Pengejar Mimpi [Ken Zhao]

Pengejar Mimpi [Ken Zhao]
Perkenalan


__ADS_3

Keesokan hari nya,udara pagi menyelimuti ruangan itu ,secercah cahaya memaksa masuk menerobos sela sela atap rumah itu ,hingga membentuk bias bias sinar yang sangat terang,ken zhao masih terlelap dalam mimpi buruk nya.


Waktu sudah menunjukkan pukul setengah delapan pagi.


Mungkin karna kecapean, ken zhao masih terlelap diatas kasurnya,dia belum sadar bahwasanya hari telah pagi.


Kakek tua itu keluar dari lamar nya dan melihat pintu kamar ken masih tertutup,hal itu menandakan bahwa ken belum bangun.


Seperti biasa,rutinitas orang tua itu sangat lah unik,biasanya setelah pagi menjelang dia akan melakukan yoga,kemudian disambung dengan meditasi,menyerap energi alam,setelah dirasa cukup, orang tua itu akan menuju ke sebuah ruangan khusus yang didalam nya terdapat rak rak buku yang berjejer,orang tua itu menyebutnya perpustakaan pribadi .


Ruangan itu melingkar membentuk leter u,ruangan yang disebut perpustakaan itu mempunyai ukuran sangat luas,semua buku buku yang ada disini adalah koleksinya. disepanjang rak itu ratusan buku dengan segala judul tersusun rapi.


Orang tua itu sangat menjaga tempat ini agar supaya nyaman.ada sepasang meja dan kursi dipojok ruangan itu.biasanya dia akan berlama lama ditempat itu untuk menghabiskan waktunya membaca.


Banyak buku yang sudah orang tua itu baca.


Di tembok perpustakaan pribadi itu terpampang sebuah lukisan pemandangan yang super besar,lukisan pemandangan itu hampir memenuhi tembok sebelah timur ruangan,lukisan itu sangat indah,menggambarkan pemandangan sebuah desa,lengkap dengan persawahan dan pegunungan.tampak hijau,asri dan sejuk.


Benar benar lukisan yang sangat bagus,entah siapa yang melukis pemandangan tersebut.sungguh sangat nyata.siapapun yang melihat nya,pasti akan terpesona.


orang tua itu mulai memilih salah satu buku dalam rak ,kemudian membuka lembar nya,dan mulai membacanya,orang tua itu tampak sangat serius.


Berselang tiga jam lamanya,orang tua itu menyudahi aktifitas nya,dia menuju dapur dan masak sesuatu.


**


ken zhao mulai membuka mata nya,samar samar dia melihat disekitar,kemudian dia mengedarkan pandangan nya kesegala sudut.


Menatap lekat ruangan kamar tersebut.


Kamar ini memiliki ukuran lumayan besar,4x5 m2,semua tembok tampak indah dengan warna cat putih bersih,meja dan kursi tampak tertata rapi di seberang lemari baju.


Dari sudut yang lain ada ranjang yang terletak ditengah tengah ruangan,dibagian lain nya,terdapat dua buah lemari baju yang berdiri berjejer,ada juga sebuah jendela kecil yang langsung mengarah ke sebuah kebun samping rumah.

__ADS_1


Suasana kamar ini mempunyai implikasi yang berbeda dengan luar ruangan.


Kalau dilihat dari luar ,rumah itu tampak kumuh,berbagai tempat mempunyai kondisi tembok yang tak ter urus,tidak ada satu sayatan cat pun yang menempel pada dinding itu,hanya beberapa lumut yang menghiasi sisi tembok tersebut,rumput rumput liar mulai tumbuh subur tak terurus di pekarangan rumah.


Namun berbeda hal nya dengan didalam rumah,setiap ruangan nya tampak rapi dan bersih,dengan beberapa furnitur yang tampak mewah..


ken membuka pintu kamar nya dan melangkah kan kaki nya keluar dari kamar itu.


"Oh..rupanya kamu baru bangun",sapa orang tua itu dengan ramah.sini sarapan dulu sama kakek.


Dengan senyum malu malu ken berkata.


