PENGEMIS PENGGEMAR DUKE

PENGEMIS PENGGEMAR DUKE
2. Terjerat


__ADS_3

         Masih diwaktu yang sama dengan kegelapan malam yang diterangi bulan dan obor sebagai penerangan dalam kegelapan malam terlihat seorang gadis kecil duduk di depan cermin sambil bergumam sendiri.


" Benarkah ini aku. Apakah mimpi tadi kalau aku mati benar benar nyata? Padahal aku hanya ingin tidur si tengah tengah lapang tumbuhan dandelion atau ini yang mimpi? "


Lalu dia mencubit lengannya.


"Aauuuuww... Kenapa sakit? Berarti ini nyata? Aku beneran mati? Waaaoooww.... "


Dia melotot sambil menutup mulutnya karna terkejut dengan apa yang terjadi.


" Tapi kenapa pindah ketubuh gadis yang buluk gini. Okey dia langsing tapi sangking langsingnya dia terlihat seperti kurang gizi. "


" Yahh keuntungan aku pindah ke tubuh ini aku bisa makan sepuasku tanpa takut besok berat badan makin meleduk. "


" Jadi siapa yang kurasuki ini? "


" Tak apa juga sih aku disini toh aku disana juga gak penting penting amat kan buat semua orang mungkin mereka bakal senang kalau jatah makan mereka jadi tak berkurang karna ku. "


Tersenyum pasti Jelita berpikir begitu karna di tubuhnya yang dulu dia selalu banyak yang menggunjing. Untung saja sifat acuhnya sudah mendominasi jadi meski terus terusan di olok olok dia tetap optimis pada hidupnya sampai pada ketika dia ketiduran sampai mati dan dia sampai pada tempat yang asing ini.


Hening melanda ketika Jelita masih memikirkan nasibnya seseorang tiba tiba membuka pintu tenda membuatnya kaget karna tak terdengar langkah kaki.


Berbalik dia terkejut dan melotot kaget.


"Wooaaahhhh.. " Dengan mulut terbuka dia memandang Jake.


" Jadi wajah tampan tadi juga bukan ilusi? "


"Apa maksudmu?" Jake terdiam dan bingung akan tingkah Jelita namun memang semua wanita pasti akan terpesona akan wajahnya jadi dia agak terbiasa.


"Sudahlah. Ini ku bawakan minuman dan makanan, perutmu terus berbunyi tadi jadi cepatlah makan. "


"Aahh.. Iya Terima kasih sudah menolongku dan memberiku makan. "


"Hem"


Jelita menerima makanan yang diberikan Jake dan memakannya dengan lahab karna perutnya sudah sangat lapar.


Jake menunggunya makan di sofa sisi ranjang sambil melihatnya namun Jelita seakan tak peduli kalau dia lagi makan apapun akan terabaikan.


"Jadi... "


"Jadi apa? " Setelah menyelesaikan makannya Jake bertanya.

__ADS_1


"Siapa namamu? "


"Aku Jelita Rameswara. Kau siapa namamu? "


"Jake dollagrt"


" Aku ingin menanyakan sesuatu. Tapi aku minta kau tak merasa aneh dengan pertanyaanku. "


"Kau ingin tanya apa? "


"Jelaskan tentang dunia ini. "


"Kenapa aku harus menjelaskannya. "


"Karna aku membutuhkannya. Kepalaku terbentur beberapa hari yang lalu hingga aku tak mengingat apapun. "


Mencari alasan yang masuk akal digunakan Jelita untuk bisa mengetahui tentang dunia barunya ini.


Banyak pertanyaan muncul di kepalanya namun tak satupun yang membuatnya yakin dengan pasti jadi dia meminta Jake untuk membantunya sekali lagi.


"Jadi ceritakan apapun tentang dunia ini dan apa yang terjadi dengan keadaan ini sampai ada pengungsian. "


"Baiklah... "


"Didunia ini... "


Kaisar kerajaan mempercayainya sampai menjadikannya Duke kerajaan untuk menjaga kedamaian dan kesejahteraan rakyat kerajaan.


Kerajaan Beauty Flowers adalah salah satu kerajaan dari 5 kerajaan yang bertahta saat ini. Kerajaan ini mempunyai pengaruh besar ke dua dalam menjaga ekosistem kehidupan di dunia ini. Masih ada kerajaan lain yang berpengaruh juga dengan pengaruh yang berbeda namun sama besarnya dengan Kerajaan Beauty Flowers.


