Pengasuh Untuk Omma

Pengasuh Untuk Omma
PUO | Bab 6


__ADS_3

Baru saja Gea memasuki kamarnya dan hendak membaringkan tubuhnya. Pintunya kembali diketuk dari luar.


Dengan malas Gea kembali bangkit dan tak lupa mengenakan jilbabnya kembali lalu membuka pintu. "Bi Atun! Ada apa ya?" tanya Gea heran.


"Oma Yasmine memanggilmu!" ucap Bi Atun kemudian.


"Ohh baiklah aku akan segera ke kamar Oma!" jawab Gea meski di kepalanya menyisakan tanda tanya sebab tidak biasanya Oma memanggilnya di jam istirahat seperti ini.


Gea segera pergi ke kamar Oma Yasmine.


"Oma, ada apa? Oma butuh sesuatu?" tanya Gea pada Oma setelah tiba dikamar oma.


"Tidak! Oma hanya ingin ditemani nonton. Masuklah dan duduk disini!" titahnya tanpa mengalihkan pandangan matanya dari layar televisi yang menempel di dinding kamarnya namun tangannya menepuk kasur disebelahnya.


"Baik Oma! Akan aku temani!" Gea nurut saja karena keinginan Oma adalah perintah baginya yang memang bekerja untuk mengurusnya. Meski matanya begitu mengantuk tapi tak ada pilihan lain karena ia memang dibayar untuk mengurusnya.


Gea mendudukkan tubuhnya yang sudah terasa begitu lelah dan matanya pun sudah sangat mengantuk itu pada karpet bulu yang terbentang di depan ranjang tidur milik oma. Mungkin jika saat ini ia membaringkan tubuhnya, matanya sudah dipastikan akan langsung terpejam saking ngantuk nya.


"Kenapa duduk di sana? Nanti kamu kedinginan!" sentak Oma yang memang seperti itulah jika berbicara selalu terdengar ketus.


"Tidak apa-apa Oma, biar Gea disini saja!" sahut Gea yang merasa tak pantas jika harus berbagi kasur dengan Oma. Gea selalu sadar diri tentang siapa dirinya dirumah itu yang hanya seorang pengasuh.

__ADS_1


Merasa ada teman dikamarnya Oma pun mulai berceloteh, bercerita tentang film yang sedang ia tonton saat ini. Ia ingin Gea tahu awal mula kisah drama laga yang ia tonton itu. Panjang lebar Oma terus menceritakan kisah tokoh utama dan lawannya kepada gea. Namun sedikitpun tak ada respon atau jawaban dari mulut Gea membuat Omma menjulurkan lehernya hingga bisa melihat wajah pengasuhnya itu yang terduduk di karpet bulu dan bersandar pada ranjangnya.


"Yaaaah, dia malah molor!" ucapnya sedikit geram lalu tangannya terulur mencoba menggoyangkan bahu Gea . Namun sedikitpun Gea tidak merasa terusik. "Huft!" Oma menarik napas dalam merasa kecewa. "Awas aja kamu pagi-pagi nanti ya!" ancamnya lagi. Namun, ia pun akhirnya membiarkan Gea tidur dan kembali menonton film Serial laga kesukaan yang dibintangi oleh aktor Mandarin kesukaannya itu.


Waktu terus berlalu dan malam semakin terasa larut. Oma yang mulai mengantuk itu segera mematikan televisi lalu menarik selimut menutupi tubuhnya dan mulai mengarungi mimpi.


Arya yang baru saja kembali dan hendak menapaki anak tangga namun pandangan matanya tertuju pada pintu kamar Oma yang sedikit terbuka. Arya berniat menutupkan pintu kamar sang Oma itu mendekat dan meraih gagang pintu. Namun, matanya tak senagaja menangkap tubuh seorang wanita yang meringkuk di atas karpet bulu di depan ranjang tidur sang Oma. Lelaki itu mengerutkan keningnya heran.


"Kenapa dia tidur di kamar Oma?" tanyanya pada diri sendiri. Lalu berjalan masuk dan mengambil sebuah selimut dari lemari guna menutupi tubuh Gea yang nampak kedinginan itu karena suhu AC.


