Penerus MahaKaisar Dewa Sang Kaisar Immortal Agung

Penerus MahaKaisar Dewa Sang Kaisar Immortal Agung
Kembali Ke rumah


__ADS_3

Seorang pemuda berambut putih ke-emasan-emasan dengan mata yang selaras dengan corak warna rambutnya itu secara perlahan membuka matanya.


Dia merasakan nyeri di seluruh tubuhnya.


Dia merasakan ada seseorang yang memengangi tangannya pemuda itu menoleh dan sedikit terkejut saat melihat seorang gadis berusia 18 tahun sedang tertidur di sampingnya.


Yang membuatnya heran adalah siapa gadis itu? dan kenapa tubuhku seperti....membesar.


Saat masih kebingungan dengan keadaannya tiba-tiba pintu kamar rumah sakit itu terbuka dan memperlihatkan seorang wanita berambut ungu gelap panjang sedang membawa sebuah nampan berisi air dan sebuah mangkuk.


Dia terdiam saat melihat pemuda itu yang tak lain adalah Raizel.


Tubuhnya bergetar hebat dia tidak bisa menahan air matanya.


Dia meletakkan nampan itu dan mendekati Raizel dan langsung memeluknya, Raizel hanya diam saat melihat kejadian ini.


Raizel mendengar suara isak tangis wanita yang memeluknya itu, dia tahu siapa gadis yang berusia 25 tahun itu.


Perempuan itu bernama Stella Kawasaki kakak pertama Raizel, Stella di kenal dengan kepribadiannya yang dingin. Tapi Raizel sebenarnya merasakan bahwa Stella memiliki hati yang sangat lembut hanya saja dia seperti terlalu waspada pada orang asing termasuk para lelaki.


“ Bagaimana keadaanmu Raizel? ” Ujar Stella tanpa mau melepaskan pelukannya.


“ A...Aku baik-baik saja kok. ” Jawab Raizel dengan nada dingin.


Stella yang mendengar suara Raizel yang terkesan dingin itu sangat terkejut, tapi ia memakluminya.


Selang beberapa menit wanita yang tidur di samping Raizel bangun dan sontak saja berdiri saat melihat Raizel bangun dari tempat tidurnya.


“ Ra..Raizel. ”


Raizel hanya memasang wajah datar saat melihat Nayla, tapi di lubuk hatinya terdalam dia merasa sangat terkejut saat mendengar penuturan Stella yang mengatakan bahwa ia koma selama 9 tahun.


Yang artinya dia sekarang berusia 16 tahun!


**


Raizel kini telah diperbolehkan pulang oleh dokter karena kondisi yang mulai pulih, tapi dia tetap harus beristirahat karena kondisinya belum pulih seutuhnya.


Raizel saat ini sedang menaiki mobil yang cukup mewah orang-orang yang melihat hal itu berdecak kagum saat melihat mobil itu.


Tapi Raizel sama sekali tidak peduli dengan kerumunan orang-orang itu, dia sedang mendengarkan lagu kesukaannya dengan sebuah handset.


Setelah beberapa menit Raizel sampai di rumah yang sangat besar dan menjulang tinggi ke langit.


“ Tak pernah ada berubah dari dulu...” Gumam Raizel.

__ADS_1


Raizel masuk dan langsung disambut oleh para maid yang berjajar rapih di kedua sisi pintu besar.


Raizel menjawabnya hanya dengan sebuah anggukan kepala. Dia berjalan menuju ke lantai dua dan langsung merebahkan tubuhnya ke kasur.


Sampai dia teringat dengan pertemuannya dengan orang yang mengaku bahwa ia adalah Mahadewa.


Beberapa tahun yang lalu


Raizel secara perlahan membuka matanya dan melihat sebuah hamparan Padang rerumputan yang luas dengan angin sepoi-sepoi yang menyejukkan mata.


Rambut putih Raizel berkibar karena angin yang cukup besar. Dia bingung harus kemana dan melakukan apa.


Sampai tiga hewan dengan wujud yang berbeda-beda.


Satu memiliki tubuh yang sangat besar dengan sayap yang membentang luas dan wajah yang cukup menyeramkan, dia memiliki warna biru dengan sebuah duri-duri yang terbentuk oleh sebuah kristal yang tertempel pada punggungnya.


Hewan dengan bentuk singa itu memiliki warna merah dengan sedikit kehitam-hitaman dan mata berwarna merah menyala. Dia memiliki tubuh seperti serigala.


