Penakluk Hati Sang Cassanova

Penakluk Hati Sang Cassanova
Bima (2)


__ADS_3

"Huh! tubuhmu cukup berat" ucap Pria yang membayar tagihan Bima di Club.


Pria itu merebahkan tubuh Bima diatas ranjang Apartemennya.


Pria tampan, lucu dan menggemaskan.


Hmm siapa namamu?! pikir Pria itu.


"Ariana maafkan aku" racau Bima dengan bahasa dari negaranya


"Apa yang kau bicarakan? aku tidak mengerti" ucap Pria itu


Bima berusaha bangun dari ranjang dan......


Huuekkk


"Damn! kau muntah" ucap pria yang sedari tadi memperhatikan Bima.


Pria itu mendekati Bima, dan memijat leher belakangnya.


"Hei Bro. kau terlalu banyak minum" ucap pria itu dan terus memijat leher belakang Bima


Wajah Bima memerah karena memuntahkan semua yang ada didalam perutnya. setelah selesai Bima kembali terkapar diranjang besar milik Pria yang entah siapa namanya.


Pria itu membuka kancing baju Bima yang terkena muntah.


"tubuh yang sangat bagus. pu ting yang lucu, rasanya aku ingin memi lin pu ting lucu itu" gumam Pria tersebut


Setelah membuka baju Bima. Pria itu juga melepas celana Bima sampai tersisa ce lana da lam yang mencetak jelas gundukan di tengah-tengah kedua paha Bima.


Ce lana dalam yang tidak sek si


tapi aku penasaran isi dibalik ce lana da lam itu?!


Pikir Pria tersebut


Pria itu menggelengkan kepala. lalu keluar kamar membawa baju dan celana kotor milik Bima, meletakan baju kotor itu di keranjang sebelah mesin cuci.


Setelah itu Pria tinggi bertubuh atletis berjalan menuju dapur, mengambil baskom dan mengisi dengan air hangat tak lupa ia mengambil handuk kecil untuk membersihkan tubuh Bima.


.....


7:00 A.M


PAGI


Bima mengerjabkan mata lalu duduk dan memandangi sekeliling kamar yang sekarang ia tempati.


Aku dimana?


Tanya Bima pada dirinya.


Bima menyingkap selimut tebal yang menutupi tubuhnya. ia melihat tubuh kekarnya memakai Kimono tidur yang entah milik siapa?


"Aku dimana? ini Kimono punya siapa sih? siapa yang gantiin bajuku?" gumam Bima


Bima membuka pintu kamar, saat melangkah'kan kakinya ia melihat ruang tamu minimalis dan tunggu sebentar....


Ini Apartemen'kan?


Punya siapa?


Siapa yang membawaku kemari? seingatku, tadi malam aku mendatangi Club dan minum!


Hmmmm wangi....


Indra penciuman Bima menangkap bau wangi makanan yang membuat perutnya meronta-ronta ingin di isi.


Bima melangkah 'kan kaki menuju tempat wangi makanan yang menggoda indra penciuman dan perutnya.


Kaki panjang Bima berhenti di meja makan dekat dapur yang tak kalah minimalis dari ruang tamu, kedua matanya melihat sosok laki-laki berdiri di depan kompor dengan memakai kaos oblong dan bo xer.


Bima menggelengkan kepala saat melihat bo kong laki-laki itu.


Bulat! pikir Bima.


"Good morning sir" ucap Bima


Laki-laki yang sedang memasak di depan kompor itupun membalikan badan lalu tersenyum melihat Bima.


"Morning. kau sudah bangun?" tanya laki laki itu


"Ya. kau yang membawaku kemari?"


laki laki itu menganggukan kepala lalu tersenyum.


"Namaku Bima, terimakasih atas bantuanmu membawaku kemari" ucap Bima dan mengulurkan tangannya


"Aku Maxime. duduklah aku sedang membuat sarapan" jawab Maxime dan menerima uluran tangan Bima


"Oke"

__ADS_1


.....


Yap! laki-laki yang membayar tagihan Bima di Club dan membawa Bima pulang ke Apartemen nya itu bernama, Maxime Brown laki-laki yang umurnya lebih tua satu Tahun dari Bima. dan Maxime pengusaha Sukses di kota Boston.


Bima duduk di kursi meja makan menunggu laki-laki yang bernama Maxime itu membuat makanan.


Tak berselang lama makanan yang dibuat Maxime telah selesai dan ia menghidangkan di meja makan.