Arya Menutupkan selimut pada tubuh Gea. Lalu bergegas pergi namun sebelumnya ia menatap tubuh Oma yang sudah terbungkus selimut tebal dan tidur dengan lelap.


Baru saja hendak meraih gagang pintu ia mendengar gumaman yang keluar dari mulut Gea .


Seketika Arya mematung dan perlahan ia menoleh kearah Gea yang ternyata masih tertidur lelap namun mulutnya terus bergumam dan mengigau.


Arya mengusap dadanya lega saat mendapati semua itu hanyalah racauan Gea dalam tidurnya.


"Ternyata dia hanya sedang mengigau!" gumamnya sebelum akhirnya keluar dari kamar sang Oma


Arya memasuki kamarnya lalu menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Tak berapa lama ia keluar dari kamar mandi lalu berganti pakaian dan menuju kasurnya.

__ADS_1


Menarik selimut tebalnya dan hendak membaringkan tubuhnya. Namun tiba-tiba saja terlintas kembali racauan yang keluar dari mulut Gea. Semua itu mengingatkan pada kesalahan beberapa tahun lalu saat Gea terus menjerit dan memberontak saat dirinya saat merenggut mahkotanya dengan sengaja dan dengan kesadaran penuh hanya karna egonya yang begitu tinggi.


"Ah sial!" ia mengacak rambutnya frustasi. "Kenapa aku terus teringat masa lalu sih! Dan kenapa juga dia harus muncul lagi di hadapanku? Apa yang harus aku lakukan sekarang?" gumamnya begitu frustasi.


Lelaki kembali menyibakkan selimutnya lalu berjalan ke arah balkon kamarnya. Menyesap Vape miliknya.


Wush ....


Arya meniupkan asap dari Vape yang dihisapnya itu ke udara dan terbang bebas hingga berulangkali.


Saat ini perasaannya kacau dan pikirannya melayang jauh ke masa lalunya. Ia kembali mengingat saat ia merenggut mahkota gadis tidak bersalah itu. Hanya demi ego-nya sendiri. Jujur saja selama bertahun-tahun ia terus dihantui rasa bersalah namun ia tak berani untuk mengakui kesalahan itu didepan keluarganya maupun untuk bertanggung jawab atas kesalahan dimasa lalunya itu dan kembali pada Gea.


Ia justru mencoba menjalin hubungan dengan wanita lain demi untuk bisa melupakan kesalahannya itu. Namun karma seolah terus berjalan karena saat ia menjalin hubungan dengan beberapa wanita dan ia selalu saja mendapatkan wanita yang sudah tak suci alias bekas pakaian lelaki lain. Bahkan terakhir dengan Tania wanita yang ia anggap baik dan berasal dari keluarga baik-baik dan terpandang sekalipun tapi nyatanya wanita itupun sudah tidak ada harganya lagi karena dia bukanlah lelaki pertama yang menyentuhnya.


"Ayolah Arya, lupakan rasa bersalah mu itu! Bukankah dia juga sudah menikah dan memiliki anak?! Kenapa kamu terus merasa bersalah jika Gea saja sudah melupakan semua itu dan menikah dengan lelaki lain?!" Arya terus berbicara pada dirinya sendiri. Mencoba menenangkan dirinya sendiri.


Apakah ini saatnya ia menerima Tania dan menikahinya seperti keinginan oma? Dan menganggap semua itu adalah karma buatnya yang telah merenggut mahkota seorang gadis tak bersalah dan menelantarkannya begitu saja. Sehingga ia harus mendapatkan wanita dari sisa laki-laki lain.


Lelaki itu kembali masuk kedalam kamarnya lalu membaringkan tubuhnya kembali pada kasur king-size miliknya. Membalut tubuhnya dengan selimut lalu memeluk bantal guling dengan erat. Dan sebelumnya ia mengirimkan sebuah pesan pada wanita yang bernama Tania.


"Tania, besok aku ingin bertemu denganmu. Ada hal penting yang ingin aku bicarakan!"

__ADS_1


Setelahnya Arya mencoba memejamkan mata hingga akhirnya pun tertidur dengan sendirinya.


__ADS_2