Pendekar Dewa Pedang

Pendekar Dewa Pedang
Ch. 46 - Pembicaraan Wang Shu Dan Zhang Wei


__ADS_3

Zhang Wei mulai menjelaskan apa yang terjadi pada pelatihan generasi muda klannya, tanpa menyembunyikan informasi apa pun.


Wang Shu terkejut terlebih dahulu dan bertanya apakah mereka baik-baik saja. Dia tahu bahwa setiap klan memiliki metode dan caranya sendiri untuk melatih anak-anak muda di keluarga mereka, jadi dia terkejut mengetahui bahwa gerombolan iblis telah menyerang mereka.


Setelah beberapa saat, Wang Shu diyakinkan dan mengetahui bahwa tidak ada yang meninggal.


Dia juga tercengang ketika mengetahui bahwa Fei Hung telah memusnahkan gerombolan iblis itu dalam waktu kurang dari 20 nafas. Bahkan baginya, dengan seni beladirinya di tingkat Legenda, butuh puluhan menit untuk membunuh semua binatang iblis itu.


Zhang Wei melihat bahwa Wang Shu menjadi tenang, jadi dia memutuskan untuk membagikan asumsinya.


"Saudara Wang, jika aku tidak salah, pemuda itu mungkin tidak ingin diganggu."


Wang Shu mengerutkan kening ketika dia mendengar itu.


Zhang Wei melanjutkan untuk menjelaskan asumsi yang dia buat berdasarkan apa yang dikatakan putrinya kepadanya.


Wang Shu tetap diam, merenungkan asumsi yang telah disebutkan Zhang Wei kepadanya.


Zhang Wei tidak mengganggu pikiran Wang Shu, jadi dia menghindari membuat suara yang mengganggu.


Wang Shu terus bertanya-tanya tentang sikap Fei Hung, ​​​​tidak menyadari bahwa dia mengajukan pertanyaan yang sama dengan Zhang Wei.


Setiap pemuda yang memiliki kekuatan akan dibanggakan dan dikagumi oleh orang lain, sehingga akan mendapatkan apa yang mereka inginkan akan ada di tangannya.


Perilaku aneh Fei Hung membuatnya mempertanyakan dirinya sendiri dan menghangatkan kepalanya tanpa bisa menemukan jawaban.


Sesaat kemudian, Wang Shu menghela nafas karena dia tidak dapat menemukan jawaban yang bisa diterapkan untuk sikap Fei Hung yang menyembunyikan identitasnya serta keberadaanya.


Bahkan hari ini, Wang Shu telah mengunjungi setiap klan kecil, mennegah atau daerah di seluruh Kota Tianyun, untuk menemukan petunjuk keberadaannya.


Dia percaya bahwa mungkin Fei Hung berada di Kota Tianyun dan untuk beberapa alasan tidak memberitahunya, dan pasti tinggal di salah satu keluarga di sekitar Kota Tianyun.


Wang Shu juga pergi ke sana dengan tujuan mengamati keadaan Klan yang ada di Kota Tianyun maupun sekitarnya untuk bertanya apakah mereka memiliki ketidaknyamanan atau masalah yang bisa dia bantu.


Setelah beberapa hari, dia tidak dapat menemukan jejak Fei Hub, jadi berita dari Zhang Wei membuatnya senang dan bersemangat.


"Kota Tianyun benar-benar aman dari serangan binatang iblis!" Ucap Wang Shu setelah beberapa saat terdiam.

__ADS_1


Dia percaya bahwa Fei Hung tidak akan duduk diam dan menyaksikan kota merekandihancurkan oleh binatang iblis jika terjadi bencana itu, jadi dia berpikir pemuda itu akan keluar dan mempertahankan kota.


"Saudara Wang, aku harap kau tidak akan memberi tahu klan lain tentang berita pemuda itu ..." Suara Zhang Wei terdengar serius sebelum melanjutkan. "Tidak dapat dihindari bahwa, secara tidak sadar, Klan besar lainnya akan mencari keberadaan pemuda ini, jadi jika kita mengganggunya, dia mungkin akan meninggalkan Kota. Kita masih tidak tahu apakah ada pemukiman manusia lain di luar Kota Tianyun kita, jadi kita harus berhati-hati dengan hal ini."


"Aku mengerti ..." Wang Shu mengangguk setuju pada pemikiran Zhang Wei. Mereka benar-benar tidak tahu apakah ada pemukiman manusia di luar Benua mereka atau di luar pegunungan. 


Berbicara lebih lama, patriark Zhang Wei akhirnya pulang ke kediamannya sementara Wang Shu menghela nafas dan melirik ke samping ke jendela ruang kerjanya.


