenakan perempuan itu. Jaket Chef celana jeans serta flat shoes yang di kenakan perempuan itu.
Apa dia seorang Chef? Batin Arman
"Woi ngelamun aja lu." ucap perempuan itu
"Ck!" decak Arman karena kaget dengan suara perempuan di hadapan nya
"Aaar" teriak seorang perempuan
Laki-laki dan Perempuan yang saling berhadapan tadi menoleh ke sumber suara.
"Hoi ayok pulang bapak gue Telpon mulu nih" ucap perempuan dan itu- Silvi.
"Oke ayok pulang" jawab perempuan itu- Ariana
"Bye Om me sum" ucap Ariana lalu pergi dari hadapan laki-laki yang masih berdiam di tempat nya berdiri, ia bak terhipnotis oleh kecantikan dan suara dari Ariana.
Ariana dan Silvi jalan menuju tempat parkir mobil. sesampainya di parkiran, langkah kaki Ariana berhenti, dua bola mata Ariana melihat mobil mewah yang pernah ia gedor kaca nya pada saat perjalanan pulang malam itu.
"Keren nih mobil, tapi sayang buat tempat inde hoy" gumam Ariana
"Ar ayo pulang. ngapain lu berhenti lihatin mobil? naksir lu sama tuh mobil!?" ucap Silvi yang berdiri di samping mobil Ariana
"Kagak. ngapain gue naksir mobil kek begini" jawab Ariana sewot
"Eh tapi tuh mobil cakep plus keren gitu" ucap Silvi lalu masuk ke mobil begitupun dengan Ariana "Pasti yang punya mobil juga cakep" lanjut Silvi
"Cakep sih, tapi sayang me sum"
"Siapa yang me sum?"
"Noh yang tadi lu kata"
"Yang punya mobil keren itu?"
Ariana mengangguk. mengIyakan ucapan Silvi.
"Ketemu dimana lu?
"Udah gak usah di bahas. kenapa bokap lu Telpon?" ucap Silvi mengubah topik obrolan
"Bapak gue ngajakin ke rumah sodara. mumpung besok hari libur, maka nya kagak boleh pulang larut malem"
"Hahahaha kualat lu sama si Dea"
"Kualat Paan?" tanya Silvi bingung
"Elu kan bilang sama Dea. kalau anak per awan gak boleh pulang larut malem"
__ADS_1
Ariana dan Silvi tertawa terbahak-bahak. kerena ingat ucapan Silvi pada Dea sebelum berangkat ke Club.
.
.
Sementara itu di Club
Arman keluar dari toilet lalu berjalan masuk kedalam Club. ia melihat Bima duduk di sofa bewarna merah di dalam Club tersebut. beberapa perempuan berpakaian sexy datang menghampiri, tapi adiknya hanya terdiam sambil menikmati minuman di gelas tangan kanannya. sedangkan tangan kiri digunakan untuk mengusir perempuan berbaju sexy itu.
"Kenapa ada masalah sama mereka?" tanya Arman pada adiknya setelah duduk di sofa yang sama
"Males aja Kak"
"Kamu gak pernah main sama perempuan seperti itu?"
Bima menggelengkan kepala. lalu menuang minuman Alkohol berkelas ke dalam gelas yang ia pegang.
"Hei Bro. hidup itu harus dinikmati. salah satunya dengan ber 'main' dengan mereka"
"Tapi sayangnya aku tidak ingin bermain dengan mereka, perempuan-perempuan seperti itu bukan tipeku. apalagi perempuan di tempat seperti ini lubang mereka tidak akan sempit lagi" ucap Bima lalu terkekeh
"Ck! kalau sudah selesai minum pulanglah bawa mobilku, aku ingin menikmati kehidupan malam ini" ucap Arman lalu meletakan kunci mobil di meja.
"Oke selamat bersenang-senang kak" jawab Bima
Arman menghampiri manager Club yang sedang berbicara pada pelayan sexy yang berdiri menyandar di meja Bartender.
"Ehem"
"Selamat malam tuan Arman" ucap Manager
"Baik Tuan"
Arman melangkahkan kaki nya menuju ruang VVIP di dalam Club. Ruang VVIP yang menyerupai kamar hotel itu ia sewa untuk bersenang-senang dan menyalurkan Hasrat bi rahi yang tak pernah padam.
.
.
.
Mobil Ariana memasuki perumahan yang tidak Elit tapi sangat nyaman. sesampainya di depan pagar rumah, Ariana turun dari mobil lalu membuka pagar rumah dan memasukan mobil ke halaman rumah yang ia tempati bersama kedua orangtuanya.
