PENGEMIS PENGGEMAR DUKE

PENGEMIS PENGGEMAR DUKE
Berpisah


__ADS_3

Dahulu pada saat peperangan merajalela, seorang kesatria dengan tenaga dalam tinggi dan kharisma yang kuat serta ilmu kultivasinya yang tinggi memiliki senjata yang sangat hebat untuk menjadi patnernya dalam perang.


Senjata yang dia ciptakan sendiri dengan ketelitian dan kehati-hatiannya dalam membuat, menjadikan pedang itu seakan memiliki nyawanya sendiri yang bisa menyatu dengan sang pemakai.


Seakan melengkapi gerakan dalam beladiri, pedang itu menyempurnakan setiap jurus apapun yang dipakai oleh pemakai pedang.


Namun takdir merenggut ketenaran kabar kesatria beserta pedangnya. Karna dikhianati orang tercinta, kesatria meninggalkan pedang itu dalam tempat yang sangat sulit dijangkau.


Tempat yang hanya bisa dijangkau oleh manusia berhati murni dengan tenaga dalam yang besar baru bisa memiliki pedang itu.


Duke Jake Dollagrt menemukan pedang itu saat berkelana pada waktu muda namun meski menemukannya dia tetap tak bisa menggunakannya.


Pedang itu hanya akan menjadi pedang biasa ketika dipakai oleh seseorang yang tak terpilih.


Jadi Jake tak mengetahui hal ini ketika memiliki pedang itu. Dia menganggap bahwa pedang itu hanyalah pedang biasa.


Dia memberikan pedang itu pada Jelita beranggapan bahwa itu mudah digunakan untuk pemula seperti Jelita.


Tapi anggapan itu membuat Jelita tanpa sengaja berkontak darah dengan pedang dengan ukiran naga pusaka jaman peperangan dulu.


Menjadikannya tuan pedang tanpa dia ketahui.


Jelita menyerngit heran dimana dia. Seingatnya dia tadi tidur entah mengapa sekarang dia berada di tengah bebatuan dengan aliran air yang jernih dengan suara air terjun yang terdengar dekat dengan dirinya berada.


"Selamat datang tuan. " Suara seseorang tiba-tiba terdengar dibelakangnya.


Jelita membalikkan badannya lalu terpana dengan kecantikan orang itu yang seperti dewi.


"Tuan? "


"Anda baik-baik saja? "


"Aaa... Siapa kau? "


Tersadar Jelita menjawab sambil mundur satu langkah.


"Saya adalah penghuni tempat ini tuan. Ini adalah alam bawah sadar yang berada pada pedang yang tadi mengontrak darah dengan anda. "


Teringat Jelita akan darahnya yang terserap pada pedang pemberian Jake.


"Emhhh" Mengangguk mengerti Jelita berasumsi bahwa saat jarinya tergores otomatis dia tanpa sengaja sudah menjalani kontrak darah.


"Jadi kenapa aku bisa sampai ada disini? "


"Karna anda pertama kali mengontrak darah jadi saya sengaja memanggil anda untuk menjelaskan kelebihan dan kekurangan dalam hal ini tuan. "

__ADS_1


"Ya sudah jelaskan tapi sebelum itu kita cari tempat yang nyaman. Pastinya kau akan menjelaskan panjang kali lebar sepertinya. "


" Baik tuan"


"Haiichh... aku risih sekali mendengar kau memanggilku tuan, aku ini perempuan panggil aku bos saja. Itu terdengar lebih baik. " Sambil mengorek kuping lalu melambaikan tangan Jelita memprotes cara memanggilnya.


"Baik bos. "


"Yah seperti itu. Jadi dimana kita berbincang? "


"Mari ikut saya bos. "


Jelita berjalan dibelakang wanita cantik yang katanya penghuni pedang itu menuju tempat yang asri dengan gajebo di tengahnya.


Mereka menuju di gajebo lalu duduk sila berhadapan.


