PENDEKAR SERIBU PEDANG

PENDEKAR SERIBU PEDANG
Cha 80 PERTARUNGAN XIAO JIE DAN HUO JI


__ADS_3

Xiao Jie yang mendengar sedari tadi hanya diam dan tertawa kecil,melihat kebodohan Wang Li yang sangat mudah mengakui apa pun yang Huo Ji tanyakan,tidak lama setelah itu Wang Li dan Huo Ji bertarung,akan tetapi mereka berdua imbang,tidak Xiao Jie sangka bahwa bocah itu memiliki kejutan yang tidak bisa di prediksi oleh musuh-musuh nya.


"Cuiiihhh...Dasar kalian dari keluarga Wang,memang suka bermain seperti ini ya"


Ucap Huo Ji dengan sedikit kesal


"Tapi sayang...Aku sudah tau trik licik keluar mu itu,jadi kau tidak akan selamat tuan muda Wang Li"


Lanjut Huo Ji yang memang sudah tau kekuatan dari keluar Wang itu.


"Sudah ku duga,dan ternyata benar,bahwa di keluarga Wang ada mata-mata yang selalu menjual informasi tentang keluarga Wang kepada orang luar"


Jawab Wang Li,yang sudah curiga,bagaimana tidak banyak para musuh baik pun tidak yang mengetahui kelemahan dari jurus keluarga Wang.


"Hahahahaha... Keluarga Wang sangat lah bodoh,mempercayai dia,...Dia dengan mudah nya menjual informasi tentang keluarga Wang,dengan harga yang lumayan"


Jawab Huo Ji,yang memperjelaskan semuanya,bahwa dari beberapa orang dari keluarga Wang sudah menjual informasi tentang keluarga Wang.


"Huuuu...Kalian sama saja,suka memanfaatkan orang lain,asalkan kalian mendapat informasi berapa pun kalian bayar"


Jawab Wang Li,dengan sangat dingin dan mengepal tagan nya,tentu saja Wang Li sangat geram,karena selama ini apa yang dirinya curigai akhirnya benar.


Xiao Jie yang mendengar perdebatan antara Wang Li dan Huo Ji dirinya paham kenapa Wang Li tidak menutup sedikit pun tentang jati dirinya,yang seharusnya tidak boleh dirinya katakan,kecuali memang sudah memiliki konflik antara keluarga Wang,sangat di sayangkan bagi sebuah keluarga yang memiliki rasa iri hati, seperti yang keluar Xiao lakukan,Xiao Jie sangat tau betul bagaimana rasanya di khianati oleh keluarga sendiri,dan mempunyai saudara sepupu yang selalu ingin membunuh dirinya.


"Hmm...Anak ini sama seperti ku,apa mungkin bisa menjadi teman dan bukan musuh.??"


Batin Xiao Jie yang merasa sangat kasian dengan Wang Li,akan tetapi ada sedikit perbedaan antara mereka berdua.


Ya Wang Li memanglah bukan tuan muda yang di singkirkan oleh keluarga nya,akan tetapi Wang Li juga mendapat musuh dalam selimut,sedangkan Xiao Jie,dirinya sudah berulang kali hampir mati oleh saudara sepupunya Xiao Jiang,dulu Xiao Jie akui bahwa dirinya tidak memiliki apa-apa, sampai-sampai dirinya di juluki sebagai tuan muda yang mencoreng nama baik klan Xiao,sampai pada suatu hari Xiao Jie bertemu dengan seorang guru yang bernama guru Fang,dari situ lah Xiao Jie mulai berlatih dan membuat dirinya menjadi terkenal.


"Cuiiihhh...Cuma segitu kemampuan mu tuan muda Wang Li.??"


Tanya Huo Ji dengan sangat sombong dan meludah di atas kapal itu.


