Pendekar Pedang Naga Putih

Pendekar Pedang Naga Putih
permintaan terakhir kakek


__ADS_3

Tiba - tiba dari belakangnya ada orang yang memegang pungungnya, sakapun langsung terkejut dan mundur ke belakang dan juga hampir jatuh.


" Maaf membuat mu terkejut " kata maria.


" Oh kau rupanya, hampirku terjun bebas tadi " kata saka.


" Boleh ku di sini " kata maria bertanya.


" Oh boleh - boleh " kata saka.


Mariapun duduk di samping saka.


" Biasanya aku selalu duduk di sini untuk melihat pemandangan " kata maria sambil melihat pemandangan.


" Oh begitu ya, aku di sini untuk memikirkan rencana untuk mengambil kunci roh untuk kembali ke dunia ku. Dan untuk kau juga " kata saka sambil berdiri.


" Aku masih mau tingal disini untuk menjaga kakek, kalau aku pergi ke dunia siapa yang mengurus kakek " kata maria.

__ADS_1


" Oh begitu, kau bicarakan baik - baik dulu dengan kakek mu "


Ketika lagi bicara ada suara keras dari ujung, saka pun melihat ada apa disana saka terkejut melihat rubah hitam berekor sembilan menuju ke arah saka, mariapun langsung takut dengan rubah itu karena dulunya orangtua maria pernah dibunuh oleh rubah itu.


" Cepat beri tahu kakek, dan pergi dari sini, aku akan menhajar rubah itu dulu "kata saka sambil melihat rubah itu.


" Tapi kau tidak punya pedang naga. Bagai mana kalau kau aku kakek pergi dari sini " kata maria menarik tangan saka.


Ketika saka ditarik maria ada rantai dari bawah dan mengikat rubah itu sampai jatuh ke tanah, dan saka melihat kakek itu lagi mencoba membunuh rubah itu memakai listrik. Rubah itupun kesentrum, dan rubah itu mencoba membebaskan dirinya dari ikatan rantai tersebut dengan memgoyang - goyong ketika satu rantai tersebut lepas rubah itu pun ingin melepaskan semua rantai yang memgikat dirinya, ketika itu kakek memanjat kaki rubah itu dan sampai di pungung rubah itu dan memanjat ke lehernya meskipun rubah itu mengoyangkan dirinya, kakek itu pun sampai ke lehernya dan mengambil pedang ke bangaan kalan huaw dan menusukan pedang nya ke rubah itu dengan kekuatan angin nya. Dan berkata.


" Kau berani membunuh anak ku 5 taun lalu hah, meskipun aku sakit waktu anak ku di bunuh "kata kakek itu sambil berteriak.


Kakek itu pun berhasil membunuh rubah itu dengan menhanjar tepat di leher. Maria dan saka pun menghampiri kakek itu, kakek itu pun berjalan ke arah saka dan maria sambil kelelahan. Dan ketika itu juga rubah itu bangun dan hendak munusuk kakek itu.


" Kakek awas " kata maria sambil berteriak.


" Kakek " kata saka.

__ADS_1


Sakapun berlari cepat kearah kakek itu untuk menyelamatkan nya tapi dengan cepat rubah itu menusukan larinya ke kakek itu dan rubah itu berhasil menusuk kakek itu tepat di perutnya, dan rubah itu langsung mati di tempat. Sakapun sudah sampai tapi telat.


" Kakek bangun lah, aku belum membalas jasa baik mu " kata saka.


" Kakek tolong bangun lah, aku masih membutuhkan kakek " kata maria baru sampai.


" Cucuku yang imut, ikut lah dengan saka untuk mencari kunci roh untuk mu dan saka, dan jadilah pengikut saka di dunia " kata kakek itu memegang tagan maria.


" Tapi kakek " kata maria.


" Kakek tak perlu kunci roh itu kakek hanya mau kau bahagia dan hidup seperti orang " kata kakek itu.


" Dan ini untuk kau saka ambilah pedang ini untuk mencari kunci roh itu, dan lindungi cucuku itu saja " kata kakek itu sambil mengeluarkan nafas terakhirnya.


" Tidak kakek " kata maria teriak.


Sakapun berdiri dan memegang pungung maria dan menganguk ke maria dan......

__ADS_1


BERSAMBUNG


Maaf lambat,tadi ketiduran


__ADS_2