
Sebuah elang hitam me nangkap saka dengan kaki nya
" Siapa kau ahh lepas kan aku " kata saka sambil berteriak.
Sakapun ingin mengambil pedang nya tapi
" Lepas kan tangan ku " tangan nya di pegang oleh elang itu.
Dan elang itu mengantar nya ke sesuatu lembah dan elang itu langsung pergi tampa merasa bersalah
" Hai saka "suara orang memmangil saka. Saka pun menoleh ke belakang
" Kauu " kata saka terkejut
Dia bertemu dengan nenek sihir yang saka incar selama ini.
" Hei kau, DI MANA ORANG TUA KU " Kata saka sambil marah.
" Kau mau tau hihihi. KELUAR lah " kata nenek sihir sambil menyuruh orang tua saka keluar.
" I ibu ayah " kata saka.
__ADS_1
" Kalau mau hadapi prajurit ku dulu hihihi " kata nenek sihir sambil ketawa jahat.
" Cihh " kata saka.
" Serang " kata nenek sihir sambil pergi.
Beragam monster pun keluar menghadang saka. Saka pun melawan dengang segenap jiwa nya menyerang terus. Lalu monster di belakang nya menyerang saka tak tau di belangkang saka ada monster dia pun terlempar jauh dengan sekarat karena di pukul juga dari monster lain.
" Hah, aku tak boleh kalah disiNI " kata saka di dalam hati.
Lalu cahaya putih keluar dari badan nya lalu saka menatap monster dengan mata yang putih, saka pun menyerang tampa ampun kecepatan saka meningkat pesat, dan saka pun berhasil melawan monster itu.
" Kekuatan apa ini " kata saka ke bingungan.
" Bodo lah, aku harus kejar nenek sihir itu dulu "
Saka pun berlari ke tempat nenek sihir itu pergi membawa orang tuanya
" Di sini ya kau nenek sihir di mana orang tua ku " kata saka sambil menatap nenek sihir itu.
" Hihiii kau boleh juaga ya bagai mana dengan ini *ayah ibu* lawan mereka kalu bisa hihihiii " kata nenek sihir sambil menghilang entah kemana.
__ADS_1
Kedua orang tua nyapun menyerang saka. saka pun cuman bisa bertahan
" Ibu sadar bu " kata saka sambil menahan serangan ibu nya.
Hari pun mulai siang dan kayaknya mau turun hujan
" Ibu ayah sadar lah " kata saka sambil menagis.
Dan air mata saka tak sengaja menjentuh legan ayah saka dan ayah saka kepanasan " haa " hari pun mulai hujan dan ibu dan ayah saka itu kepanasan dan berubah jadi pasir
" Pasir, berarti ini cuma tiruan untung lah " kata saka sambil menghela kan nafas.
" Tapi kemana pergi nya nenek sihir itu "
Saka pun melihat ada pedesaan di ujung pulau ini, saka pun turun dengan hati hati ya karena cuarang cok saka pun pergi ke pedesaan itu. Saka pun membeli makannan dengan duit sisa nya yang perak. Dia pun makan sambil melihat lihat dan disuatu tempat ada peramal disamping pantai, saka pun kesana
" Halo ada orang " kata saka.
" Duduk di sini anak muda " Kata sang peramal. Saka pun bertanya " Tuan tau di mana nenek sihir tingal " "Hah" sang peramal terkejut sambil bertanya. " Kenapa kamu ingin tau tantang itu, anak muda " sakapun menjawab " Aku ingin membawa orang tua ku pulang dan hidup bersama " " Mending kamu tak usah kesana dia sangat kuat untuk dilawan kecuali kau memakai sesuatu yang harus kau ambil di gunung linkaran putih, disana ada mutiara yang konon bisa mengalah kan sang penyihir yang kau incar anak muda " kata sang peramal " Baik lah apa yang kau minta untuk mengalah kan penyihir itu ".
BERSAMBUNG
__ADS_1