Pendekar Dewa Pedang

Pendekar Dewa Pedang
Ch. 80 - Persahabatan


__ADS_3

Ling Yan berbalik untuk melihat Fei Hung, ​​​​berharap dia akan mengkonfirmasi apa yang dia dengar.


"Hmm." Fei Hung mengangguk, "Ketika kalian mencapai tingkat kekuatan tertentu, seseorang dapat melakukan banyak hal, seperti terbang melintasi langit."


Fei Hung tidak banyak menjelaskan, karena itu perlu membahas tentang kultivasi kepada mereka.


Xin Tian dan Ling Yan sangat gembira mengetahui bahwa manusia benar bisa terbang melintasi langit.


"Saudara Hung, ​​bukankah kau menggunakan pedang untuk terbang? Tapi karena aku menemukanmu sebelumnya, aku tidak pernah melihat pedang di dekatmu ..." Ling Yan ingat bahwa dia belum pernah melihat pedang yang dipegang Fei Hung sejak mereka tinggal serumah.


Fei Hung hanya tersenyum ambigu, dan berkata "Itu rahasia." Jika dia harus memberi tahu mereka tentang pedangnya, dia harus berbicara tentang cincin spasialnya..


Ling Yan mengerti bahwa ada sesuatu yang Fei Hung tidak ingin bicarakan atau jelaskan, jadi dia mengerti dan tidak mengajukan pertanyaan lebih lanjut.


Xin Tian juga berharap untuk melihat pedang Fei Hung dan memintanya untuk terbang. Dia ingin melihatnya dengan matanya sendiri. Xin Tian tidak tahu apakah pedang itu yang memungkinkan seseorang untuk terbang juga, jadi dia ingin bertanya pada Fei Hung. Tetapi melihat ekspresi dan jawaban yang dia berikan kepada Ling Yan, dia juga mengerti bahwa Fei Hung tidak ingin membicarakannya.


Fei Hung melihat wajah penasaran mereka dan kemudian berkata, "Mungkin nanti aku akan menjelaskan banyak hal kepada kalian, tetapi tidak sekarang ..."


Keduanya mengangguk pada apa yang dikatakan Fei Hung.


"Eh, apakah kau mendengar desas-desus tentang Wang Ying yang telah beredar di setiap sudut Kota Tianyun sejak kemarin?"


Xin Tian mengingat sesuatu dan memutuskan untuk mengubah topik pembicaraan.


...


Di kediaman Klan Xin.


"Apakah kau benar-benar sembuh ... Bibi Zhi?" suara gemetar terdengar di ruangan itu.


Xin Zhi tersenyum hangat, "Tentu saja, Xi'er. Ini adalah keajaiban dari surga karena mengirim seorang penyelamat dan menyembuhkan aku."


Ling Xi tidak bisa mempercayai matanya ketika dia melihat kondisi Xin Zhi saat ini. Dia tahu tentang keadaannya sebelumnya dan tahu bahwa dia sakit parah, tetapi sekarang, ketika Xin Wanying memberi tahu dia bahwa ibunya telah sembuh, dia senang dan tidak percaya bahwa ada perubahan cepat seperti itu.

__ADS_1


Xin Wanying berada di sisi Ling Xi, dia juga agak tidak percaya bahwa ibunya akan dapat bertahan dam sembuh.


"Wah.. Ini berita bagus, Bibi Zhi." Ling Xi tersenyum cerah saat dia memastikan bahwa semua ini benar.


Meminum cairan obat yang terkandung dalam botol obat pemberian Fei Hung , Xin Zhi masih ingat pemuda yang penuh misteri itu. Dia berharap dia akan melihatnya lagi.


"Bu, kami akan membiarkanmu istirahat, kau masih harus pulih dengan baik." Xin Wanying mengucapkan selamat tinggal kepada ibunya dan pergi ke kamarnya bersama Ling Xi.


...


Di Kamar Xin Wanying.


"Saudari Wanying, senang ketika melihat kondisi Bibi Zhi telah pulih sepenuhnya." Ling Xi memberi selamat kepada Xin Wanying.


"Ini semua berkat pemuda itu ..." Xin Wanying mulai mengingat Fei Hung. Hatinya sangat kacau setiap kali dia memikirkannya.


Keluar dari kekacauan mentalnya, Xin Wanying bertanya pada Ling Xi, "Ling Xi, bagaimana tentang hubunganmu dengan orang yang kau sukai itu?"


