Pendekar Dewa Pedang

Pendekar Dewa Pedang
Ch. 98 - Kedatangan Qing Zen


__ADS_3

Meskipun dia benar-benar yakin bahwa Lin Meng seharusnya mati beberapa hari yang lalu ketika binatang iblis itu mengejar mereka berdua? tidak diragukan lagi binatang iblis satunya lagi seharusnya mengejar Lin Meng dan membunuhnya.


Jadi, ketika dia menerima berita dari Lin Cuin, pada awalnya dia terkejut bahwa Lin Meng masih hidup, tetapi kemudian, dia senang bahwa wanita ini tidak terbunuh, jadi dia masih memiliki kesempatan untuk mendapatkan Lin Meng.


Tanpa berpikir dua kali, dia meninggalkan kediaman Klan Luo dan menuju kediaman Klan Lin, dengan meenyinggung pernikahan antara dia dan Lin Meng.


Sekarang menyaksikan kecantikan Lin Meng, dia memutuskan untuk membawa Lin Meng pergi hari ini bersamanya, apa pun yang terjadi.


Dia akan menjadikan Lin Meng wanitanya.


Lin Dong dan yang lainnya mengerutkan kening ketika mereka mendengar suara arogan Luo Zheng, jadi mereka kesal. Bahkan leluhur Lin Song juga kesal karena seorang pemuda tidak menghormati seniornya.


Trakk...!


Saat seseorang hendak mengatakan sesuatu ketika mereka mendengar pintu aula utama terbuka lagi.


"Tuan muda keluarga Qing ada di sini ..."


Pelayan yang sama datang lagi dan melaporkan kedatangan orang lain.


Qing Zen masuk dengan cepat dan melakukan perilaku yang sama seperti Luo Zheng pada awalnya. Tatapannya memindai seluruh tempat dan akhirnya jatuh pada Lin Meng. Dia seperti Luo Zheng yang tercengang ketika dia mengamati perubahan pada Lin Meng.


Lin Meng merasa lebih jijik ketika keduanya datang. Meskipun Qing Zen hampir tidak melakukan hal-hal seperti menggunakan keluarganya untuk menekan klannya seperti Luo Zheng, pria ini jyga masih mengganggunya. 


Keduanya hanyalah pria muda berkepala panas yang mengira mereka kuat dan pria paling sempurna.


Lin Dong, Lin Song, dan para tetua lainnya tercengang melihat kedatangan Qing Zen. Mereka bertanya-tanya apa yang terjadi yang membuat kedua tuan muda dari klan ini tiba-tiba datang ke Klan Lin Lin mereka.


"Patriark Lin dan para tetua sekalian. Maaf atas kedatanganku yang tiba-tiba, tapi aku harus berada di sini." Tidak seperti Luo Zheng, Qing Zen berbicara dengan hormat, tetapi sedikit nada arogan juga dapat terlihat dalam suaranya, ketika dia memperkenalkan dirinya.


"Kau bajingan, apa yang kau lakukan di sini ?!"

__ADS_1


Ketika Patriark Lin hendak menjawab, Luo Zheng berteriak marah pada Qing Zen.


"Apakah kau pikir aku akan membiarkanmu melakukan apa yang kau inginkan? Untuk memiliki Lin Meng ?!" Qing Zen menjadi marah pada perilaku agresif Luo Zheng, jadi dia tidak menahan diri dan mengubah sikap hormatnya yang dia tunjukkan pada awalnya.


Sebelumnya, Qing Zen juga mengetahui bahwa Lin Meng telah kembali, jadi dia senang bahwa Lin Meng tidak mati dan bergegas ke kediaman Lin ketika dia mengetahui bahwa Luo Zheng juga sedang dalam perjalanan ke arah keluarga Lin.


Qing Zen tidak akan membiarkan Luo Zheng lolos begitu saja, jadi dia bergegas secepat mungkin untuk mencegah Lin Zheng mendapatkan Lin Meng.


Mereka yang berada di aula utama langsung mengerti bahwa kedua tuan muda ini ada di sini untuk memperjuangkan Lin Meng.


Luo Zheng dan Qing Zen saling memandang dengan kebencian, melepaskan kekuatan internal dari tubuh mereka untuk bertarung. Mereka tidak peduli di mana mereka berada pada saat ini.


Bomm...!!!


Tepat ketika para tetua ingin menghentikan pertarungan dua pemuda ini, Qing Zen dan Luo Zheng bergerak cepat dan saling memukul.


Keduanya mundur beberapa langkah ketika tinju mereka bertabrakkan. Mereka masih memiliki kekuatan yang sama di tingkat Kaisar.