"Kau jagan terlalu sombong Huo Ji,tidak semua orang yang takut pada mu"


Jawab Wang Li


"Huuuuuu...Kau lah yang sombong tuan muda Wang Li,lihat lah...Sudah tau tidak mampu melawan ku,kau masih saja bertekad untuk melawan ku"


Jawab Huo Ji,yang semakin menghina Wang Li


"Aku tau itu,tapi aku akan bangga jika aku mati di pertarungan,daripada aku hanya diam dan berdiri saja menonton orang yang lemah terbunuh di depan mata ku"

__ADS_1


Jawab Wang Li dengan tersenyum kecil sambil melihat raut wajah Huo Ji.


"Cuiiihhh sombong sekali kau...Kau belum pernah merasa ingin mati lebih cepat daripada menahan nya"


Jawab Huo Ji dengan sangat sombong nya,dan mengeluarkan sesuatu dari balik bajunya.


Xiao Jie yang melihat dan mengetahui itu langsung bergegas pergi menuju ke arah Wang Li,...Xiao Jie yang tidak ingin kehilangan seorang teman yang cukup menarik,mungkin saja Wang Li bisa menjadi salah satu teman nya.


"Trangggggg...Kau jika ingin bermain-main,aku ikut"


Ucap Xiao Jie sambil menangkis pisau kecil yang Huo Ji lempar ke arah Wang Li.


"Heeeiiiiiii kauuuuuuu....Jangan ikut campur,jika tidak ingin cepat mati"


Ucap Huo Ji sambil berteriak dengan sangat kesal,melihat Xiao Jie dengan sangat mudahnya menangkis pisau beracun yang dirinya lempar ke arah Wang Li.


"Kau tidak sopan tuan botak"


Jawab Xiao Jie dengan tersenyum.


"Heeeiiiiiii kauuuuuuu...Kurang ajar sekali,rupanya kau sudah bosan untuk hidup"


Jawab Huo Ji sambil berteriak dan menunjuk ke arah Xiao Jie dengan sangat geram nya.


"Hai tuan,kau hati-hati lah,dia paling tidak suka dibilang seperti itu"


Ucap Wang Li sambil tertawa.


"Oohh ya,dia tidak suka jika di panggil botak.??Tapi itu adalah kenyataan nya,dia memang botak karena itu lah dia tidak punya pikiran yang baik,benar bukan nona Xi Xia Ling.??"


Jawab Xiao Jie dengan santainya,dan bertanya kepada putri Xi Xia Ling,sambil mengejek Huo Ji.


"Tuan muda Xiao Jie benar,karena itu lah dia tidak punya otak di kepala nya,yang ada hanya cangkang nya saja"


Jawab Xi Xia Ling sambil tersenyum kecil.


"Hahahahahaha...Kalian berdua benar-benar cocok,aku suka dengan sifat kalian berdua yang terbuka seperti ini"


Jawab Wang Li sambil tertawa terbahak-bahak.


Sedangkan Huo Ji yang mendengar itu sangat kesal dan geram.


"Kauuuuuuuu...Punya nyali rupanya,terima lah serangan ku ini"

__ADS_1


Ucap Huo Ji dengan sangat kesal dan berlari ke arah Xiao Jie.


"Ohhh ini yang aku suka"


Jawab Xiao Jie sambil tersenyum kecil dan bersiap menarik pedang nya.



"Kau benar-benar menarik anak muda"


Ucap Huo Ji sambil tersenyum.


"Kau juga Huo botak"


jawab Xiao Jie sambil tersenyum kecil


Huo Ji langsung mengeluarkan jurus andalan nya,ya itu tapak kembar sedangkan Xiao Jie lebih memilih menggunakan jurus pedang ilusi bunga,ya jurus pedang ilusi bunga yang selama berlatih di dunia khayalan yang dulunya hanya jurus pedang ilusi saja kini sudah menjadi jurus pedang ilusi bunga.


"Jurus tapak kembar"


Teriak Huo Ji.



"Jurus pedang ilusi bunga"


Teriak Xiao Jie,sambil tersenyum kecil.


Kedua jurus yang bertemu membuat kekacauan yang begitu hebat,tapi sayang nya Huo Ji tidak sadar bahwa jurus pedang yang Xiao Jie gunakan bisa membuat dirinya terjebak dalam jurus pedang ilusi bunga.


_


_


_


_


_


_


_

__ADS_1


_


__ADS_2