" Jadi bagaimana? "


" Begini bos anda ingin tahu kekurangan dulu atau kelebihan? "


"Kekurangan lebih dulu"


"Kekurangan pedang ini hanya sedikit bos, kekurangan ini tak merugikan si pemilik tapi sedikit keterlaluan pada lawan mainnya. "


"Jika hanya pedang biasa mereka akan berhenti jika pemilik menginginkannya berbeda dengan pedang ini dia akan dengan tuntas melawan musuhnya sampai tak berdaya dalam genggamannya. "


"Jadi pemilik akan secara alami menaklukkan musuh hingga tuntas tanpa merasa terbebani namun meski begitu dia tetap tak akan berhenti meski yarget memohon menyerah. "


"Pedang ini tak menyisakan apapun. "


"Dan kelebihan pedang ini dia hanya dapat berfungsi dengan semestinya jika pemilik yang memakainya. "


"Meski jauh dari sang pemilik pedang ini akan selalu mendekat dengan sendirinya. "


" Dia akan selalu menemukan pemiliknya yang berkontrak dengannya. "


"Pedang ini sangat tajam namun jika digunakan unyuk melawan pemiliknya akan menjadi sangat tumpul"


"Pedang dengan kelebihan menyempurnakan semua jurus pemiliknya meski jurus itu masih awal dalam mempelajarinya. "


"Jadi meskipun bos pemula dalam bela diri pedang ini akan menjadikan bos ahli dalam beladiri yang tak tertandingi. "


"Seperti itu bos penjelasan tentang pedang ini. "


Jelita yang sejak tadi fokus mendengarkan akhirnya mengangguk mengerti.

__ADS_1


Dilain tempat di waktu yang sama Jake kedatangan tamu yang di utus kekaisaran untuk melaksanakan titah kaisar bahwasannya pemburuan monster dihentikan  dan para pengungsi di pulangkan ke tempat mereka.


Dengan titah itu Jake di persilahkan meninggalkan tempat tugas untuk kembali ke kekaisaran dengan secepat mungkin.


Karna tak memungkinkan untuk berpamitan Jake menitipkan pesan ke Leo untuk disampaikan ke Jelita bahwa ia di beri titah untuk pulang kekaisaran dan  waktu yang belum ditentukan bisa bertemu kembali.


Di malam itu ketika Jelita yang masih tertidur Jake meninggalkan tempat pengungsian.


Mereka berpisah tanpa tau kapan akan bertemu lagi karna meski dia mengikuti Leo dia tak akan masuk dalam kediaman Duke Jake. Karna kediamannya di jaga ketat dan tak ada yang boleh memasuki kecuali atas ijin Duke sendiri.


Leo adalah rekan kesatria Jake yang memiliki kediaman sendiri, mereka bekerjasama dalam tugas saat lalu namun untuk waktu kedepannya belum tentu mereka akan bekerjasama kembali.


Setelah melawan monster dan kembali kekaisaran mereka akan kembali ke aktivitas mereka masing masing jadi akan sangat kecil kemungkinan mereka akan bertemu karna jabatan mereka yang berbeda.


Leo bergegas memberi tahu penghuni tempat pengungsian untuk mengemasi barang dan kembali ke tempat tinggal masing-masing.


Karena monster sudah dapat terkendali dalam beberapa saat tak akan menyerang daerah ini.


Dalam waktu itu para warga dapat kembali beraktifitas seperti sebelum mengungsi.


Pagi harinya Jelita baru bangun dari tidurnya lalu keluar tenda dia menyerngit bingung karna para warga yang tiba-tiba sudah akan berangkat pergi dari tempat pengungsian.


"Kalian mau kemana? " Tanyanya pada salah satu warga yang melewatinya.


"Monster sudah diatasi dan tak akan menyerang dalam waktu dekat. Jadi kita bisa kembali ke tempat tinggal kami. Karna sudah terlalu lama kami mengungsi disini jadi harus cepat-cepat lalu menjalani aktivitas kami lagi seperti dulu. "


"Oh baiklah. Apa kau tau dimana Duke Jake berada? "


"Saya tidak tau nona. "


"Baiklah lanjutkan kesibukanmu. "


"Baik nona. Mari.. "


"Ya.. "


Jelita berjalan mengitari beberapa tenda yang masih tersisa, mencari informasi yang dia butuhkan.


Tenda yang di huni oleh para prajurit masih ditempat, jadi masih ada kemungkinan dia akan bisa bertemu Jake lalu menanyakan apa yang sebenarnya terjadi.


Leo melihat Jelita dari kejauhan yang berjalan memunggunginya sambil mencari seseorang. Dia mendekati Jelita untuk menyampaikan pesan Jake padanya.


"Jelita! "


Saat sudah dekat Leo memanggilnya.

__ADS_1


"Leo! "


"Dimana Jake aku ingin bertanya sesuatu. "


__ADS_2