Sedangkan satu lagi hewan yang berbentuk burung dengan sayap dan ekor yang panjang dan dikepalanya juga memiliki rambut yang panjangnya sama dengan sayap dan ekornya.


Mahluk itu memiliki warna oranye dengan sedikit kemerah-merahan.


Ketiga mahluk itu menundukkan tubuh mereka saat melihat Raizel, Raizel yang masih kecil ketakutan saat melihat ketiga hewan aneh itu, terlebih lagi saat saat melihat hewan yang ada di tengahnya.


“ Kami hanya ditugaskan oleh Mahadewa untuk melindungi penerusnya dan membimbingnya untuk menjadi lebih kuat. ”


**


Raizel masih melamun saat mengingat perjalanannya dengan ketiga mahluk dewa itu.


Mahluk dewa itu adalah Naga kristal, Singa Neraka dan Phoenix api biru.


Ketiga mahluk dewa itu menghilang karena mereka hanya sebuah Roh yang di bangkitkan oleh Mahadewa.


Sebenarnya mereka sudah lama mati sebab itu kenapa mereka hanya sebuah Roh yang di Reinkarnasikan.


**


Saat ini Raizel telah resmi menjadi Mahadewa dan memimpin alam Kaisar Immortal agung, semua tunduk hormat pada Raizel.


Tetapi ia mengerti bahwa ia tidak akan menjadi seperti ini kalau bukan karena ketiga mahluk dewa itu.


Dia ingin membangkitkan mereka bertiga, namun ia tahu bahwa ada satu hukum yang dimana hukum itu berisi kalau sebuah jiwa telah mati dan dibangkitkan kembali maka mereka tidak akan bisa membangkitkan mereka untuk yang kedua kalinya.


Itulah hukum alam semesta yang sudah tercantum jutaan tahun lamanya.

__ADS_1


**


Keesokan harinya.


Raizel bangun dan melihat dirinya yang terselimuti sebuah selimut tebal namun halus, dia kemarin tertidur telentang.


Raizel bangun dengan rambut yang acak-acakan, dia segera bangun setelah mengumpulkan nyawanya dan langsung pergi ke kamar mandi.


Tok...


Tok...


Suara ketukan pintu memecah ketenangan di kamar Raizel, dia hanya menyahutnya dengan berkata.


“ Masuk. ”


Pintu terbuka dan memperlihatkan seorang wanita berusia 24 tahun dengan rambut coklat panjang


Raizel menoleh dan terkejut saat melihat kedatangan wanita itu. Perempuan itu langsung memeluk Raizel dengan nada sedih sekaligus bahagia.


“ Syukurlah...” Hanya kata-kata itu yang diucapkan oleh wanita berambut coklat itu, tapi kata-kata tersebut memiliki rasa yang mungkin akan membuat orang yang mendengarnya merasa terharu.


Singkat tapi bermakna!


Keheningan terjadi. Tidak ada satupun pembicaraan yang memecah kecanggungan diantara mereka berdua.


Setelah melepaskan semua rasa rindu dan sakitnya, wanita yang bernama Aurora itu tersenyum hangat saat melihat keadaan Raizel yang kini terlihat sangat mapan.


“ Kau sudah besar saja, ’ya Raizel. ”


Aurora menceritakan semuanya, mulai saat Raizel menyelamatkan Nayla karena sebuah insiden dan sebuah fenomena aneh 1 tahun sebelum Raizel bangun dari koma panjangnya itu.


Raizel hanya mengangguk kepalanya saat mendengar cerita Aurora, sebenarnya ia menduga kalau fenomena yang terjadi 1 tahun yang lalu penyebabnya adalah karena dirinya sendiri.


Sampai Raizel langsung teringat akan satu hal sesaat setelah Aurora mengatakan itu.


“ Besok kau akan berangkat ke sekolah bukan Raizel? ” Kata Aurora dengan senyuman manis namun memiliki bumbu-bumbu hawa pembunuh yang kuat.


Raizel bergidik ngeri! kenapa kakaknya yang terlihat sangat lembut ini tiba-tiba berubah menjadi seperti Ratu kematian.


Raizel hanya memalingkan wajahnya disertai anggukan kepala.


“ Baiklah kalau begitu kakak akan pergi. Jangan sampai kau seperti dulu ya tuan muda Raizel. ”


“ Wanita kalau sudah marah seperti harus berhadapan dengan maut. ”

__ADS_1


__ADS_2