Di dunia ini terdapat moster yang menjadi momok bagi kehidupan rakyat. Mengganggu dan menakuti semua rakyat. Jadi banyak kesatria yang ditugaskan untuk mengatasi masalah ini untuk melindungi rakyat.


Kerajaan Beauty Flowers adalah salah satunya Kerajaan yang bertempat di kota Peony sebagai ibukota wilayah kerajaan yang makmur dan sejahtera.


Kekuatan di dunia ini disebut dengan kultivator . Banyak yang ingin menjadi kultivator untuk meningkatkan tarif kehidupan, karna dengan menjadi kultivator hidupmu akan terjamin dengan banyaknya pekerjaan yang akan menanti. Namun tidak semudah itu juga bisa menjadi kultivator karna mereka adalah seseorang yang dipilih langsung oleh takdir jika tak terpilih hanya akan menjadi pendekar ilmu bela diri tanpa kekuatan yang mumpuni.


Karna jika ingin menjadi seorang kultivator harus mempunyai tenaga dalam yang besar untuk menampung kekuatan yang akan dimiliki.


Tempat pengungsian ini tepat di perbatasan kota dandelion dan ibukota Peony. Sudah banyak warga yang diselamatkan, namun meski begitu masih ada beberapa yang masih patroli untuk melihat keadaan disekitar.


Karna belum mengetahui kapan tepatnya monster akan menyerang kembali.


"Kau paham kan? " Mengakhiri penjelasan Jake yang sangat panjang membuatnya tiap menit menguap karna mengantuk setiap mendengar cerita.

__ADS_1


Jake bukan lelaki yang dingin sebenarnya, dia hanya lelaki yang malas bicara. Tetapi ketika di butuhkan dia akan begitu lancar menjawabnya.


" Hemmm iya. Terima kasih atas ceritanya. hehehehe....... "


"Aku paham kok."


" Jadi di dunia ini jika kau ingin dihormati dan ingin kehidupan yang layak harus menjadi kuat kan. Seperti itu intinya. Ya kan? "


" Iya. "


" Jadi pekerjaanmu apa? Pastinya pangkatmu tinggi jika dilihat kau mempunyai tempat tidur senyaman ini. "


" Aku Duke Kerajaan Beauty Flowers. "


"Waaaahhh... Selain tampan kedudukanmu memang tak main main ya. "


" Ya sudah istirahatlah. Kau butuh tidur untuk mengembalikan tenagamu yang sekecil semut itu. "


"Haa??"


Jake berjalan keluar tenda namun tetap langkah kakinya tak terdengar sedikitpun oleh Jelita.


Beralih ke Jelita yang sekarang baru tersadar.


" Jadi aku pindah ketubuh ini menjadi gadis gelandangan jika tak salah tebak karna penampilanku jauh dari kata layak tuk saat ini. "


"Karna aku kurus sudah seharusnya makan banyak untuk menggemukkan sedikit daging ku. " Pikirnya sambil tersenyum menyeringai.


"Karna disini kekuatan menunjukkan kedudukan jadi aku akan mulai belajar bela diri."


"Mungkin tak akan sulit dengan tubuh kecil begini jika disuruh banyak gerak. "


"Untuk sekarang aku akan tidur tuk memulihkan tenaga seperti kata Duke tampan tadi. "


"Duhh tampannya. " Pikirnya sambil berbaring dan membayangkan wajah tampan lelaki penolongnya.


" Jika aku sudah lebih cantik nanti aku akan menjeratmu wahai Duke tampan ku. "


Masih dengan bayang bayang halunya yang tinggi. Semoga saja apa yang dihalukannya tak membuatnya hancur jika tertolak nanti.


Jelita dengan perlahan menutup mata dengan perut penuh dan senyuman yang menghiasi wajahnya karna malam ini dia menghalu Duke yang baru dikenalnya beberapa saat lalu.


Jake masih didepan tenda tanpa diketahui oleh Jelita sambil mendengarkan suara Jelita dari awal dia keluar tenda.

__ADS_1


"Jiwanya sudah terganti? " Pikirnya


" Siapa dia sebenarnya? " Bingung dengan semua pemikirannya. Jake berlalu untuk menaruh bekas makanan Jelita.


__ADS_2