Scrambled Egg, Bacon, Bread Toast dan grilled sausage serta dua gelas susu almond terhidang di meja makan.


"Ayo kita sarapan" ucap Maxime


"Terimakasih tuan"


"Jangan memanggilku seperti itu, panggil aku Maxime saja" ucap Maxime dan memulai sarapannya.


.....


Setelah selesai sarapan Bima membantu Maxime memberes'kan meja makan dan mencuci piring.


Dan sekarang mereka berdua disini....


Duduk berhadapan di ruang tamu minimalis apartemen Maxime.....


"Ada yang ingin kau ceritakan?" ucap Maxime menghentikan keheningan diantara mereka


Bima menggelengkan kepalanya.


"Oke baiklah" ucap Maxime


"Kau berasal darimana?" tanya Maxime


"Indonesia"


"Really?"


"Ya"


"Tapi wajahmu tidak seperti orang Indonesia?"


"Ya. karena Mommy asli orang Indonesia dan Daddy berasal dari Ceko"


"Lalu, kau sudah lama tinggal di New York?" tanya Maxime


"Baru dua hari, dan kau Max?"


"Aku hanya sementara di New York karena ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan"


"Setelah pekerjaan selesai. aku harus kembali ke Boston dan aku tinggal disana!" jelas Maxime.


Bima dan Maxime bercerita tentang keduanya. tentang kedatangan Bima ke Negara Paman Sam ini dan kedatangan Maxime ke Kota New York untuk mengurusi pekerjaan.


Hari berganti Bulan....


Bulan berganti Tahun.....


Bima dan Maxime semakin dekat sebagai sahabat, walaupun ada jarak diantara mereka.


.....


Dan sekarang Bima ada di sini, menunggu kedatangan Maxime....


Bandara Udara Internasional Jhon F Kennedy.


"Kau sudah lama menunggu?" tanya Maxime pada Bima


"Tidak. baru beberapa menit"


"Sekarang mau kemana? pulang ke Apartemen atau makan siang terlebih dahulu?" tanya Bima


"Lebih baik kita makan siang terlebih dahulu, karena perutku sudah lapar" jawab Maxime


"Baiklah, kau yang bawa mobilnya" ucap Bima dan melempar kunci mobil pada Maxime


"Oke"


Maxime begitu perhatian kepada Bima. dan Maxime akan menjelaskan kepada Bima, soal kejadian Bima di Club yang berakhir di Apartemen milik Maxime.


[Restoran Ruang VIP]


"Apa kau tahu tentang Club yang pernah kau datangi?" Tanya Maxime pada Bima di sela-sela makan siang


"Memangnya kenapa? aku tidak tahu tentang Club itu" jawab Bima


"Kau tidak pernah kesana lagi?"


Bima menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak ada waktu kesana lagi. setelah kau menolongku dan mengantarkan aku pulang, aku hanya fokus melanjutkan pendidikanku dan Papa menyuruhku fokus untuk belajar Bisnis!" jelas Bima


"Papa?"

__ADS_1


"Ya. itu panggilan Daddy Ku. sedari aku kecil aku memanggil Daddy dengan sebutan Papa"


"Oke. kita selesaikan makan siangnya lalu pulang ke Apartemen"


Selesai makan siang Bima dan Maxime pulang ke Apartemen milik Maxime. Apartemen yang pernah Bima singgahi untuk pertama kalinya.


Dan sekarang kedua Pria itu berada di sini....


Di ruang tamu minimalis...


Bima duduk di sofa panjang dan Maxime duduk di sofa tunggal.


"Aku ingin dengar soal Club yang tadi kau bicarakan!" ucap Bima memulai obrolan


"Apa kau tidak merasa aneh saat pertama kali masuk kedalam Club?"


"Hmm Ya. aku merasa aneh dengan Club yang aku datangi itu, Club yang sangat aneh, karena tidak ada perempuannya tapi aku tidak memperdulikan itu, pada saat itu aku merasakan sakit hati dan merasa bersalah pada mantan kekasihku!" jelas Bima


"Aku tahu. terlihat dari wajahmu, waktu itu kau sedang putus cinta" ucap Maxime. "Dan kau Tahu Bima, Club yang waktu itu kau datangi, itu Club 'Gay'" jelas Maxime


Damn it !!!!!