Xin Wanying melihat reaksinya dan tahu bahwa dia belum membuat banyak kemajuan.


"Hempp.., Saudari Ling Xi, jika kau tidak melakukan sesuatu, kau bisa disingkirkan dan orang lain akan mencuri hatinya.."


"Tapi...." Ling Xi segera menyela.


Xin Wanying tidak terus berbicara ketika Ling Xi berbicara. Dia tahu apa yang dimaksud Ling Xi.


Sejak kecil, dia dan Ling Xi selalu bersama, bahkan sebelum keluarganya tewas dalam serangan binatang iblis beberapa tahun silam saat mereka masih kecil.


Persahabatan antara dua gadis ini tumbuh ke titik di mana mereka hampir tak terpisahkan.


Xin Wanying masih ingat dengan jelas janji yang dibuat Ling Xi beberapa tahun yang lalu. Dia masih ingin melanjutkan hubungannya persaudaraan mereka, jadi dia bermaksud untuk bertemu dengan pria beruntung yang telah memenangkan hati Ling Xi, karena Ling Xi telah jatuh cinta terlebih dahulu, tetapi sekarang, dia telah bertemu dengan pria misterius itu ... dia terus datang kembali ke pikirannya berkali-kali. Jantungnya berdetak kencang setiap kali dia memikirkannya. 


"Saudari Ling Xi, pria yang kau pilih pasti sangat beruntung. kau harus menyatakan perasaanmu kepadanya." Xin Wanying berbicara sambil tersenyum, berusaha menyembunyikan nada gemetar yang keluar dari mulutnya.

__ADS_1


Ling Xi tersipu dan teringat orang yang sudah membuat dia jatuh cinta, "Saudari Wanying, dia,,, dia ... Seperti kakak bagiku, tetapi aku belum berani mengatakan kepadanya perasaanku .!"


Xin Wanying sudah mendengar bagaimana pria itu menyelamatkannya dari bajingan Luo Feng, jadi dia pikir pemuda yang di sukai Ling Xi benar-benar pria yang baik.


Ling Xi tidak pernah memberi tahu nama Fei Hung sejak mereka bertemu sebelumnya dan membahas masalah ini. Meskipun dia merasa sedikit tidak enak menyembunyikan ini dari Xin Wanying, dia tetap memenuhi permintaan Fei Hung untuk tidak memberitahukan namanya pada orang luar.


"Begitu ibu sembuh, aku harus bertemu dengannya, hehe." Ucap Xin Wanying.


Xin Wanying mendekati Ling Xi dan mengatakan sesuatu di telinganya. Ling Xi mengangguk dengan rona merah di pipinya.


...


Kediaman Klan Yun. Aula utama.


"Apakah kau memanggilku, Ayah?" Lin Meng bertanya wajah serius dan agak dingin.


Saat ini, dia telah dipanggil ketika para penatua dan penasihat klan berkumpul di aula.


Lin Dong, patriark keluarga Lin saat ini dan ayah dari Lin Meng, sedang duduk di kursi utama.


Lin Dong mengamati sikap putrinya dan menghela nafas pada dirinya sendiri. Dia tahu bahwa putrinya bersikap dingin dan tidak suka bergaul kecuali kepada beberapa orang, karena semua masalah yang terjadi di klan.


"Baagaimana kabarmu? Bagaimana kemajuanmu dalam seni bela diri? Maaf jika aku tidak menghabiskan banyak waktu denganmu, tapi saat ini kita mengalami beberapa kesulitan saat ini..." Lin Dong mencoba memulai percakapan dengan tenang. Ia tidak ingin putrinya kecewa.


"Aku merasa lebih baik dari sebelumnya. Kekuatan bela diriku juga meningkat ..." Lin Meng menjawab dengan tenang, seolah itu normal baginya. Baik ayahnya maupun keluarga Lin tidak tahu tentang penyakitnya, jadi dia selalu mengatakan bahwa dia masih baik-baik saja terlepas dari segalanya yang dia alami


"Aku mengerti." Lin Dong mengangguk, melihat reaksi acuh tak acuh putrinya.


"Apakah ada sesuatu yang membuat aku di panggil ke sini??" Li Meng bertanya lagi.


"Keponakan Meng, sebenarnya, kami memanggilmu untuk membahas seauatu."


Sebuah suara terdengar sebelum patriark in Dong berbicara, itu berasal dari salah satu tetua klan, Lin Cuin.

__ADS_1


__ADS_2