PENGEMIS PENGGEMAR DUKE

PENGEMIS PENGGEMAR DUKE
7. Pilihan Jelita


__ADS_3

"Leo! "


"Dimana Jake aku ingin bertanya sesuatu. "


Leo mendekat sambil tersenyum sungkan. Tepat dihadapan Jelita baru Leo mulai berbicara menyampaikan pesan Jake untuk Jelita semalam.


" Tadi malam kami kedatangan utusan dari kerajaan sambil membawa titah kerajaan berisi tentang Duke Jake Dollagrt diperkenankan meninggalkan tempat pengungsian untuk kembali kekerajaan karna sesuatu yang mendesak. Jadi Duke sudah kembali sendirian tadi malam lita."


Jelita syok berkedip lambat dengan mulutnya yang terbuka.


Namun Leo tetap meneruskan ceritanya.


" Tapi Duke berpesan kalau kau ingin ikut denganku tak apa namun meski kau ikut denganku kau tak bisa bertemu Duke."


"Karna Duke kembali ditugaskan oleh kaisar tanpa tau kapan akan kembali ke kekaisaran. "


"Sebenarnya Duke ingin membawamu, namun keadaan tak memungkinkan untuk itu. "


"Jadi dia hanya berpesan itu saja. "


"Oh iya dia juga memberikanku ini untuk kuberikan kepadamu. "


Leo memberikan sesuatu barang untuk Jelita.


"Katanya ini bisa untuk biaya hidupmu saat Duke tak disisimu. Dan kamu disuruh menghemat jangan sampai boros. "


" Karna Duke tak tau pasti kapan ia akan kembali lagi kesini. "


"Jadi kau ikut denganku kan?"


"Meski kediamanku tak semewah punya Duke tapi aku pastikan kau akan makan tercukupi setiap hari."


"Bagaimana? "


Leo berharap Jelita mau dengan tawarannya karna pasti akan sangat menyenangkan hidupnya jika ada Jelita yang ceria disekitarnya.


Jelita menerima barang dari Leo pemberian Jake. Dia menggenggamnya sambil berpikir apa yang akan dia jalani setelah ini.


"Terima kasih Leo."


"Aku? " Jelita bingung apa yang harus dilakukannya.


"Berpikirlah dulu tak apa. Aku pasti menunggu keputusanmu. "


"Eeeemmm Leo aku akan berpikir dulu. Beri aku waktu satu batang dupa. Nanti aku akan menemuimu. "


"Baiklah Lita. Nanti temui aku di lapangan. Aku akan menemui para kesatria disana. Kutunggu kau disana ya. "


"Iya. Sampai nanti Leo. "


"Sampai nanti Jelita. " Leo berbalik pergi saat Jelita memasuki tenda miliknya yang berada di sebelah ketiga tenda kesatria ditempatnya mengobrol dengan Leo tadi.


Sambil menggenggam barang pemberian Jake, dia meremasnya pelan lalu membukanya.


"EMAS!! " matanya melotot syok mengetahui apa yang dipegangnya.


"Dia memberikanku ini secara cuma-cuma. "


"Aku pakai ini sekarang pasti akan menjadikanku target yang empuk bagi penjahat. "


" Lebih baik kusimpan saja. "

__ADS_1


"Apa yang harus kulakukan. Aku tak ingin berpisah dari Duke tapi aku juga tak mungkin merepotkan Leo. "


"Apa aku berkelana saja? Mencari identitas tubuh ini. Kalau aku ikut Leo, aku tak bisa bertemu Jake juga kan?! "


Jelita terdiam masih memikirkan apa yang ingin dilakukannya setelah ini.


"Bos! "


"Hemmmm..."


"Apapun pilihan bos pedang ini akan mengikuti dan melindungi bos dari bahaya. "


"Jadi jika bos ingin berkelana pun tak masalah bos."


"Tapi ada satu kekurangan yang bos belum ketahui dalam pedang ini bos."


"Apa memangnya? "


" Pedang ini memang menyempurnakan jurus pemilik tapi hanya sebatas itu bos. Jika pemilik hanya memiliki jurus yang sedikit jika nanti menghadapi kultivator bertenaga dalam tinggi dengan jurus yang banyak akan kewalahan bos."


"Jadi pikirkan baik-baik apa yang harus dilakukan bos. Apapun itu pedang ini akan tetap bersama bos. "


Jelita makin bersikeras berpikir saat mengetahui kelemahan pedangnya.


Jelita ingin mengetahui dunia ini dengan mata kepalanya sendiri.


Saat mengetahui bentuk monster yang jauh dari perkiraannya membuat dirinya penasaran akan seluk beluk dunia yang sekarang dia tempati.


