
Gemericik air menyeimbangkan suara kicauan burung yang menggema di suasana terbitnya matahari. Tak pula membangunkan gadis kecil yang sedang menyelam mengarungi indahnya mimpi yang membuatnya tersenyum sambil memejamkan mata.
Masih dengan tanpa suara langkah kaki, Jake memasuki tenda yang di berikan pada gadis kecil yang masih tidur didepannya.
Dia menunggu gadis kecil itu bangun tanpa mengganggu disisinya.
Memandang sampai kurang lebih satu jam baru terlihat gerakan dari bulu mata itu. Terlihat atap tenda pertama kali dalam pandangannya. Masih belum menyadari bahwa dia tak sendirian ditempat itu.
"Indahnya hidup tak ada yang merecoki di pagi hari yang cerah ini. "
"Kebetulan hari ini hujan. "
"Huaaa.....!! "
"Kau!.. Apa yang kau lakukan disini? Sejak kapan? "
"Aku sudah dari satu jam yang lalu disini. "
Menyerngit ngeri " Benarkah selama itu? "
"Ngapain coba? "
"Menunggumu bangun. "
"Untuk apa? "
"Darimana asalmu? "
"Apa maksudmu? "
"Aku mendengar yang kau bicarakan kemarin. Kau bukan berasal dari sini. Jadi darimana asalmu.? "
Jelita melotot kaget mendengar bahwa dia sudah ketahuan bahkan belom seminggu didunia ini.
' apa aku harus memberitahunya? Kalau aku beritahu dia tidak membunuhku kan?! ' batin Jelita.
__ADS_1
" Kenapa diam saja? "
"Ehh itu... Aku masih pusing, belum bisa berpikir saat ini... Biarkan aku istirahat nanti akan aku beritahukan semuanya. "
Mengulurkan waktu berharap nanti dia lupa akan pertanyaan yang dia berikan. Jelita tak punya kekuatan untuk melawan Jake. Namun Jake bukan orang yang mudah untuk di kelabuhi.
" Kupikir tidur semalaman tak akan membuatmu pusing dan juga aku sudah memeriksamu tadi, tak ada masalah dengan tubuhmu, dan malah tubuhmu lebih sehat dari kemarin saat aku menemukanmu. Jadi jangan beralasan lagi, atau kau mau aku usir dari sini biar bertemu para monster diluar sana?" Kata Jake sambil tersenyum menyeringai.
"Rasanya aku sudah tidak pusing lagi saat ini. Jadi apa yang kau ingin tahu?"
Jelita langsung menegakkan badannya.
"Darimana asalmu? " Jake kembali bertanya dengan tatapan dingin menuju mata Jelita.
Berpikir tuk mengelabuhi pun tak bisa jadi dia hanya bisa pasrah tuk jujur saja.
" Aku dari dunia yang berbeda. Pakaian yang ku pakai di duniaku sangat berbeda dengan disini. Disana tak ada yang namanya monster dan disana tak semudah itu untuk membunuh seseorang tanpa kesalahan yang serius. Kuda disana tak dijadikan sebagai alat transportasi, disana menggunakan benda yang diisi dengan bahan bakar untuk menggunakannya. Aku tak tahu kenapa bisa aku ada disini karna setahuku sebelum kesini aku masih bersantai dan tertidur di tanah lapang bertumbuh bunga dandelion. Aku berpikir bahwa jiwaku telah mengisi tubuh ini karna dia sudah tiada. Aku tak tau apapun tentang dunia ini dan juga aku tak tahu gimana caranya agar aku bisa kembali keduniaku. "
Jelita bercerita sambil memandang meja yang menjadi pemandangannya. Kemudian dia beralih memandang Jake.
" Jadi tolong rahasiakan keadaanku dari dunia ini karna aku takut kalau aku bisa dijadikan bahan penelitian. Dan tolong sekali lagi buat aku menjadi terbiasa akan dunia ini. "
Sambil memohon Jelita tiba-tiba merebak kan air matanya.
"Aku mohon? "
"Hemmmm? "
Jake memalingkan wajahnya karna tak tahan dengan wajah memelas yang ditunjukkan Jelita padanya.
"Baiklah."
