Penakluk Hati Sang Cassanova

Penakluk Hati Sang Cassanova
Bima (1)


__ADS_3

12:00


Siang


Ariana duduk berhadapan dengan Bima di sofa ruang tamu kediaman orangtua Ariana.


"Mau pergi sekarang?" tanya Bima


"Iya. tapi diminum dulu Teh nya" ucap Ariana dan menyuruh Bima meminum Teh yang sebelumnya telah disuguhkan


"Iya" jawab Bima


Setelah meminum Teh dan berpamitan pada Pak Anwar dan Bu Retno. Bima mengajak Ariana pergi ke tempat dimana ia dan Ariana dulu berpisah.


30 menit berlalu......


Mobil yang di kendarai Bima telah sampai di tempat yang ia tuju.


"Kita ke tempat ini?" tanya Ariana


"Iya. kenapa? kamu gak suka?"jawab Bima dan melepaskan sabuk pengaman, begitupun dengan Ariana.


"Suka. banyak yang berubah disini"


Bima mengajak Ariana masuk kedalam Cafe, tempat mereka mengakhiri hubungan dan berpisah, karena Bima langsung berangkat ke New York.


Sepasang mantan kekasih itu jalan beriringan masuk kedalam Cafe yang terlihat lebih modern dan banyak perubahan didalam nya.


Bima dan Ariana duduk di kursi yang jauh dari pengunjung lain nya.


Tak lama pelayan Cafe mendatangi meja Bima dan Ariana. pelayan itu menyerahkan buku menu kepada mereka.


"Mau pesan apa?" tanya Bima


"Nasi goreng salmon, minumnya Ice Lychee" ucap Ariana


"Punya saya samain aja ya Mbak" sahut bima pada pelayan


Setelah pelayan Cafe menulis pesanan, Pelayan itu pergi.


"Lama tinggal di New York, gak bikin kak Bima lupa dengan Bahasa Indo ya?" Ucap Ariana


"Gak mungkin lupa Ri. apalagi bahasa dari negara tempat lahirku" jawab Bima dan memperhatikan Ariana.


Ariana menganggukan kepalanya. tak lama pelayan datang mengantar makanan yang sebelumnya telah di pesan.


"Silakan Mbak Mas" ucap pelayan sambil meletakan makanan di atas meja.


"Terimakasih" ucap Bima dan Ariana berbarengan


Pelayan pergi setelah menyelesaikan tugasnya, Ariana dan Bima mulai makan siang dengan menu makanan yang tersaji dimeja di hadapannya.


.....


Apartemen


Arman duduk di atas ranjang king size. kepalanya bersandar di Headboard, sedangkan kedua kaki panjangnya berselonjor sambil memangku benda pipih bewarna silver, yang layarnya terdapat huruf dan angka Trading saham.


Sang Cassanova yang sedang melihat pasar saham itupun, sesekali menggelengkan kepala dan memijit pelipisnya.


Sial! kenapa ucapan Mama terngiang di fikiranku.


Kalau aku sudah tua, aku bisa memperkerjakan perawat untuk merawatku! lalu siapa yang akan mewarisi semua ini, hasil kerja kerasku setiap hari?! Batin Arman.


Arman meletakan benda pipih di atas ranjang dan beranjak pergi ke kamar mandi untuk mendinginkan kepalanya yang penuh dengan ucapan ibu Gandari.


Di sela-sela membersihkan diri, seklebat bayangan wajah gadis yang memakai jaket chef di Club itu membuat Arman mengeram.


Aarrrggghhhhhh


"Siapa nama gadis itu? membanyangkan saja membuat juniorku tegang" gumam Arman dan mengurut tubuh intinya yang menengang.


.....


"Kenapa kak Bima ngajakin aku kesini? kak Bima gak ada niat jahat sama aku 'kan?" tanya Ariana yang berjalan beriringan dengan bima Bima di salah satu hotel milik Kakaknnya- Arman Bagaswirya


"Kamu tenang aja. aku gak akan macam-macam, apalagi jahat sama kamu" jawab Bima dan masuk kedalam lift menuju ruangan khusus yang ada didalam hotel tersebut.