Meskipun Lin Song masih percaya diri untuk menang jika dia menghadapi mereka berdua secara bersamaan, dia masih merasakan sedikit tekanan. Dia yakin bahwa pada waktunya kedua pemuda ini akan mengalahkannya.


Tap..!


Ketika Lin Song hendak bergerak untuk menghentikan kedua pemuda itu, dia mendengar suara hentakan datang dari tempat Lin Meng berada, jadi dia berbalik untuk melihatnya. Patriark Lin dan para tetua lainnya juga mendengar sentakan kaki Lin Meng dan berbalik untuk melihat ke arah Lin Meng.


Lin Meng merasa lebih kesal ketika dia mengamati pertempuran kedua orang ini, jadi dia tidak bisa menahan diri untuk tidak mengerucutkan bibirnya karena tidak senang.


Swoshh....!


Saat semua orang berbalik untuk melihatnya, Lin Meng langsung menghilang dari tempatnya, mengejutkan semua orang yang melihatnya.


"Argh!"

__ADS_1


"Argh!"


Tidak sampai satu detik, ketika mereka mendengar jeritan menyakitkan dari Luo Zheng dan Qing Ze saat kedua pemuda itu terpental di udara dan jatuh beberapa meter jauhnya.


Luo Zheng dan Qing Zen berteriak kesakitan ketika mereka dipukul seketika, terpental beberapa meter jauhnya. Mereka dengan cepat mengangkat kepala dan melihat kembali ke tempat mereka sebelumnya dan terkejut. Mereka tidak merasakan rasa sakit di tubuh mereka ketika ketidakpercayaan menutupi wajah mereka berdua.


Patriark Lin Dong, leluhur Lin Song, dan para tetua lainnya terkejut ketika mereka mengamati perubahan mendadak dalam ruangan aula. Ketika mereka melihat ke tempat di mana kedua pemuda itu bertarung dan hanya beberapa detik saja, mereka membuka mata karena keterkejutan.


Lin Meng audah berdiri di sana, dengan tatapan dingin dan acuh tak acuh, seolah-olah apa yang telah dia lakukan tidak ada hubungannya dengan dia.


"Kalian berdua adalah orang yang sombong dan tidak bermoral! Sudah kubilang aku tidak akan menikahi siapa pun di antara kalian, bahkan jika salah satu darin kalian adalah pria terakhir di dunia ini!" Lin Meng berbicara dengan tegas, dengan suara sedingin es yang membuat orang-orang diaula itu merinding.


Leluhur Lin Song, berdiri saat melihat ini, matanya terbuka lebar saat dia melihat cucunya. Tubuhnya gemetar dan ketidakpercayaan melintas di matanya.


Kali ini, Lin Meng tidak menahana kekuatannya dari Tahap Ketujuh Pengumpulan Qi, jadi dia melepaskan semuanya dan membanjiri tempat itu dengan aura Qinya..


Lin Meng masih bisa melepaskan auranya untuk menekan mereka yang ada di sana, karena dia yang terkuat di tempat ini.


Fei Hung telah menjelaskan kepadanya bahwa meskipun ranah Tuan kota sama dengan Tahapan Pengumpulan Qi, kekuatannya masih lebih lemah dari pada seseorang yang berkultivasi. Oleh karena itu, meskipun Tahap Ketujuh Pengumpulan Qi sama dalam ranah yang mereka tau selama ini di tingkat Kaisar, kekuatan kultivator akan selalu lebih kuat dari mereka yang hanya seniman beladiri . Tingkat kemurnian dan kekuatan seniman bela diri sangat lemah dibandingkan dengan kultivator, karena kultivator mengolah dan menggunakan Qi untuk bertarung, tidak seperti seniman bela diri yang tidak menggunakan Qi.


Para seniman bela diri menyebut kekuatan yang mereka kembangkan sebagai 'energi internal', tetapi itu sangat lemah dan sedikit dibandingkan dengan energi Qi.


Lin Meng tidak akan membiarkan siapa pun mengganggunya lagi dan terus melecehkannya, jadi dia memutuskan untuk menghadapi masalah ini secara langsung untuk menghentikan tindakan mereka semua selamanya.


Leluhur Lin Song gemetar karena emosi dan ketakutan pada saat yang bersamaan.


Energi yang dikeluarkan cucunya lebih kuat darinya.


Dia berpikir apakah cucunya sudah mencapai ranah Legenda?!


Bahkan Lin Dong, juga sangat terkejut. Dia merasa putrinya sudah lebih kuat darinya. Belum lagi para tetua lainnya.

__ADS_1


Luo Zheng dan Qing Zen tidak bisa menahan rahang mereka jatuh dari keterkejutan ketika melihat Lin Meng di mana mereka berada beberapa saat yang lalu dan hanya sekali pukul, mereka terpental oleh serangan Lin Meng.


__ADS_2