Penantian Selama Ini

Penantian Selama Ini
Bab 27


__ADS_3

Namun Lita masih harus di pantau oleh mereka lagi perkembangannya, karena masih ingin tahu bagaimana hasil nanti ketika Lita sudah sadar dari bius yang sekarang sedang masih belum hilang. Lita di bawa keluar dari ruang operasi dan Ozan menyadari dan mengikuti mereka sampai ke kamar rawat inap Lita. Ozan melihat Lita masih terpejam dan wajahnya sedikit pucat, karena di ruangan operasi itu sangat dingin sekali.


Setelah itu Ozan menanyakan kondisi dan keadaan Lita kepada Dokter tersebut, dan dokter menjelaskan kalau Lita sudah keluar dari kritisnya. Namun dokter belum bisa pastikan bagaimana keadaan otaknya yang sekarang sudah di operasi, semua akan tahu bila Lita sudah sadar dari keesokan harinya. Dan Ozan harus menunggu sampai besok jika Lita sudah sadar dan terbangun dari tidurnya.


****


Pukul 07:00 pagi, Lita sadarkan diri dan merasa heran melihat ke sekeliling kamar itu, lalu menyadari ada seseorang yang tertidur di sebelahnya. Lita melihat dan menyentuhnya dengan pelan, dan membangunkannya. Orang itu adalah Ozan sedari semalam menunggu Lita sampai sadar dirinya, Ozan terbangun saat tangan itu menyentuhnya.


Ozan melihat ke Lita, dan ia sangat senang Lita sudah sadar. Namun kepalanya Lita tiba-tiba terasa sakit bekas operasinya, Ozan dengan cepat memanggil suster dan dokternya. Lita pun meringis ke sakitan, suster memberikan obat penawar sakitnya. Dokter yang menangani belum ada di tempat, ia baru datang pukul 9 pagi nanti. Ozan mencoba menenangkannya, dengan berada di samping Lita seterusnya.


"Mas, dimana mama dan papa Marisa?" ucap gadis itu.


Ozan menoleh dan menatap dengan rasa tak percaya, Ozan benar-benar merasa tak percaya akan ucapan gadis itu. Berarti Lita selama ini memang adalah Marisa, tapi Ozan merasa heran atas diri Marisa yang biasa saja reaksinya.

__ADS_1


"Kamu bukan Lita? dan sekarang mengatakan kamu Marisa?" Ozan menjelaskan sedikit kepada gadis itu.


"Bukannya kamu tidak suka kalau menyamakan diri mu dengan Marisa? kau selalu marah bila orang-orang menyebutkan Marisa." ujar Ozan.


"Iya mas, aku sedikit ingat kalau Marisa dan Lita itu adalah aku. Mungkin nanti aku bisa jelaskan kepada mas Ozan, Marisa mau istirahat sebentar karena sedikit pusing untuk kembali ingat semuanya." ujar Marisa yang memejamkan matanya sejenak.


Ozan semakin bingung dengan tes DNA hasil tidak akurat, tapi Lita setelah di operasi ingatannya kembali dan menjadi Marisa. Aku harus kembali menanyakan kepada pak Irwan tentang Lita putrinya itu, dan mencari tahu kejadian sebenarnya. Namun bukan saat ini, ia bermaksud setelah Lita sembuh keluar dari rumah sakit, Ozan akan pergi ke desa tempat tinggal Lita saat itu.


****


"Hai Irwan, kau lagi mencari cacing ya?" tanya Damar yang tiba di rumahnya.


Irwan hanya diam saja dan tetap melanjutkan pekerjaannya, Damar berjalan menghampiri Irwan dan ia menginjak semua tanaman yang sudah di tanam oleh Irwan dari kemarin. Damar tak mau tahu dengan apa yang sudah di kerjakan oleh Irwan, pria itu malah mendorong Irwan untuk menyerahkan surat ke pemilikan rumahnya kepada Damar.

__ADS_1


Irwan sempat menolak dan berkelahi dengan Damar, namun anak buah Damar datang menghajarnya sampai babak belur. Irwan pun kalah dan jatuh tersungkur di tanah, lalu kedua anak buah Damar menyeretnya untuk masuk ke dalam rumah lewat pintu belakang yang memang terbuka.


Irwan di suruh mereka untuk mengambil surat rumah miliknya dan memberikan kepada Damar bos mereka untuk di serahkannya ke Marwan agar tanah yang mereka miliki semakin banyak dan lebar. Irwan terpaksa memberikannya, jika tidak salah satu dari mereka akan menusuk Irwan dengan sebuah belati yang sudah di keluarkan dari sarungnya.


Surat sudah di serahkan, namun mereka mengingkari janji dan belati itu menembus kulit jantung Irwan di dadanya. Pria itu terbunuh di dalam kamarnya dan mati dengan cara yang tragis, Marwan tak mengetahui akan hal itu. Damar dan anak buahnya membuat drama bahwa Irwan mati gantung diri terjatuh dan tertusuk dengan sebuah kayu disana.


Damar benar-benar kejam dan tak memiliki hati nuraninya, dan beberapa hari mayat Irwan di ketahui oleh para warga sudah mengeluarkan aroma disana. Manda pun mengetahuinya, dengan cepat menelpon Lita yang masih di rumah sakit. Kebetulan Lita sedang tidur dan Ozan yang menerima panggilan itu. Manda menjelaskan dan Ozan terkejut, padahal ada hal yang ingin ia tanyakan ke pak Irwan mengenai Lita.


Dengan cepat Manda mengetahuinya dan menjelaskan kepada Ozan. Manda sedikit mengetahui peristiwa dan siapa Lita sebenarnya, karena Manda adalah orang lama disana dan ia sedikit mengetahuinya dari ibunya sendiri. Ozan akhirnya berencana akan menanyakan kepada ibunya Manda nanti. Manda pun mengerti dan gadis itu meminta kepada Ozan untuk menyampaikan kabar berita itu. Dan Ozan juga mengatakan bahwa saat ini Lita tak bisa kesana untuk melihat karena sedang berada di rumah sakit dan jauh di luar negri.


Manda mengerti, dan menyadari kehidupan Lita sangat rumit dan berat, Manda tak menjelaskan apa pun tentang kematian ayahnya, karena Manda juga tak mengerti mengapa Irwan bisa di kabarkan menggantung dirinya. Itu membuat Manda tak berani mengatakan apa pun karena ia sangat takut akan salah kasih informasi dan menjadi dosa baginya. Serta kasihan kalau sampai Lita mendengar ayahnya melakukan itu.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2