Pendekar Dewa Pedang

Pendekar Dewa Pedang
Ch. 29 - Bertemu Kembali Dengan Xin Tian


__ADS_3

Didalam Kota Tianyun..


Fei Hung memindai hampir semua lokasi diaekitarnya dengan indra spiritualnya, memahami bangunan dan bisnis orang-orang di Kota.


Dalam waktu kurang dari setengah jam, dia telah melewati banyak bangunan. Ada banyak orang diKota itu mengingatkannya pada pasar dan pemukiman yang ada di Alam Dewa.


''Hemph... Aku masih berpikir bahwa saat ini aku masih berada di Alam Dewa ...' Fei Hung mengeluh ketika ingatan melihat keluarganya kembali terlintas di benaknya. Dia akan mencari jalan kembali ke Alam Dewa.


Menyingkirkan pikiran-pikiran ini, Fei Hung terus mengamati setiap bangunan di pusat kota.


Berbagai usaha dapat ditemukan di dalam Kota. Meskipun dapat dilihat bahwa orang-orang kaya memasuki gedung-gedung itu. Dia juga menemukan bengkel yang dapat memproduksi senjata untuk menghadapi binatang iblis dan menjual baju besi dan senjata.


Ada kios yang tak terhitung jumlahnya di Pusat Kota Tianyun. Dia bahkan telah menemukan Asosiasi Alkimia. Dia ingin masuk dan melihat, tapi dia tahu dia tidak punya banyak waktu. Jadi dia memutuskan untuk melihat-lihat nanti.


Fei Hung menyadari jenis pakaian yang dikenakan orang di kota ini, dia bahkan bisa melihat orang memakai jubah seperti manusia di Alam Dewa, meskipun kebanyakan dari mereka yang memakai jubah seperti itu adalah orang paruh baya dan bukan generasi muda, tetapi dia tidak peduli, jadi dia memilih mengeluarkan satu set jubah dari cincin spasialnya yang tidak terlalu mencolok dan bisa berbaur dengan orang-orang di Kota ini.


Karena pakaian yang dipinjamkan Ling Yan kepadanya sedikit ketat dan tidak nyaman, jadi dia lebih suka memakai pakaiannya sendiri.


Meskipun satu set jubah Fei Hung yang baru dia kenakan saat ini tidak mencolok, dia tetap tidak bisa tidak menarik sedikit perhatian orang-orang yang melihatnya


Dapat dikatakan bahwa, pakaiannya terbuat dari bahan berkualitas terbaik, dengan kulitnya yang putih dan halus karena teknik memurnikan tubuhnya, wajah yang tampan, bersama dengan sikapnya yang mengesankan dan cuek terhadap orang lain dan juga dalam dirinya ada Aura yang unik membuatnya tampak seperti berasal dari salah satu Klan besar.


Para wanita muda tidak bisa tidak menatapnya sepanjang waktu sampai dia menghilang dari pandangan mereka. Bahkan beberapa wanita muda berani mencoba mengikutinya, tetapi dia tiba-tiba menghilang ketika mereka akan mengejarnya.


Fei Hung kembali ke tempat dimana dia menunggu bertemu Ling Yan kembali.

__ADS_1


Saat dia sampai di tempat itu, dia melihat pria yang dilihatnya kemarin, Xin Tian.


Ling Yan terkejut melihat Fei Hung mengenakan jenis pakaian yang berbeda, tetapi dia tidak bertanya. Dia berpikir mungkin Fei Hung membelinya.


"Jadi, kau adalah Saudara Fei Hung!" Xin Tian menyambut kedatangannya dengan gembira.


Fei Hung terkejut tiba-tiba dipanggil dengan namanya. Dia berbalik untuk melihat Ling Yan yang memasang senyum tak berdaya.


Dia tahu bahwa Ling Yan seharusnya memberitahu Xin Tian namanya, jadi dia tidak bisa menyalahkannya.


Fei Hung menggelengkan kepalanya dengan perasaan pahit.


Dia membalas dengan cara yang sama dan berkata, "Senang bertemu denganmu, Xin Tian, kan?"


Xin Tian mengangguk.


Xin Tian memperhatikan Fei Hung dari ujung kepala sampai ujung kaki, dan kemudian berkata, "Bukannya aku membencimu, Saudara Fei Hung, ​​​​tetapi apakah kau masih baik-baik saja? Aku mendengar dari Saudara Ling Yan bahwa kau terluka parah saat melawan Luo Feng ..."