"Tapi aku punya syarat untuk itu semua. Kau harus mematuhi semua perintah ku tanpa bertanya apapun itu. "
Keduanya bertatapan dalam waktu cukup lama sampai Jelita menjawabnya.
__ADS_1
"Baiklah."
Jake tersenyum mendengar jawaban itu.
" Ya sudah kau istirahat dulu. Kondisimu belum sepenuhnya pulih. "
Tersenyum miring Jake berkata seperti itu karna sebelum Jelita bangun dia memeriksa tubuhnya, dia menemukan bahwa tenaga dalam dalam tubuh Jelita tertahan, namun Jelita tak menyadari itu.
Mengangguk Jelita menjawab perintah Jake karna dia hanya bisa menurutinya untuk saat ini.
Berbaring Jelita melihat Jake keluar tenda dengan dahi menyerngit dia memandang punggung itu dengan heran lalu pandangannya beralih ke arah kaki.
'Kenapa tak ada suara dengan langkah kakinya, aku harus berhati-hati berbicara kalau seperti ini. '
'Dia sudah tahu identitas ku. Untuk selanjutnya aku hanya bisa menurutinya, setelah aku mempunyai bekal aku akan pergi dari sini. '
Memejamkan mata dia kembali tertidur tuk memulihkan tubuhnya.
Dalam dunia mimpi Jelita dengan tubuh aslinya yang gendut, dia kembali membuka mata dengan bingung karna berada pada tumpukan awan dia berada jauh diatas langit berdiri dengan tegak tak terjatuh, lalu tiba-tiba ada cahaya menyilau menghampirinya dan berhenti tepat didepannya. Cahaya itu tiba-tiba berubah menjadi gadis kecil tempat jiwanya masuki.
"Kau! " Kaget Jelita
"Hei Jelita kenalkan aku Farah aku pemilik tubuh yang kau tempati saat ini. Aku tak bisa bertahan lebih lama, aku akan memberikan ingatanku padamu dan aku akan membuka segel tenaga dalam mu. Aku tak bisa hidup lagi didunia yang kau tempati saat ini jadi gantikan aku dan hiduplah sesukamu dan jangan percaya dengan siapapun didunia ini. Kamu cepat berlatih untuk melindungi dirimu sendiri. Hanya ini yang bisa aku sampaikan dan ini pertemuan pertama dan terakhir kita aku serahkan semua urusan tubuhku dan hidupku padamu aku tak akan ingin lagi hidup. Jadi selamat tinggal. "
Farah sekejab menghilang bagai asap.
"Hei tunggu!! "
"Dia bicara cepat sekali. Aku belum bertanya dia sudah menghilang lagi seperti kabut?! "
"Aaaarrrgghhhh.... "
Ingatan muncul seperti album yang terbuka cepat dalam fikiran Jelita.
Farah adalah reinkarnasi Putri Jendral penguasa Bunga Baby breath. Dengan tubuh proposional yang seperti titisan dewi dan bakat bertarung yang diasah dari kecil dengan kemampuan bertarung yang indah dan elegan dia menjadi takterkalahkan. Meski begitu dia tak tinggi hati. Dia selalu menghormati semua makluk dan nyawa didunia yang ditempatinya tapi siapa yang sangka hidupnya tak bertahan lama dari masa kejayaannya. Dengan keirian dan keserakahan manusia dia tak ingin ilmu dan tanggung jawab yang ia emban jatuh ke tangan yang salah menjadikan berakhir buruk untuknya. Lalu kekasih dan sahabatnya yang dipercayai menghianatinya, menghancurkan seluruh keluarganya dan membunuhnya berakhir menjadi gadis kecil pengemis di rumah gubuk di bawah jembatan.
__ADS_1
Farah adalah gadis yang tak mempunyai ambisi. Jadi dia menyerah dengan memanggil jiwa yang bermental kuat untuk melanjutkan hidupnya, tak disangka Jelita yang telah memasuki tubuh dan menggantikan jiwanya.
Di tempat Jelita saat ini hanya orang tertentu yang bisa melihat besarnya tenaga dalam yang dimilikinya. Namun tenaga dalam itu pun bisa disembunyikan jika pemilik tenaga dalam besar menginginkannya. Jadi Farah menyembunyikan tenaga dalam Jelita agar dia sedikit aman untuk sementara waktu.