"Dan kau berada disana juga?" tanya Bima


"Ya. aku disana dan baru datang lalu melihat kau mabuk" ucap Maxime


"Lalu untuk apa kau kesana? "


"Karena aku--" Maxime tidak melanjutkan ucapan nya


"Gay?!" tebak Bima


Tebakan yang sangat tepat. Maxime menundukan kepala dan menyungar rambutnya dengan jari-jari tangannya.


"Ya. Iam Gay" jawab Maxime dengan suara pelan


"Are you kidding ?" ucap Bima


[apakah kau bercanda?]


"Not. Iam serious!" jawab Maxime


[Tidak. aku serius]


"Maaf 'kan aku karena tidak jujur dari awal" ucap Maxime " tapi aku mencintai kamu Bima, aku sayang sama kamu" lanjut Maxime dan menatap Bima.


"Aku normal Max! kau jangan bercanda, mengapa kau mencintaiku?! kita laki-laki Bro!"


"Maafkan aku. tapi aku sungguh mencintai dan sayang sama kamu" ucap Maxime lalu pindah duduk di sebelah Bima.


Dan.....


Maxime memegang tengkuk Bima.


Lalu....


CUP


Maxime meng ecup bibir Bima dan menggigit bibir bewarna merah muda yang tidak pernah meng hisap rokok itu, Maxime mengeksplore setiap rongga mulut Bima lalu mem belit lidah Bima hingga merasa pasokan oksigen diantara mereka menipis. dan Bima mendorong Da da Maxime hingga pria itu hampir terjatuh dari sofa panjang yang ia duduki.


"Kau gila Max" ucap Bima sambil mengelap bibirnya yang terkena air liur Maxime.


"Maafkan aku, aku tidak bermaksud seperti itu, apalagi me leceh 'kan kamu dengan ci uman" ucap Maxime menyesal


Bima meninggal 'kan Maxime di ruang tamu. sedangkan ia pergi kedapur dan membuka lemari pendingin untuk mengambil air minum.


Sial! kenapa jatungku jadi deg degan seperti ini? apa aku punya riwayat penyakit jantung? kenapa jantungku berdebar-debar setelah Max men ciumku!?


Pikir Bima


.....


Setelah kejadian di Apartemen milik Maxime, Bima berusaha menjauhi Maxime. tetapi tidak dengan Maxime, laki-laki berdarah Amerika-Spanyol dan memiliki wajah tampan dan kulit coklat serta rahang yang kokoh itu. Maxime berusaha mendekati Bima dan memberi perhatian pada Bima dan hingga Dewi Fortuna berpihak kepada Maxime.


Bima merasakan perhatian Maxime dan itu menumbuhkan benih-benih cinta dihatinya.


Dan suatu hari... Maxime mengajak Bima pergi kesuatu tempat, Ia mengungkapan perasaannya kepada Bima dan melamar Bima dengan cincin yang telah Maxime siap 'kan.


"Will you marry me" ucap Maxime dan membuka kotak cincin ditangannya


"Yes I do" jawab Bima dan menerima cincin di jari manisnya yang dipasang oleh Maxime


Selang dua hari setelah Maxime melamar Bima, Maxime datang ke kediaman orangtua Bima. Ia meminta restu untuk menikahi Bima. Awalnya Gandari dan Verald marah karena perbuatan Bima dan mengetahui Bima menyimpang tapi demi kebahagian sang anak, Gandari dan Verald merestui hubungan Bima dan Maxime. tapi tidak dengan Kakak Bima. Kakak Bima tidak mengetahui adiknya yang menyimpang dan telah menikah dengan sesama jenis!?


Maxime membawa Bima beserta kedua orangtuanya pergi ke gedung yang telah Maxime sewa. di dalam gedung sudah ada kedua orang tua Maxime dan keluarga besar lainnya.


Maxime dan Bima mengucap 'kan janji suci di hadapan kedua orang tua dan keluarga besar lainnya. tak lupa seorang laki-laki berdiri di hadapan Maxime dan Bima. laki-laki yang bertugas mengesah 'kan pernikahan Maxime dan Bima.


"Kalian sudah menjadi pasangan yang 'Sah' selamat menempuh hidup baru dan semoga berbahagia" ucap laki-laki yang menikah 'kan Maxime dan Bima.


"Thankyou" jawab Maxime dan Bima berbarengan lalu mereka berpelukan dan menyalurkan perasaan bahagia yang tengah mereka rasakan.

__ADS_1


FLASHBACK SELESAI


__ADS_2