Ting...

__ADS_1


Lift berhenti tepat di depan ruangan khusus.


Bima menggandeng tangan Ariana dan membuka pintu ruangan yang sangat mewah. diruangan itu terdapat ruang tamu, dua kamar dan mini bar.


Bima mengambil remot yang menempel di dinding dekat pintu lalu membuka gorden panjang melalui remot tersebut.


"Waah bagus banget" ucap Ariana sambil berjalan menuju kaca raksasa yang sebelumnya tertutup gorden.


Di balik kaca raksasa terdapat pemandangan yang sangat indah dan ada kolam renang juga kursi untuk bersantai.


Bima melangkahkan kaki menuju Ariana yang berdiri di depan kaca sedang menikmati pemandangan.


"Kamu suka?" tanya Bima yang berdiri di sebelah Ariana


"Suka. pemandangan yang sangat bagus" jawab Ariana


Bima tersenyum lalu meninggalkan Ariana yang sedang menikmati pemandangan.


Bima mengambil dua gelas kosong lalu menuangkan Wine rendah alcohol kedalam gelas.


Ariana menghampiri Bima yang berada di mini Bar. ia duduk dikursi dan menerima gelas berisikan Wine dari tangan Bima.


"Kak Bima pesan ruangan ini?" tanya Ariana lalu mencecap wine dari dalam gelas


"Tidak. hotel ini milik Kakakku!" jelas Bima


"Kakak? Kak Bima punya kakak?"


"Punya. Kakak laki-laki" jawab Bima dan meminum wine dalam sekali teguk. lalu Bima meletakan gelas kosong di atas meja mini Bar dan melangkahkan kaki ke ruang tamu. Ariana mengikuti Bima dan duduk di sofa ruang tamu sambil membawa gelas wine ditangannya.


Bima terdiam menatap gadis yang duduk disebelahnya. gadis yang pernah ia sakiti dan menjadikan gadis itu bahan taruhan.


"Maafkan aku" ucap Bima dan merapikan anak rambut Ariana


"Maaf untuk apa Kak?" tanya Ariana bingung


"Karena aku pernah menyakiti kamu"


"Lupakan. Aku sekarang telah memafkanmu"


"Terimakasih" jawab Bima dan mengelus pipi Ariana dengan ibu jarinya


"Tapi perasaanku ke kamu belum pernah berubah" ucap Ariana pelan dan menatap Bima


"Perasaan?"


"Perasaanku ke kamu masih sama seperti dulu, aku masih mencintai kamu Kak Bima!" ucap Ariana dan menunduk. matanya fokus pada gelas yang ada di genggaman tangannya.


"Maaf. tapi aku sudah menikah" jawab Bima


Jedaarrrr


Ariana kaget dengan jawaban Bima


"Me---menikah?"


"Iya"


"Kapan? siapa perempuan cantik yang beruntung kamu nikahi?"


"Aku menikah baru beberapa bulan. Dia tidak cantik tapi cute" jelas Bima sambil tersenyum


"Selamat. kalian menikah dimana?" tanya Ariana.


Gadis berusia dua puluh lima tahun itu berusaha tenang meskipun hatinya kembali sakit.


"Kami menikah di Jerman"


"Wow kalian menikah di Jerman, lalu dimana istri mu?" ucap Ariana lalu meminum wine yang sedari tadi ia pegang.


"Dia tidak ikut ke Indonesia"


"Lain kali ajak istrimu ke Indonesia. aku ingin bertemu dan berkenalan dengan perempuan yang beruntung kamu nikahi"


"Dia bukan perempuan" ucap Bima datar.


"Whaaat!" jawab Ariana kaget "lalu istrimu?" tanya Ariana lagi


"Dia seorang Pria. kami tidak menyebut istri atau suami, tapi Husband and Husband" jelas Bima

__ADS_1


"Yo---you are gay?!"