Apakah nanti ia akan bertemu hal yang lebih menakjubkan lagi?


Rasa penasarannya mengalahkan keinginananya untuk menunggu Jake di kediaman Leo.


Meski sudah diberitahu kelemahan pedang yang dipegangnya tetap rasa penasarannya yang masih begitu kuat.


"Tenang bos. "


"Aku memang tak mempunyai sarung pedang namun aku bisa berubah bentuk menjadi benda yang kau inginkan bos. "


"Menjadikanku lebih tak terlihat mencolok. "


"Memang kau bisa jadi apa? "


" Bos ingin aku jadi apa? "


"Emmmm... " Jelita berpikir sambil jarinya mengetuk dagu.


"Coba kau jadi gelang yang melekat di pergelangan tanganku. "


"Baik bos. "


Pedang di atas nakas langsung terbang menuju Jelita dan berubah jadi gelang ditangannya namun transparan.


"Kenapa hampir tak terlihat? "


"Karna kalau terlihat nanti mencolok bos, jadi aku akan menyembunyikan keberadaanku."


"Jika nanti bos membutuhkanku tinggal panggil saja bos. "


" Boleh juga. "


Jelita mengangguk lalu berdiri.

__ADS_1


"Baiklah sekarang waktunya berbicara dengan Leo tentang keputusanku. "


Jelita berjalan keluar tenda mencari Leo. Katanya tadi dia pergi ke lapangan tempat para kesatria berlatih.


Dia menuju kesana dan bertemu banyak kesatria yang memiliki perut sixpack. Menikmati keindahan yang tak pernah ia nikmati sewaktu didunianya dulu.


Dia melihat Leo setelah beberapa kali pandangan matanya tak fokus.


"Leo! "


"Lita! " Jelita melambaikan tangannya lalu berjalan cepat ke arah Leo.


"Aku sudah memutuskan. Ayo kita cari tempat untuk membicarakannya. " Ucap Jelita saat tiba di hadapan Leo.


" Baik. "


" Aku ada urusan. Kalian mengertikan apa yang sudah aku katakan. "


"Mengerti kapten! "


Leo mengangguk lalu mengajak Jelita pergi kesisi tempat yang tak ada orang.


"Gimana? " Tanyanya saat sudah berhenti berjalan dan berbalik.


"Aku sebenarnya tergiur dengan kemewahan yang kau tawarkan. Tapi.. "


"Tapi apa? "


"Kau tau kan aku hilang ingatan? " Leo mengangguk.


"Aku sempat kaget dengan bentuk monster kemarin dan juga aku sangat penasaran apakah nanti ada yang lebih aneh lagi dari monster kemarin. "


"Aku ingin sekali tahu. Jadi aku memutuskan kalau tujuanku nanti aku akan berkelana ke manapun kaki aku melangkah."


"Kalau memang nanti ada takdir untuk bisa mempertemukan aku dengan Duke. Aku akan sangat bahagia. "


"Kau yakin? "


Jelita mengangguk sambil tersenyum.


"Sepertinya kalaupun aku menentang pun kau akan tetap bersikeras untuk pergi. "


"Pesanku berhati-hatilah jangan sekalipun bertindak gegabah nanti. "


"Jika kau menemui sesuatu yang lebih hebat darimu kau harus lari secepat mungkin. "


"Iya-iya. Aku handal melakukan pelarian diri. Jadi jangan terlalu khawatir. Aku akan baik baik saja. "


Jelita berkata sambil menepuk lengan Leo.


"Baiklah aku percaya. Jaga diri baik-baik".


"Hemm." Jelita mengangguk dan tersenyum menjawab nasihat Leo.


" Kalau gitu aku pergi sekarang Leo. Sampai jumpa. Dan juga jaga dirimu baik-baik. Semoga nanti kita dapat bertemu lagi Leo. "


"Iya. Sampai jumpa. " Jelita berbalik pergi meninggalkan Leo.


Jelita tak membawa banyak barang. Pedangpun dapat ia sembunyikan, jadi dia berjalan dengan santai. Dia tak tau kearah mana dia melangkah yang pasti nanti dia akan menemui hal-hal diluar nalar namun sudah biasa jika ada disini. Dia sangat penasaran akan hal itu.


Soal cinta dia belom terlalu memusingkannya toh umurnya berkurang jauh dari dunianya dulu. Saat ini dia masih jadi anak dibawah umur. Kalau memang ditakdirkan bertemu Duke kembali dan masih sama-sama tak memiliki pasangan ia akan berusaha mendapatkan hatinya.

__ADS_1


Namun untuk saat ini masih belum waktunya meski dia sangat mengangguminya.


__ADS_2