
Mahluk-mahluk dengan wujud mengerikan tersebut terus bermunculan dari portal yang ada di langit. Raizel tahu apa mahluk yang keluar dari portal yang ada dilangit itu. Itu adalah Mahluk Roh Kegelapan. Seperti namanya Mahluk Roh Kegelapan memiliki kekuatan Roh Kegelapan yang melebihi Dewa Kegelapan.
Raizel pernah bertemu dengan Mahluk Roh Kegelapan saat ia masih berada di Dimensi Kultivator ia bertarung dengan salah satu Jendral terkuat dari Kerajaan Mahluk Roh Kegelapan. Ingatan tentang pertarungan sengitnya itu dengan Jendral terkuat di Kerajaan Mahluk Roh Kegelapan masih sangat berbekas di ingatan Raizel.
Mau bagaimanapun itu adalah pertempuran terakhirnya dengan empat hewan dewa sebelum mereka menghilang dan tak lagi muncul. Ia sama sekali tak bisa melupakan semua kenangan-kenangannya dengan Empat Hewan Dewa karena merekalah yang selalu membuatnya merasa semakin semangat dalam menjalani kehidupan yang keras disana.
Sampai detik ini ia selalu teringat dengan lelucon-lelucon yang selalu membuatnya kesal.
**
__ADS_1
Raizel mengepalkan tangannya sampai berdarah setelah mengingat seluruh kenangan-kenangan pahit yang selalu menimpa dirinya. Xin Rou yang melihat wajah adik seperguruannya itu ikut sedikit merasa iba. Setelah kepergian Raizel dari Sekte Langit Salju Xin Ruo terus mengkhawatirkan keadaan Raizel. Ia semakin mengkhawatirkannya saat mendengar kalau ia terlibat perang besar.
“Raizel....” Ucapan Xin Ruo yang terdengar lembut dan halus membuyarkan lamunan Raizel dan sedikit membuatnya kaget.
“Sudah jangan terlalu dipikirkan.” Dari sekian banyak orang yang dekat dengan Raizel, hanya Xin Ruo saja yang paling memperhatikan Raizel. Mau itu dari segi kesehatan, keadaan, dan kekuatan Raizel. Xin Rou bahkan tidak mengizinkan Raizel ikut misi karena saat itu Raizel masih sangat lemah.
Xin Rou hanya menghela nafas panjang karena ia tahu kalau Raizel sedang tidak ingin membicarakan tentang masa lalunya. Ia mengangguk dan pergi ke arah barat. Sedangkan Raizel pergi ke arah selatan. Dengan kecepatan tinggi ia melewati bangunan-bangunan tinggi dengan sangat halus dan elegan yang menyebabkan Mahluk Roh Kegelapan tak menyadari keberadaannya.
Raizel berhenti di sebuah gedung pencakar langit. Ia menengok ke arah bawah dan melihat lima Mahluk Roh Kegelapan sedang mengepung seorang wanita berambut ungu gelap. Raizel yang melihat kejadian itu tak tinggal diam karena ia bisa mengenali siapa wanita yang sedang dikepung lima Mahluk Roh Kegelapan tersebut.
__ADS_1
“Pergi! Jangan mendekat!” Seorang wanita berambut ungu gelap panjang sedang dikepung lima mahluk dengan wujud yang mengerikan. Ia memenang sebuah dahan kayu yang cukup besar untuk dijadikan alat perlindungan diri.
Lima mahluk yang ada didepannya tak menghiraukan teriakan wanita tersebut dan terus mendekat. Namun saat mereka berada dijarak sekitar satu meter dari wanita itu mereka merasakan ada hawa yang begitu mencekam dan kuat. Mereka mendongakkan kepalanya ke atas dan langsung berkeringat dingin saat melihat mata seorang pria berjubah putih yang terlihat seperti ingin memangsa mereka.
“Pergi!”
Suara pria yang ada dipuncak gedung pencakar langit tersebut menggema sampai membuat beberapa gedung ada disekitar mereka seperti ingin roboh dengan kaca-kaca yang hancur seketika menjadi butiran debu. Lima mahluk yang mengepung wanita tadi langsung meleleh dan langsung berubah menjadi abu.
¥¥¥¥
__ADS_1