"Ya"


"Oh my god"


Pyaaaaarrrr


Gelas yang di pegang Ariana jatuh kelantai. gelas yang malang, pecah dan hancur berkeping-keping seperti perasaan dan hati Ariana Zito.


FLASHBACK


NYC Amerika serikat


Luka tak berdarah dan kasat mata itulah yang dirasakan oleh seorang laki-laki bernama Bima Bagaswirya.


Laki-laki muda keturunan Ceko dari hasil pernikahan Ibu Gandari dan Eduard pria asal Ceko- Negara di Eropa Tengah.


Merasakan sakit karena ulahnya sendiri membuat Bima merasa putus asa. gadis yang dicintainya memutuskan hubungan setelah Bima meberitahukan padanya, hubungan yang telah dijalin berdasarkan Taruhan yang ia sepakati dengan sahabatnya yang bernama Vino.


Lamban laun cinta Bima tumbuh dengan sendirinya pada gadis itu. Bima juga tidak menerima mobil yang telah di janjikan Vino.


Dan sekarang semuanya telah selesai.


Gadis yang dicintainya- Ariana Zito telah pergi dari kehidupan Bima.


Dan sekarang.....


Bima disini.......


Ditempat ini.....


Club di NYC


Club yang sangat aneh, kenapa tidak ada perempuan nya! pikir Bima.


Bima berjalan menuju meja Bartender


(Berikut dialog bahasa Inggris yang sudah di translate ke Bahasa Indonesia)


"Berikan padaku minuman alcohol berkadar tinggi" ucap Bima pada Bartender


"Baik Tuan. tunggu sebentar"


Tak lama Bartender memberikan satu gelas kaca, minuman beralcohol tinggi.


Bima langsung meneguk alcohol tersebut


"Berikan lagi" ucap Bima sambil menyerahkan gelas kosong


Bartender menuangkan lagi alcohol kedalam gelas Bima dan Bima langsung meneguk alcohol tersebut hingga tandas


"Berikan lagi" ucap Bima dengan kesadaran yang mulai berkurang


"Tapi tuan" jawab Bartender mulai khawatir karena pelanggan didepannya ini mulai mabuk


"Apa telingamu tuli, aku bilang berikan lagi!" ucap Bima dengan nada suara yang tinggi "apa kau takut, aku tidak bisa membayar minuman ini" lanjut Bima dengan suara yang mulai melemah


"Tidak tuan, tapi anda mulai mabuk"


"Aku bilang berikan"


"Ba--baik tuan"


Bartender menuangkan minuman yang diinginkan Bima. bahkan dengan tak sabarnya, Bima langsung merebut botol minuman alcohol yang di pegang Bartender


"Eh tuan" ucap Bartender itu kaget


Bima meneguk minuman beralcohol dari botolnya langsung, Bima sudah sangat mabuk ia meracau tidak jelas. para pengujung pun tidak mengerti dengan ucapan Bima. karena Bima maracau menggunakan bahasa dari negara kelahirannya.


"Berikan lagi minuman nya" ucap Bima sambil menyodorkan botol kosong


"Tuan anda sudah mabuk" jawab Bartender


"Berikan saja apa yang Dia inginkan" sahut Pria yang tiba-tiba duduk di sebelah Bima.


"Tapi orang ini sudah mabuk tuan" jawab Bartender


"Berikan saja, Dia masih menginginkan minuman itu. soal tagihan biar aku yang selesaikan" ucap Pria itu lalu menyerahkan kartu dari tangannya

__ADS_1


Bartender menerima kartu untuk membayar minuman alcohol yang telah di habiskan Bima.


"Pria yang malang dari wajahmu kau terlihat seperti sedang patah hati. setelah acara minummu selesai, aku akan mengajakmu menghilangkan rasa sakit hatimu. kita bersenang-senang" gumam pria tersebut dengan senyum menyeringai.


__ADS_2