Pendekar Desa

Pendekar Desa
Keadaan Desa


__ADS_3

Di balik kegelapan dunia saat ini, ada salah satu wilayah yang memiliki cahaya kehidupan yang berbeda, jauh dari kerajaan maupun pemukiman desa lain yang ramai, terdapat sebuah desa terpencil bernama Rancabungur.


Desa yang berada di tengah-tengah hutan yang tertutup oleh pegunungan-pegunungan kembar besar bernama gunung Sauday. Penduduk yang ada di sana sangat ramah dan saling menolong satu sama lain, mereka semuanya mayoritas beragama Islam.


Mereka menghabiskan waktu dengan berkebun, bertani, bercanda tawa, berternak, berlatih beladiri dan juga beribadah yang paling utama.


Seperti dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad, At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al-Hakim dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda.


إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَقُوْلُ : يَا ابْنَ آدَمَ! تَفَرَّغْ لِعِبَادَتِيْ، أَمْلأْ صَدْ رَكَ غِنًى، وَأَسُدَّ فَقْرَكَ، وَإِنْ لاَ تَفْعَلْ مَلأْتُ يَدَكَ شُغْلاً، وَلَمْ أَسُدَّ فَقْرَكْ


“Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman, ‘Wahai anak Adam! beribadahlah sepenuhnya kepadaKu, niscaya Aku penuhi (hatimu yang ada) didalam dada dengan kekayaan dan Aku penuhi kebutuhanmu. Jika tidak kalian lakukan niscaya Aku penuhi tanganmu dengan kesibukan dan tidak Aku penuhi kebutuhanmu (kepada manusia)”.


Desa ini memiliki pesona pemandangan yang menarik dan sangat indah sejauh mata memandang dengan suasana tempat yang nyaman serta damai.


Di desa terdapat dua air terjun, yang pertama air terjun Ciganjur, dimana letaknya sebelah kanan bagian timur didekat tempat jalan utama masuk-keluarnya dari desa ini.

__ADS_1


Curug Ciganjur terbilang air terjun kecil di mana airnya yang mengalir dimanfaatkan untuk bertani, untuk bisa ke lahan padi mereka (pematang sawah) dan untuk mencuci buah-buahan dari kebun.




Lalu air terjun yang satunya lagi berada di sebelah kiri bagian Barat yaitu air terjun yang besar bernama Curug Cigameo. airnya biasa dimanfaatkan untuk mandi, wudhu, dan dikonsumsi karena bersih (suci) dan menyegarkan.



Selain dua air terjun terdapat juga tiga pohon purba besar yang mirip seperti pohon beringin (sudah ribuan tahun), dan di mana jika digariskan letaknya masing-masing maka akan seperti segitiga sembarang. pohon itu sering kali disangkut-pautkan dengan hal-hal gaib dan memiliki kisah mistisnya sendiri. pohon yang sangat besar, dan sangat kuat.



__ADS_1


POHON PURBA DI AREA LAPANGAN HIJAU



Dan terakhir, Desa ini memiliki dua


masjid untuk melaksanakan ibadah. Yang pertama masjid kecil bernama Masjid An Nur didekat pemukiman warga arah Utara. Didekat (di belakangnya) salah satu pohon purba yang ada di pemukiman, di bawah pohon itu dijadikan sebuah taman sederhana untuk warga desa.


Sedangkan masjid yang satunya lagi bernama masjid Abu Darda, di atas gunung Sauday tepatnya di atas puncak Curug Cigameo. Masjid ini adalah masjid pertama yang mereka buat. karena letaknya yang begitu tinggi membuat masjid tersebut seakan-akan hilang dari pandangan (tertutup awan), baik dari bagian luar desa ataupun di dalam desa.


Para warga desa harus melewati 666 anak tangga atau setara dengan 2032 meter, sedangkan tinggi gunung sauday 2168 meter.


Meskipun melelahkan tetapi hal itu sudah menjadi kebiasaan sehari-hari untuk para warga. jika sudah terbiasa semuanya akan menjadi ringan dan mudah, terlebih lagi akan mendapatkan balasan pahala.


Ditambah pemandangan yang dihasilkan dapat memukau hati dan memanjakan mata yang membuat lelah kita terbalaskan serta, membuat kita semakin bersyukur kepada Allah Yang Maha Esa dan tak lupa juga mengucapkan MasyaAllah atas segala sesuatu yang telah kita lihat.

__ADS_1


Dalil tentang langkah kaki ke masjid,


Rasulullah SAW bersabda: "Seseorang yang berjalan ke masjid, maka tiap langkah kakinya akan diberikan satu pahala, dihapuskan satu dosa, dan dinaikkan satu derajat oleh Allah SWT." (HR. Ibnu Majah dan Muslim).


__ADS_2