Pendekar Pedang Naga Putih

Pendekar Pedang Naga Putih
jalan pintas


__ADS_3

Dan kakek itu berkata.


" Kau kenapa bisa terjebak didunia mimpi ini " kata kakek itu sambil bertanya.


" aku bukan terjebak sebenarnya aku datang kesini cuma untuk mencari kunci roh " kata saka.


" Oh kamu ingin mencari kunci roh ya " kata kakek itu.


" Iya " kata saka sinkat.


" Sebenarnya ada jalan pintas tapi lebih sulit di lewati " kata kakek itu.


" Tak apa aku bisa melewati semua rintangan yang ada " kata saka semangat.


" Em mm, bagai mana gini aja kau bawa ini " kata kakek itu sambil pergi lagi.


" Sebuah kantong " kata saka sambil mengambil pemberian dari kakek itu.


" Ambilah ini, jika keadaan sedang genting kau boleh memakainya " kata kakek itu sambil memberikan kantong itu.


" Apa isi nya ini " kata saka bertanya.


" Nanti kamu tau sendiri kok " kata kakek itu.


" Oh ya lah, makasih ya kek " kata saka.


Sakapun mengambil bajunya dan memakai baju pemberian kakek itu dan juga mengambil pedang pemberian kakek maria. Sakapun pamit kepada kakek itu dan berterimakasih.


" Eh tungu, ada yang lupa, apa ya " kata saka memikirkannya.


" Oh iya " kata saka

__ADS_1


" Aku lupa nanyain mana jalan pintasnya " kata saka sambil mengaruk kepala.


" Kau ini, masak lupa dengan hal sepentingan itu " kata maria.


" heheh gue kan baru sadar makanya lupa " kat saka.


" Ayo kita kembali, jauh lagi perjalanannya " kata maria.


" Ayo " kata saka sinkat.


setelah tiba


" Eh saka cepat sekali dapat kunci roh nya " kata kakek itu sambil menyiram bunga.


" Kami kembali untuk menanyakan jalan pintasnya aku lupa " kata saka sambil terengah - engah.


" Oh iya kakek lupa sebenarnya kalian tadi berjalan sejauh mana " kata kakek bertanya.


" Kami mungkin berjalan 1234 kaki dari sini " kata saka terengah - engah.


" Lelah lah coba di dua kali lipatin ada sampai 2468 kaki. Jauh kan " kata saka terengah - engah lagi.


" Oh begitu, sudah lah ayo kita masuk dalam dulu " kata kakek itu.


" Baik lah " kata saka.


" Munkin kakek ini mau gasih aku makan enak untuk istirahat " kata saka dalam hati.


Sudah itu kakek itu menuntun saka dan maria pergi ke rumahnya dan mengajak nya keruangan bawah tana tepat di samping saka tertidur tadi dan membuka pintu ruang bawah tanah itu.


" Nah ini jalan pintasnya " kata kakek itu sambil menunjukan jalan pitas ke saka.

__ADS_1


" paA. Kalau sedekat ini kenapa gak bilang dari tadi " kat saka sambil pingsan.


" Saka kau tak apa, saka saka " kata maria.


" Oh ya gak ada waktu pingsan ayo maria " kata saka bangkit lagi.


" Cepat sekali bangun " kat maria dalam hati.


" Baiklah " kat maria.


" Hati - hati di jalan awas tersesat " kata kakek itu melambai.


" Ayo maria kita tingal lurus ajakan " kata saka.


" Iya, menurut kata kakek " kata maria.


" Jagan - jangan kakek itu ber bohong lagi " kata saka.


" Aku percaya sama kakek karena itu teman kakek ku juga " kata mari percaya.


" Ok lah dak papa, aku akan melewati semua rintangan yang ada hahah " kta sambil berjalan ke depan.


" Eh jangan tingalkan aku, tungu aku " kata maria berlari.


Saka dan maria pun berjalan terus di terowongan itu atau jalan pintas itu saka melihat lendir dibmana mana di goa itu.


" Lendir apa ini " kata saka.


" jangan - jangan ada ulat, aku takut saka dan menjijikan " kata maria memeluk saka.


" Eh lepaskan aku gak bisa nafas, tolong " kata saka sesak nafas.

__ADS_1


Tiba - tiba ada yang muncul di depan saka.


BERSAMBUNG


__ADS_2