Dia tidak bisa menahan senyum kecut saat dia melihat keluar.


Dia tahu bahwa putrinya telah menguping tentang masalah yang dia bicarakan dengan Zhang Wei, jadi berita tentang pemuda itu pasti membuatnya senang. Dia jelas merasakan energi tak terlendali sesaat dari putrinya, jadi dia tahu bahwa dia sedang bersembunyi, tetapi dia tidak mengatakan apa-apa.


Sekarang, dia kembali melihat sekelilingnya, kehadiran putrinya sudah lama menghilang.


"hahaha...!"


Wang Shu memeriksa kembali dokumen yang dia letakkan tadi. Karena dia adalah Pemimpin Kota, jadi dia memiliki kewajiban untuk mengawasi semua keamanan dan pekerjaan kota. Meskipun itu adalah beban yang berat, dia dengan senang hati melakukannya, semua demi keluarganya dan untuk semua orang-orang yang hidup di Kota Tianyun.


"Bagaimana aku bisa bertemu dengan pemuda itu lagi dan memintanya untuk tinggal dan melindungi Kota Tianyun?"


...


Dihalaman kediaman Istana Kota


"Hiattt...!"


SWOSHHH...


Dentang....


SWOSHHH..


"Hiattt..!"


Suara yang terengah-engah, serta suara gerakan dan suara teriakan bisa terdengar di salah satu halaman kediaman Istana Tuan kota.


Sosok yang lembut dan menawan melompat di udara, membuat gerakan yang mengejutkan.

__ADS_1


Dia adalah Wang Ying.


Dia telah melatih keterampilannya dengan dua pedang di masing-masing tangan.


Setiap pedang di tangannya terbuat dari bahan berkualitas terbaik yang bisa ditemukan di Ota Tianyun. Sejak dia masih kecil, ayahnya telah melatihnya dan dia sudah terbiasa dengan penguasaan dua pedang, jadi ketika dia beranjak dewasa, dia masuk lebih dalam mempelajari teknik pedang ganda.


Bilahnya tidak sepanjang pedang atau pedang biasa, mereka sedikit lebih pendek. Ukuran dan penyesuaiannya sempurna sehingga dia bisa bermanuver dengan benar dan tanpa kesulitan dalam gerakannya.


Sosoknya yang menakjubkan menari-nari di udara saat dia membuat gerakan yang luar biasa.


Sejak saat itu ketika dia hampir mati bersama ayahnya melawan binatang iblis dan diselamatkan oleh pemuda itu, dia telah berlatih lebih keras. Dia ingin menjadi lebih kuat, seperti pemuda itu, sehingga dia akan memiliki kemampuan untuk melindungi dirinya sendiri dan orang lain.


"Siapa dia?"


"Kenapa dia begitu kuat?"


"Dari mana dia berasal?"


"Apakah memang ada kota lain selain Kota Tianyun?"


Kepalanya dipenuhi dengan pertanyaan ini terkait dengan pemuda bernama Fei Hung itu. 


Sejak saat itu, sosok kuat dan misterius itu telah tertanam di benaknya. Dia tidak tahu apa yang dia rasakan, apakah dia merasa kagum atau takut? Kejadian hari itu benar-benar mengubah hidupnya, saat dia menyadari bahwa didunia ini tidak sesederhana yang dia pikirkan sebelumnya.


Satu-satunya hal yang dia yakini adalah dia ingin menjadi sekuat pria itu. Karena itu, obsesinya pada seni bela diri semakin diperkuat dan dia terus berlatih lebih banyak setiap hari.


Dia berharap untuk bisa bertemu dengan pemuda itu lagi, tetapi selama beberapa hari sejak itu sampai sekarang, tidak ada berita tentang pemuda itu.


Wang Ying tidak bisa menahan perasaan sedikit kecewa, di mana dia pergi beberapa kali dan pergi berkeliking di setiap tempat dikota sendirian atau bersama ayahnya, untuk mencari Fei Hung.


Untuk beberapa alasan, dia merasa sedikit sedih dan kecewa karena dia tidak bisa melihat Fei Hung lagi. Dia bahkan ingin mengajukan banyak pertanyaan kepada Fei Hung jika mereka bertemu, tentang bagaimana Fei Hung bisa menjadi begitu kuat, ingin menanyakn dari mana dia berasal dan juga ingin melihat pedang terbang legendaris yang dia lihat di pakai Fei Hung untuk bisa terbang. 


Dia bermimpi bisa terbang di langit seperti Fei Hung.


SWOSHHH...!


Wang Ying mengakhiri latihannya dengan gerakan horizontal pada pedang kecil di tangan kanannya sambil menyerang dengan pedang kirinya.

__ADS_1


__ADS_2