Maaf tuan tua,saya bangun kesiangan,maaf merepotkan anda tuan,jawab ken sopan.


"Tidak apa apa,kamu pasti capek,ayo sini makan dulu,sapa orang tua itu.


Ken menganggukan kepala nya sambil melangkah menuju meja yang sudah di siapkan.


Ken duduk dihadapan tuan tua itu.ken membuka percakapan.sambil mengambil piring yang sudah disiap kan.


Ayo..coba ceritakan,kenapa kamu bisa sampai kesini..tambah nya.


Maaf sebelum nya tuan,nama saya ken zhao,saya berasal dari kota yunmu....


Kemudian ken zhao mulai menceritakan semua nya,saat ketika dia bertengkar dengan saudaranya hingga dia diusir dari rumah paman nya itu


"Baik.. baik,saya mengerti,ucap orang tua itu manggut manggut..


Setelah selesai sarapan,ken tanpa harus disuruh membereskan semua,karna memang kebiasan ken waktu dirumah paman nya tidak pernah berpangku tangan.


Ken mencuci semua piring piring kotor,memgepel lantai bahkan membersihkan debu debu yang tersebar tak terlihat dalam ruangan itu.


Seteleh beres semua nya,ken keluar menuju pekarangan,dengan alat seadanya ken membersihkan semua rumput ilalang yang tumbuh subur,dia mencabut bahkan membakar rumput hasil cabutan nya itu.

__ADS_1


Setelah sekian lama bekerja keras,akhir nya ken menyelesaikan pekerjaan nya..


Dengan tangan dan kaki kotor ken membersihkan diri,dia berencana untuk meninggal kan rumah ini segera,karna dia tidak ingin terlalu merepotkan orang tua itu.


Oya..perlu di ketahui bahwa tadi ketika sedang sarapan,orang tua itu mengenalkan dirinya kepada ken,identitas orang tua tersebut adalah hao yao.orang tua itu meminta ken untuk memamggil nya kakek hao.


Kakek hao tinggal sendiri dirumah ini,dia sudah tidak memiliki siapa siapa,dia juga sebatang kara seperti ken,cuma bedanya kakek hao memiliki istri namun istrinya telah meninggal.


Sedangkan bersama dengan istrinya kakek hao tidak memiliki seorang anak..


Kakek hao sudah mengasingkan hidup disini selama lebih dari sepuluh tahun,identitas pribadi lainya kakek hao belum menceritakan sepenuh nya kepada ken.semua masih menjadi rahasia.


Kakek hao senang melihat kedisiplinan ken,dia membayangkan masa lalunya,ken sangat mirip dengan dirinya ketika masih muda dulu.


"Dia sangat pekerja keras,dan yang paling penting ikhlas.bathin kakek hao.


ken bergegas ke kamar mandi,dia mulai mandi dan membersihkan sisa sisa tanah yang menempel pada tubuh nya ,setelah mengganti pakaian nya,ken bermaksud untuk menemui kakek hao untuk mengucapkan trimakasih dan mau meminta ijin untuk melanjut kan perjalanan.


Ken bertekad ingin mencari pengalaman baru,dia ingin mengikuti kemanapun kakinya akan melangkah..


Ken mengedarkan pandangan nya mencari sosok kakek hao,berulang kali mencari disetiap ruangan,ken belum bisa menemukan nya.


Akhir nya dengan malas,ken menunggunya diruang tamu sembari duduk di kursi sofa.


Karna baginya pergi tanpa ijin adalah suatu hal yang kurang sopan,apalagi kakek hao telah banyak membantu nya.


**


Setelah beberapa lama menunggu,akhirnya kakek hao datang dari pintu depan,dia lalu menyapa ken..


"Ken,kamu menunggu ku,ucap kakek hao


"Benar kek,hari ini sesuai janji ken,ken mau pamit,ken mengucapkan banyak trimakasih atas bantuan kakek,kakek mau menampung ken dirumah ini,jawab ken dengan sopan.

__ADS_1


"ken kamu jangan pergi dulu,ada hal yang ingin kakek bicarakan padamu,ucap kakek hao sembari duduk di samping ken.


__ADS_2