"Aku pulang" ucap Ariana saat masuk kedalam rumah
"Tumben jam segini udah pulang? biasanya sampai rumah jam 23 malam?" tanya ibu Retno yang duduk di ruang keluarga bersama pak Anwar
"Iya bu tadi toko tutup jam 20. terus pergi sebentar sama Silvi dan anterin Silvi pulang" jawab Ariana lalu mencium pipi Ayah dan ibunya
"Kamu habis minum?" tanya ibu Retno karena mencium bau minuman beralkohol saat Ariana mencium pipinya
"Iya bu cuma segelas. gak akan mabuk, kadar alkohol nya juga gak tinggi, sama tuh seperti wine yang di dalam lemari kaca dekat meja makan" jawab Ariana lalu pergi kedapur
Ariana membuka kulkas dan mengambil satu botol air dingin. ia membawa air dingin ke ruang keluarga. dimana ada ayah dan ibu nya sedang bercengkrama.
"Ayah tadi pulang dari toko naik apa?" tanya Ariana pada Pak Anwar. pasalnya saat tadi pak Anwar berangkat ke toko matrial miliknya, pak Anwar diantar oleh Ariana
"Tadi ayah pulang naik taksi. hari ini banyak pesanan barang untuk bangunan hotel baru dari perusahaan Bagaswirya"
__ADS_1
"Perusahaan Bagaswirya!?"
"Iya Nak. kamu tahu Perusahaan Bagaswirya?"
Ariana menganggukan kepala "Perusahaan Bagaswirya juga berlangganan di toko roti Genah Rasa Yah"
"Dengar-dengar dari karyawan perempuan di toko ayah. pemilik perusahaan Bagaswirya masih lajang dan belum menikah, orangtuanya juga memiliki usaha sendiri di luar negri. karyawan ayah juga bilang, kalau pemilik perusahaan Bagaswirya tidak pernah terekpose media, bahkan Foto-fotonya satupun tidak ada di internet ataupun majalah-majalah bisnis" jelas pak Anwar
"Sudah-sudah gak usah ngomongin orang. si Ayah juga begitu kenapa tahu betul soal gosip-menggosip kayawan toko? bukannya Ayah selalu ada diruangan tidak pernah menangani toko secara langsung?" omel Ibu Retno
Sedangkan Ariana hanya mengangguk-angukan kepala mendengar percakapan ayah dan ibu nya.
"Ayah mendengar gosip karyawan dari speaker Cctv bu" jawab Pak Anwar
"Hoaaaamm" Ariana menguap " Aku ke kamar dulu ya, Yah Bu" Ariana berdiri lalu mencium pipi ayah dan ibunya
"Selamat malam Ayah Ibu"
"Selamat malam sayang" jawab pak Anwar
"Selamat istirahat nak" sahut ibu Retno
.....
23 : 30
Malam
Ruang VVIP Club
Arman duduk bersandar di headboard ranjang di dalam ruangan yang bercahaya lampu tamaram. kedua kakinya terbuka dan tangan kirinya memegang rambut panjang milik ja lang yang ia pesan pada manager Club.
Aaahhhhh
Satu Desahan lolos dari mulut laki-laki sang Casanova. tangan nya menarik rambut ja lang sampai kepala ja lang mendongak dan melihat wajah sang Casanova.
"Lakukan tugasmu!" perintah Arman dengan suara parau
Ja lang tersebut mengeluarkan tubuh inti milik sang Casanova dari mulutnya yang sedari tadi ia mainkan, dan ia lu mat bak menikmati permen Lolipop, tubuh inti yang masih berdiri tegap itu di masukan ke dalam lubang kenikmatan yang tidak terlalu sempit, karena terlalu sering di jelajahi oleh Casanova lain nya atau laki-laki yang mencari kepuasan demi menyalurkan kebutuhan sek sualnya.
Bak penunggang kuda Profesional. Ja lang yang telah mahir melakukan tugasnya itu berada di posisi atas, dan orang-orang sering menyebut posisi WOT alias women on top. nafas yang terengah serta suara de sahan terdengar mengiringi kegiatan panas di ruang VVIP Club malam di pusat kota.
"Aaaaaahh shit" umpat Arman lalu membalik posisi
Arman Bagaswirya memacu kecepatan menghentak-hentakan tubuh intinya, menguasai posisi yang di nanti-nantikan ja lang, yang sekarang berada di bawah kendali nya.
"Faaaaass......ter Tuan"
Oouhhhhhhhhh
"Tahan. aku sebentar lagi sampai" ucap Armandengan suara terengah-engah
"Tu---tuan aku akan sampai"
"Keluar bersaaama" jawab Arman lalu menghentakan inti tubuhnya dengan ritme yang sangat cepat
Oouuhhhhhhh
Suara lenguhan kenikmatan mengakhiri kegiatan panas yang menguras keringat .Tubuh Arman ambruk di atas tubuh ja lang yang masih terengah-engah di bawahnya, Tak berapa lama Arman mencabut tubuh intinya lalu melepaskan pengaman dan dilempar kedalam keranjang sampah yang tersedia diruangan VVIP Club.
__ADS_1
Arman mengambil bajunya yang tergeletak di pinggir ranjang. lalu mengambil satu cek dari dalam dompet dan ia letakan di atas ranjang tersebut, dan ia pun pergi meninggalkan ruang VVIP Club dengan peluh yang masih membanjiri tubuhnya.