Fei Hung tersenyum ketika dia menyadari bahwa Xin Tian tidak benar-benar meremehkannya, sepertinya dia adalah pemuda yang baik yang juga peduli pada orang lain.


Ling Yan segera menjawab, "Saudara Xin Tian, jangan khawatir, dia baik-baik saja sekarang, hanya saja dia tidak memiliki kekuatan seni bela diri sama sekali, jadi aku akan menjaganya agar tidak terjadi apa-apa padanya".


Fei Hung tersenyum lemah ketika dia mendengar Ling Yan berkata dia akan menjaganya. Dia belum memberi tahu Ling Yan bahwa dia telah mendapatkan kembali sebagian dari kekuatannya, dia tidak ingin persahabatan mereka menjadi ambigu, karena perbedaan kekuatan di antara mereka, dia juga tidak ingin membohongi mereka, karena dia menyukai persahabatan seperti ini. Itu sangat berbeda dari orang-orang dari Alam Dewa, di mana kebanyakan orang disana hanya mencarimu untuk kepentingan mereka sendiri.


Xin Tian mengangkat alisnya dan kemudian berkata, "Haha, itu bagus! Jangan khawatir Saudara Fei Hung, ​​aku juga akan menjaga keselamatanmu. Kami berdua diranah peringkat Surga Besar, jadi kau akan aman."

__ADS_1


Fei Hung mengangguk sambil berkata, "Terima kasih banyak, Xin Tian. Aku akan mendengarkan kalian berdua."


Xin Tian sedikit mengerutkan kening ketika mendengar Fei Hung memanggilnya dengan nama lengkapnya, jadi dia mengoreksinya, "Saudara Fei Hung, ​​​​kau tidak perlu formal kepadaku, kau bisa memanggil aku Saudara Xin Tian."


Fei Hung tampak ragu-ragu, jadi Xin Tian dengan cepat menambahkan, "Juga, kau telah menyelamatkan adik Ling Xi, jadi kau juga saudaraku sekarang. Ling Yan tidak hanya berteman denganku, jadi aku yakin kau benar-benar orang yang sangat baik, jadi kau tidak perlu formal seperti itu padaku. Sekarang kau juga saudaraku, jadi di antara sesama saudara, kita bisa melewatkan semua omong kosong itu... Haha...."


Fei Hung mengangguk lalu menjawab "Baiklah, Saudara Xin Tian."


Xin Tian tersenyum dan mereka mulai berjalan keluar dari Kota Tianyun.


"Saudara Xin Tian, aku akan memintamu untuk tidak menyebutkan namaku di depan orang lain."  Ucap Fei Hung sembari berjalan.


Xin Tiian terkejut dan bertanya, "Mengapa?"


"Agak rumit untuk dijelaskan... Bisa dibilang ini karena masalah keluarga." Fei Hung memberi alasan yang masuk akal, sehingga dia tidak perlu menjelaskan lebih lanjut.


Xin Tian mengangguk setuju dengan alasan Fei Hung, ​​​​jadi dia tidak terus meminta jawaban, "Jangan khawatir, aku tidak akan menyebutkan namamu jika kepada orang lain".


Fei Hung tersenyum padanya sebagai penghargaan.


"Oh iyaa.., ​​Aku mendengar kau telah mencuri hati adik Ling Xi. Kay bahkan memberinya gelang yang terbuat dari kristal yang begitu indah, hehe". Ucap Xin Tian memberinya tatapan menarik.


Fei Hung lalu berbalik untuk melihat ke arah Ling Yan. Yang akhirnya membuang muka yang berarti tidak tertarik pada masalah ini.


Fei Hung tersenyum masam dan memjawab, "Bagaimana itu mungkin bisa terjadi? Kami hampir tidak berbicara satu sama lain selama kurang dari sehari, jadi tidak mungkin terjadi sesuatu hal yang seperti itu diantara kamu".

__ADS_1


"Ha ha ha." Xin Tian menertawakan Fei Hung. "Aku ingin tahu apakah itu benar. Jadi, apakah kau sudah memiliki wanita yang kau sukai sekarang?" Xin Tian bertanya dengan berharap di wajahnya.


'Orang ini ...' Fei Hung berpikir dalam hati sambil menggelengkan kepalanya, '' Saat ini aku masih belum benar-benar tidak punya siapa pun yang saya sukai."


__ADS_2