Penerus MahaKaisar Dewa Sang Kaisar Immortal Agung

Penerus MahaKaisar Dewa Sang Kaisar Immortal Agung
Kita Bertemu Kembali Ryu.....


__ADS_3

Wanita yang melihat lima mahluk itu yang mendadak meleleh mendongakkan kepalanya ke atas dan tak melihat siapa-siapa. Ia mengerutkan keningnya saat mendengar suara yang begitu familiar di telinganya. Hanya saja ia tak ingin memikirkannya sekarang karena ia harus segera pergi dari tempat yang berbahaya itu.


Raizel yang melihat kepergian wanita itu langsung melesat kearah sebuah bangunan tua yang mengeluarkan aura yang sangat ia kenali. Saat Raizel merasa posisinya berada lumayan dekat langsung terbang ke atas dan langsung disambut oleh 50 Mahluk Roh Kegelapan.


Raizel hanya menghela nafas berat. Dengan tatapan malas ia mengibaskan tangannya dan sebuah angin yang berbentuk bulan sabit tercipta seolah-olah sebuah pedang besar yang sedang diayunkan. 50 Mahluk Roh Kegelapan menghilang dan hanya meninggalkan bekas seperti sebuah tebasan pedang besar.


Raizel tak memperdulikannya dan kembali menatap bangunan tua yang sudah terlihat ingin roboh. Baru dua menit Raizel berada di gedung samping bangun tua tersebut, datanglah seorang pria dengan pakaian seperti baju seorang panglima zaman kuno dengan bekas luka yang ada di mata kanannya; keluar sambil memperhatikan kota yang sedang ia serang.


“Manusia-manusia serakah seperti mereka memang pantas mendapatkan apa yang mereka harus rasakan! Manusia-manusia itu tidak pernah memikirkan tentang hal yang seharusnya menjadikan mereka sebagai tanda bahwa mereka benar-benar memiliki hati yang baik!” Ucap pria tersebut dengan nada penuh kemarahan.


Raizel masih diam ditempat. Ia benar-benar sangat mengenali siapa pria berbaju panglima zaman kuno itu. “Ryu....”


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷


××××××××××××××××


Disebuah danau yang lebar terdapat seorang bocah berusia 6 tahun sedang menangis. Lalu datanglah seorang pemuda berusia 14 tahun yang sepertinya mencari asal suara tangisan tersebut. Pemuda itu kaget saat melihat seorang bocah sedang menangis d tepi danau.


“Hei......”

__ADS_1


Karena mendengar suara, bocah itu menoleh dan melihat seorang pemuda tampan sedang memperhatikannya. Bocah itu ketakutan, “Ekh.....Tak perlu takut! Kakak bukan orang jahat kok! Tenanglah! Nama kakak Raizel siapa namamu?” Ucap Raizel sambil mengulurkan tangannya untuk membantu bocah itu berdiri.


“R....Ryu....” Ucap Ryu dengan nada masih ketakutan.


“Ryu? Nama yang bagus! Kalau begitu Ryu, kenapa kau menangis?” Ucap Raizel sambil berjongkok dan mengelus rambut Ryu dengan lembut.


“Hiks, hiks orangtuaku......Hiks mereka....”


“Mereka kenapa?” Tanya Raizel sekali lagi.


“Mereka......”


Bocah yang bernama Ryu itu merupakan anak dari kepala desa di sebuah desa yang tak jauh dari tempat Raizel dan Ryu bertemu. Ryu mengatakan bahwa semua baik-baik saja dan semua beraktivitas seperti biasanya, namun itu hanya sementara saja. Sekelompok orang tal dikenal memakai jubah tudung hitam datang ke desa tempat Ryu berada; dan langsung menyerang warga-warga desa.


Ryu masih selamat karena ayahnya mendorong tubuh Ryu ke sungai saat ia dan Ayah Ryu berlari untuk menyelamatkan diri. Namum sayangnya, mereka kalah karena jumlah yang lebih banyak membuat Ayah Ryu memutuskan untuk mendorong Ryu ke sungai.


$$


Saat Raizel mendengar cerita Ryu, ia merasakan ada beberapa orang datang ketempatnya. Ia berdiri dan membuat Ryu heran. “Ada apa kak Raizel?” Tanya Ryu.


Raizel tak menjawab pertanyaan Ryu melainkan langsung membawa tubuh kecil Ryu menjauhi beberapa orang tersebut. Ryu sebenarnya ingin bertanya, tapi apa daya karena ia masih kecil ia hanya bisa pasrah dengan tarikan tangan Raizel.

__ADS_1


Raizel dan Ryu mendarat disebuah pohon dengan ditengah-tengahnya terdapat sebuah lubang yang lumayan sempit namun cukup untuk menampung lima orang membawanya dan langsung memasukkan tubuh Ryu kedalam lubang pohon itu.


“Jangan keluar sampai kakak kembali ok?” Itulah kata-kata terakhir Raizel sebelum meninggalkan Ryu.


Ryu sangat sedih karena harus kehilangan orang yang sudah ia anggap berharga. Ryu memang masih kecil dan belum memiliki perasaan-perasaan manusia pada umumnya. Tapi ia memiliki kemampuan khusus dimana ia bisa merasakan apakah orang itu baik atau jahat?


Saat pertama kali Ryu bertemu dengan Raizel ia bisa melihat bahwa Raizel adalah pemuda yang baik. Tapi sayang ia harus berpisah dengan Raizel tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi pada pemuda yang sudah dianggap kakak bagi Ryu tersebut.


**


“Ryu......”


Raizel masih mengamati gerak-gerik Ryu yang tidak bergerak sedikitpun. Sampai Raizel bisa merasakan sebuah jarum melesat dengan cepat ke arahnya. Ia langsung menghindari jarum itu.


“Siapa disana?!” Ucap Ryu dengan nada dingin.


“Ryu...Maaf jika kakak tak bisa menempati janjiku padamu.” Mata Ryu langsung terbelalak saat mendengar suara yang sangat ia kenali.


Ia melihat ke atas dan melihat seorang pemuda sedang menatapnya dengan tatapan sedih.


“Kak Raizel......”

__ADS_1


“Kita bertemu kembali Ryu......”


__ADS_2